POJOKSATU.id, Kota Bandung - Suntik dana terus menerus tapi tidak ada keuntungan membuat DPRD Kota Bandung kesal dan alasan itulah DPRD Kota membentuk panitia khusus (pansus) 18.
"Jadi kita selalu suntik dana tapi gak untung, selalu buntung. Itu kan, kita perlu berbenah diri. Ada beberapa kajian yang memang sudah kita lihat," jelas anggota pansus 18, Dr. Sherly Theresia, A.Md.Keb., S.ST., M.A.R.S., M.M. Selasa (11/8/2026).
Pansus saat ini tinggal menunggu finalisasi. Tetapi memang ada beberapa yang mesti dikaji dan diingat lagi. Karena memang permasalahan di Pansus 18 atau yang menangani BPR itu sudah cukup krusial dan sudah cukup lama.
Menurut Politisi perempuan PSI ini, untuk membuat bank Bandung lebih baik, bahkan pihaknya melakukan uji tiru, sayangnya tak semudah itu.
Baca Juga: Mulai 17 Agustus, Balik Nama Sertifikat Tanah Ditargetkan Selesai 10 Hari
"Makanya kita sudah mendapatkan beberapa identifikasi beberapa masalah yang ada, baik itu di beberapa sumber daya manusianya atau engga oknum-oknum yang memang terlibat langsung di BPR ini. Kita evaluasi lagi, kita kaji lagi sampai akhirnya nanti jadi berdaya yang memang menguntungkan lah buat warga kota Bandung," harapnya.
Lanjut bidan wajah ayu ini dari BPR ini sampai ke perseroan, tidak ada istilah lagi belum ada keuntungan atau tidak sesuai dengan standar yang memang diharapkan.
"Namanya kita kerja kan pasti ada target, ada yang diharapkan. Nah kalau suntik dana terus, suntik dana terus, terus hilang terus ya mau bagaimana ya, jangan suntik dana terus lah. Kalau kayak gitu ya rugi ya kan, mending dananya dialokasi untuk yang lain," gerutunya.
Baca Juga: Berapa Uang Saku Paskibraka di Istana 2026? Ini Besaran dan Fasilitasnya
Masih kata Sherly, setelah melihat studi Banding ke Bangli Bali ternyata BPR Kota Bandung harus diperbaiki baik dari SDM atau manajemennya dan banyak hal lainnya.
"Manajemen tidak akan berjalan tanpa SDM, jadi intinya adalah balik lagi ke SDM-nya. Sifat, sikap SDM-nya yang memang mampu profesional, mengampu semua manajemen, semua tata kelola keuangan BPR ini. Jangan cuma menjabat tapi tidak profesional, ibaratnya untuk dunia perbankan saja tidak tahu," ungkapnya.
Lanjut dia BPR harus faham saat menyampaikan syarat-syarat kredit. Menurutnya jangan sampai seorang yang bekerja semisal office boy gaji Rp 4,5 juta untuk 2-4 bulan diberi kredit Rp 200 juta.
Baca Juga: KPK Ungkap Total Rp 195 Juta Diamplopkan ke Menhut Raja Juli dari Bupati Kuansing Suhardiman
"Kasihan sampai tua juga tidak akan kebayar lunas gitu kan. Nah kan dibutuhkan verifikasi yang memang profesional. Jangan yaudah masukin saja ini, akhirnya uang hilang. Seperti itulah kasus-kasusnya," ungkapnya.
Sherly menegaskan saat ini harus berbenah terutama dari sumber daya manusianya, baru manajemennya. Dan semuanya berubah ke serba digital.
"Verifikasi yang sudah lebih faktual, lebih detail, selayaknya profesional seorang perbankan, tidak yang pakai like and dislike lagi, seperti itu. Sebenarnya butuh kerjasama semua orang, semua pihak, supaya BPR ini besar, maju, menguntungkan kota Bandung," jelasnya.
Baca Juga: Tak Ada Ampun! Dandim Karawang Ancam Pecat Anggota yang Terlibat Obat Terlarang
Selama ini bank Bandung sudah menganjurkan para pegawai Pemkot Bandung ataupun warga Bandung untuk menjadi nasabahnya hanya perputarannya sulit.
Kata dia ada beberapa yang memang tidak sesuai topoksinya, kinerjanya sehingga tidak bisa diputer. Dia mencontohkan bank yang sehat atau gimana adalah bank yang rame, hidup dan banyak dikunjungi warga serta dengan modal sedikit namun keuntungan lebih besar.
"Terus ada beberapa yang memang mulai digital, kan untuk kur- nya aja sudah berani tidak ada jaminan, tapi dengan syarat sekian-sekian, dengan syarat sudah setengah usaha sudah berjalan gitu lah. Jadinya banyak hal yang bisa ditiru lah, saya acungin jempol yang disana, karena dengan modal sekian M, tapi untungnya lebih besar daripada Bandung yang memang modalnya aja lebih besar daripada Bangli," ucapnya.
"Di Bangli modalnya, sudah maju dan bisa ngasih PA sekian-sekian, nah itu kan hebat banget, jadi kesimpulannya ya banyak yang harus kita tiru. Kita tengok soal bagaimana manajemen keuangan dari BPR-Bangli yang memang kota kecil, modal kecil, tapi modalnya bisa setor PAD lebih besar daripada kota Bandung itu fantastis gitu," tegasnya.***



