POJOKSATU.ID — Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menegaskan pentingnya komunikasi terbuka dan dialog yang konstruktif antara pelaksana proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Upper Cisokan Pumped Storage (PLTA UCPS) dengan masyarakat sekitar.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, dalam pertemuan audiensi bersama pihak pelaksana proyek di Desa Sarinagen, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat.
Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan bahwa keberhasilan proyek strategis nasional seperti PLTA Upper Cisokan tak lepas dari partisipasi aktif masyarakat dan keterbukaan informasi dari pihak pelaksana.
“Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar. Sudah ada kesepakatan dan diskusi yang baik untuk warga serta demi kelancaran proyek ini. Kami dari pemerintah daerah akan terus memastikan agar hak-hak masyarakat tetap terjaga dan aspirasi mereka bisa disalurkan dengan baik,” ujarnya.
Bupati menekankan, keberadaan posko pengaduan di sekitar lokasi proyek menjadi hal penting agar masyarakat memiliki ruang menyampaikan saran, kritik, maupun keluhan secara langsung, sehingga potensi gesekan sosial dapat diminimalisir.
Selain fokus pada aspek teknis proyek, pelaksana pembangunan juga telah menjalankan sejumlah program pemberdayaan masyarakat di wilayah terdampak, mulai dari pelatihan keterampilan, bantuan sertifikasi keahlian, pengembangan usaha kecil menengah (UMKM), hingga pembangunan infrastruktur desa.
Jeje berharap, proyek PLTA Upper Cisokan yang memiliki kapasitas 4 x 260 megawatt (MW) ini bisa berjalan sesuai target waktu, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar, baik dari sisi ekonomi maupun sosial.
“Proyek ini bukan hanya tentang ketenagalistrikan, tapi juga tentang membangun kesejahteraan dan meningkatkan kualitas hidup warga sekitar. Kami pemerintah daerah akan terus memantau dan memastikan pelaksana proyek menjalankan komitmennya,” tegasnya.
Sebagai informasi, PLTA Upper Cisokan merupakan proyek strategis nasional di bidang energi bersih yang memanfaatkan teknologi pumped storage pertama di Indonesia.
Selain memperkuat keandalan sistem kelistrikan Pulau Jawa-Bali, proyek ini juga mendukung transisi energi menuju target Net Zero Emissions pada tahun 2060. ***



