POJOKSATU.id, KARAWANG - Kodim 0604/Karawang akan memperkuat patroli malam untuk menekan aksi begal dan peredaran obat terlarang, khususnya tramadol, di wilayah Kabupaten Karawang.
Patroli dilakukan melalui sinergi bersama kepolisian, Satpol PP, hingga Karang Taruna guna mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan dan menjaga keamanan masyarakat.
Hal itu disampaikan Dandim 0604/Karawang Letkol Inf Nanda Siswanto usai menghadiri Coffee Morning bersama insan pers se-Kabupaten Karawang di Aula Makodim 0604/Karawang, Selasa (11/8/2026).
Nanda mengatakan patroli akan digelar secara rutin, terutama pada Jumat malam dan akhir pekan. Pola patroli dilakukan secara acak agar lokasi pengawasan tidak mudah diprediksi.
"Untuk Kodim Karawang, kita akan konsen terhadap patroli begal dan obat terlarang, terutama tramadol. Setiap Jumat malam dan malam minggu kita akan patroli secara random," kata Nanda.
Menurutnya, pengawasan tidak hanya difokuskan di kawasan perkotaan. Sejumlah wilayah seperti Cibuaya, Rengasdengklok, Rawamerta hingga Cikampek juga menjadi perhatian.
Kodim Karawang akan memperkuat koordinasi dengan kepolisian dan instansi terkait lainnya untuk mendukung pelaksanaan patroli serta deteksi dini potensi gangguan keamanan.
"Fokus kita mempersempit ruang gerak begal dan membubarkan kerumunan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan," ujarnya.
Selain kejahatan jalanan, peredaran tramadol juga menjadi perhatian. Nanda mengakui pengungkapan kasus obat terlarang saat ini menghadapi tantangan karena pelaku mulai menggunakan metode transaksi sistem tempel.
"Kita memang sulit mendeteksi karena mereka sudah menggunakan sistem tempel. Tetapi kita akan berupaya dengan melakukan penyisiran di tempat-tempat tertentu," katanya.
Penyisiran akan dilakukan bersama Satpol PP dan unsur terkait di sejumlah lokasi yang dinilai rawan menjadi tempat peredaran obat terlarang.
Di sisi lain, Babinsa juga diminta aktif melakukan pemantauan hingga ke lingkungan perkampungan. Jika ditemukan kelompok remaja atau pemuda yang berpotensi terlibat aktivitas negatif, pendekatan persuasif akan dikedepankan.
"Kita datangi secara persuasif, kita lihat kegiatan mereka, kemudian kita berikan sosialisasi agar tidak menggunakan obat-obatan terlarang," ujar Nanda.
Nanda juga menegaskan tidak akan memberikan toleransi kepada anggota yang terbukti terlibat dalam peredaran maupun penyalahgunaan obat terlarang.
"Apabila ada oknum dari Kodim yang terlibat dalam permainan obat terlarang, saya akan bertindak tegas dan langsung proses sesuai hukum yang berlaku," tegasnya.
Selain patroli keamanan, Kodim Karawang juga tengah menyiapkan program pembinaan guna mencegah tawuran di kalangan pelajar dan pemuda.
"Kita mendapatkan saran terkait pembinaan tawuran. Kita rencanakan membuat programnya. Bilamana disetujui komando atas, kita siapkan konsepnya," pungkas Nanda. ***




