POJOKSATU.id, Kota Bandung - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan tingkat pengangguran terbuka saat ini tinggi di atas 7,24 %, dari jumlah angkatan kerja sudah mendekati angka Rp100 ribuan.

Selain itu tantangan ketenagakerjaan Kota Bandung lainnya yakni menghadapi badai PHK yang juga lumayan cukup tinggi.

"Tetapi investasi cukup tinggi. Target kita tahun ini Rp12 triliun, tapi memang jumlah orang luar yang datang ke Kota Bandung untuk mencari pekerjaan juga tinggi," ujar Farhan usai memberikan Sambutan pada kegiatan rembuk Kota Tahun 2026 dengan tema “Menjaga Ketenagakerjaan Di Tengah Gejolak : Respons Kota Bandung Terhadap Krisis Nilai Tukar, Tarif Global, dan Ancaman Badai PHK," Rabu 15 Juli 2026.

Baca Juga: Resep Beras Kencur Segar dan Menyehatkan, Minuman Tradisional dengan Aroma Rempah yang Khas

Alasan itu, Pemkot tengah berupaya melakukan berbagai cara agar para pengusaha tidak mudah melakukan PHK.

"Bahkan apabila seorang pengusaha itu tidak bisa memenuhi kewajiban membayar, pesangon, itu adalah konsekuensi hukum yang tidak ringan sama sekali. Nah sementara itu, untuk memastikan bahwa lapangan pekerjaan tersedia di Kota Bandung maka satu-satunya kunci adalah menyehatkan iklim usaha di Kota Bandung," ucapnya.

Iklim usaha di Kota Bandung sendiri kata Farhan saat ini dipermudah (ease of doing,red).

Baca Juga: Resep Bakwan Sayur Renyah ala Rudy Choirudin, Cocok Jadi Camilan Hangat Saat Santai

Bisnisnya harus sangat mudah, kemudian juga kepastian hukumnya juga harus ada. Peluang terbesar sekarang untuk Kota Bandung investasinya adalah investasi dunia pendidikan.
 
Ditambahkan Kadisnaker Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana bahwa kemungkinan gelombang PHK salah satunya karena naiknya harga dolar. Namun Disnaker, melakukan berbagai langkah seperti meningkatkan pelatihan yang berdasarkan kompetensi kebutuhan industri.
 
"Jadi, presisi pelatihannya kudu jelas. Jangan sampai pelatihannya kemana, kebutuhannya kemana. Nah, makanya supaya jangan terjadi duplikasi pelatihan, kita menyerahkan pelatihan dasarnya ke masing-masing OPD. Pelatihan dasarnya pelatihan yang 10 hari, 7 hari, memasak, cukur, dan sebagainya," terangnya.

Baca Juga: Resep Ayam Goreng Karaage Renyah di Luar Juicy di Dalam, Mudah Dibuat Cuma Pakai Bumbu Sederhana

Masih kata Yayan, perpelatihan berbasis kompetensi yang dibutuhkan industri itu hanya akan dilakukan oleh Disnaker.

Selain itu pihaknya akan meningkatkan padat karya tadi, sehingga dampaknya terasa ke berbagai lini.

"Sebagai bumper dalam menghadapi PHK, tapi memberikan efek dampak terhadap penataan kota. Yang ketiga, ini proses magang. Kita lakukan bekerjasama dengan industri, perhotelan, kafe, restoran, dan sebagainya," pungkasnya seraya mengatakan semu programnya itu harus tersosialisasikan ke masyarakat.***