POJOKSATU id, Kota Bandung - Kepala Dinas Pendidikan Asep Gufron menegaskan bahwa sekolah di kota Bandung tidak diperkenankan jual seragam sekolah kepada murid baru.

"Enggak ada. Di sekolah enggak ada kebijakan sekolah harus beli seragam.
Tidak mengarahkan harus beli di sekolah. Kita sudah instruksikan ke semua kepala sekolah, tidak boleh menginstruksikan pembelian seragam maupun sepatu. Itu mah orang tua masing-masing," tegas Asep kepada wartawan.

Adapun seragam yang disiapkan pemerintah kata Asep merupakan program pusat yang hanya diperuntukkan bagi siswa atau murid memilik kartu PIP.

Baca Juga: 27 Kecamatan di Kabupaten Bandung Siaga Kekeringan, Pemkab Siapkan Toren Air hingga Pompa Irigasi Cegah Gagal Panen

"Nah kalau PIP untuk beli sepatu dan seragam. Itu langsung dari pusat. Karena kan seragam sudah jelas. SD ke bawahnya merah hati, ke atasnya putih. SMP ke bawahnya biru tua, ke atasnya putih. Udah aja. Beli aja masing-masing," imbuhnya.

Asep juga menyampaikan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) telah berakhir dan Minggu depan mulai pembelajaran, Asep meminta pihak orang tua untuk juga membantu dalam mendidik anak-anaknya.

Asep menyarankan kepada orang tua yang anaknya masuk SMP agar tidak usah lagi diantar sehingga menimbulkan kemacetan di tempat-tempat sekolah.

Baca Juga: Murid Baru SMAN 1 Karawang Ikuti Penerimaan Tamu Ambalan, Belajar Disiplin dan Kepemimpinan

Terkecuali murid dari TK masuk SD, karena anak-anak bisa diantar.

"Kan kemarin sudah di MLPS, jadi kalau yang dari SD ke SMP mah udahlah, kalau bisa naik umum saja gak usah diantar. Sehingga tidak berkerumun orang tua di depan sekolah," imbuhnya.

Ia juga menyarankan agar orang lebih menegakan kedisiplinan anaknya. Terutama yang TK baru masuk ke SD. Pasalnya, dulu bisa bangun seenaknya sekarang tidak, karena jam masuk SD pukul 7.30 dan SMP pukul 7.00.

Baca Juga: Ahli dari JPU Urai Batas Kerugian Negara di Kasus Dugaan Korupsi Penjualan Aluminium dari PT Inalum

"Orang tua terus memberi semangat dan motivasi kepada anak-anaknya, baik yang masuk negeri maupun swasta, sama saja. Yang penting peran orang tua ya. Agar anak disiplin dan percaya diri, sehingga bisa belajar maksimal," ucapnya.

Asep juga meminta agar orang tua mempercayakan anaknya ke sekolah baik TK, SD, dan SMP.

"Nah, nanti setelah pulang sekolah, itu menjadi tanggung jawab orang tua. Tidak serta-merta udah pulang menjadi tanggung jawab sekolah. Jadi sekolah itu tanggung jawab manakala si anak itu belajar sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Manakala sudah pulang, itu menjadi tanggung jawab orang tua," tutupnya.***