POJOKSATU.id, Kota Bandung
- Bank Perkreditan Rakyat atau disebut juga Bank Bandung selain kurang dikenal orang dan bunga tinggi, juga belum berdampak signifikan pada APBD.

Namun demikian keberadaan Bank Bandung ini harus tetap ada karena Bank Bandung ini yang kedepan akan memperkuat keberlangsungan usaha-usaha menengah kecil dan mikro (UMKM) serta industri kreatif.

Wakil Ketua Pansus 18 DPRD Kota Bandung, Indri Rindani mengakui kondisi Bank Bandung saat ini masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari tingginya rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) hingga persoalan kapasitas sumber daya manusia. Meski demikian, Ia tetap optimistis BPR Bandung dapat bangkit.

Baca Juga: Kolonel Tamba Tua Pandjaitan Resmi Pimpin Sektor 10 Citarum Harum, Siap Lanjutkan Program Pemulihan Sungai

Menurut Indri, optimisme tersebut semakin menguat setelah Pansus melakukan kunjungan kerja ke Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo).

Dari kunjungan tersebut, Pansus memperoleh banyak masukan mengenai strategi transformasi BPR menjadi Perseroan.

"Kita harus memiliki semangat yang sama. Jangan pesimis melihat kondisi BPR saat ini. Justru melalui Pansus 18 ini kita ingin menghadirkan perubahan sehingga BPR Bandung dapat berkembang dan memberikan manfaat lebih besar bagi Kota Bandung," katanya.

Baca Juga: Kapendam: Lima dari Empat Pekerja Korban Penyerangan KKB Sudah Diidentifikasi, Satu Korban Ternyata Masih di Tangan Kelompok Tersebut

Indri menilai transformasi BPR harus diarahkan untuk memperkuat kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM dan industri kreatif.

Ia juga menyoroti masih rendahnya tingkat pengenalan masyarakat terhadap BPR Bandung. Berdasarkan pengalamannya saat bertemu kelompok masyarakat, masih banyak warga yang belum mengetahui keberadaan maupun layanan BPR Bandung. 

Oleh karena itu, pihaknya meminta agar sosialisasi dilakukan secara lebih masif dengan melibatkan Bagian Perekonomian, OPD terkait, serta memperkuat promosi melalui media digital.

Baca Juga: Bos Danantara Blak-blakan Kinerja BUMN Properti, Aset Rp7 Triliun Utang Malah Rp 24 Triliun

Selain itu, Indri mendorong sinergi dengan OPD yang membina pelaku UMKM sehingga program pembiayaan BPR dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha.

Menurutnya, kolaborasi tersebut akan memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus memperluas basis nasabah BPR Bandung.

"Kita samakan visi dan spirit untuk membangun kembali BPR Bandung. Dengan kolaborasi seluruh pihak, saya yakin BPR Bandung dapat bangkit dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi serta peningkatan PAD Kota Bandung," katanya.

Baca Juga: Ledakan Kantor Polisi di Pakistan, Korban Luka-luka Mencapai 26 Orang

Harapannya makin diperkuatnya Bank Bandung ini maka bisa menjadi penggerak ekonomi.

Pihaknya akan menggelar Focus Group Discussion (FGD) sebelum memasuki pembahasan pasal demi pasal. Hal itu dilakukan guna menghasilkan regulasi yang lebih komprehensif dan sesuai dengan kebutuhan pengembangan Bank Bandung.

DPRD pun mendorong adanya kepastian kebijakan mengenai ruang lingkup usaha yang dapat dijalankan Bank Bandung serta pengawasannya.

Baca Juga: Restrukturisasi BUMN Harus Profesional, Jangan Sampai Danantara PHK Para Pegawai

Sebagai bank milik daerah, menurut Indri, Bank Bandung memerlukan keberpihakan kebijakan dari pemerintah agar mampu menjalankan fungsi strategisnya tanpa harus bersaing secara bebas dengan bank umum.***