POJOKSATU.id, Kota Bandung - Sejumlah harga kebutuhan pokok naik cukup signifikan, rata-rata para penjual tidak tahu kenapa harga naik, hanya saja mereka mengeluhkan sepi pembeli.

Salah seorang pedagang bawang dan sayuran di pasar Kosambi, Imas Neni (48) mengaku harga sejak masuk sekolah terjadi fluktuasi bahkan timun dalam beberapa Minggu ini harga turun naik terus.

"Gak tahu kenapa yang pasti timun seminggu naik seminggu turun kadang dalam beberapa hari naik turun gitu aja sampai sekarang," tegas Imas.

Baca Juga: Soal Challenge Baca Ayat Suci Berhadiah Alkohol, Siap-siap Penyelenggara Bakal Dipanggil Terkait Penistaan Agama

Imas menyebutkan untuk cabe rawit dari Rp 60 ribu/kg jadi Rp 90 ribu per kilo. Cabe tanjung 70 ribu/kg menjadi Rp 100/kg.

Lalu harga buncis dari Rp 24 ribu jadi Rp 30 ribu/kg. Begitupun jagung manis dari Rp 12 ribu/kg jadi Rp 18 ribu/kg, kacang panjang dari Rp 20 ribu/kg jadi Rp 28 ribu/kg serta kentang dari Rp 20 ribu/kg jadi Rp 22 ribu/kg.

"Saya beli di Lembang, untuk stok sih aman tapi yang beli kurang rame. Ini saya biasa per hari bawa cabe rawit 7 kg sekarang 3 kg aja belum habis-habis," keluhnya.

Baca Juga: Cuma Bayar Rp3.500, Bisa Masuk Ancol Gratis Naik Transjakarta 51ST

Hal yang sama dirasakan pedagang daging sapi, Yana(53). Sudah sejak lebaran Idul Adha lalu harga daging sapi Rp 160 ribu/kg tetapi sepi pembeli. Dan Yana mengaku tidak mengetahui alasan sepi nya pembeli tersebut.

"Kita kan pengecer, kalau dari pemasok naik ya ikut naik. Iya daya beli masyarakat kurang, ini udah 1-2 bulan sepi pembeli terus," keluhnya.

Begitupun dengan pedagang daging ayam, Sopyan (52), kenaikan tidak langsung setiap hari namun bertahap dari Rp 33 ribu/kg jadi Rp 42 ribu/kg.

Baca Juga: Kado HUT RI ke-81 untuk Warga Jakarta, Semua Transportasi Pemprov Cuma Rp1

"Pas liburan turun begitu masuk sekolah naik lagi. Konsumen saya ini rata-rata untuk rumah tangga bukan restoran, jadi terlihat sepi nya," ucapnya.***