POJOKSATU.id, BANDUNG - Peristiwa kehadiran Calon Gubernur Jawa Barat H. Ahmad Syaikhu di Pesantren Al-Hijaz, tidak perlu dibesar-besarkan, karena H. Ahmad Syaikhu adalah alumni pesantren Buntet sehingga hal lazim jika berkunjung silaturahim ke pesantren karena habitatnya.
Bahwa kehadiran H. Ahmad Syaikhu di pesantren Al-Hijaz disaat ada acara Halaqah yang dilakukan PWNU Jawa Barat, tentu tidak menjadi soal karena beliau tidak menjadi narasumber maupun peserta halaqah.
Demikian hal itu disampakan H.Dien Noor salah seorang pengurus PWNU Jabar, saat dimintai tanggapannya terkait kehadiran calon Gubernur Jabar usai acara Halaqah.
Baca Juga: Pimpin Transformasi Hijau Berkelanjutan, Direktur Utama BRI Raih Gelar The Best CEO 2024
Menurutnya, Terlebih lagi kedatangan H. Ahmad Syaikhu ke pesantren Al Hijaz setelah selesai acara Halaqah, jadi tidak ada masalah dan tidak menyalahi aturan.
“Menurut hemat kami tidak ada problem apapun yang layak dipersoalkan, bahkan justru menjadi keuntungan tersendiri bagi para kyai yang hadir bisa bertemu dan berdialog untuk memahami visi misi calon Gubernur Jawa Barat,” jelas H.Dien Noor, melalui sambungan seluller kepada pojoksatu.id, Sabtu (23/11).
Karena sebagai tokoh yang memiliki loyalis ummat, peserta Halaqah yang mayoritas para kyai akan mendapatkan tawaran ide atau gagasan, sehingga mampu menyampaikan tawaran alternatif pilihan kepada khalayak masyarakat berdasarkan identifikasi wawasan keumatan dari salah satu calon gubernur Jawa Barat.
“Silaturahim yang dilakukan H. Ahmad Syaikhu ke basis pesantren tentu dalam upaya menyerap mendengarkan asupan aspirasi para kyai, sebagai bahan pegangan kedepan dalam merumuskan kebijakan yang mampu menghadirkan kebajikan,” jelas H.Dien Noor.
Tepisah, Siswanto SH., MH. sebagai perwakilan dari Pondok Pesantren Al Hijaz dan salah satu jamaah Pondok Pesantren Al Hijaz Cimahi Karawang, mengatakan acara holaqoh merupakan acara rutin yang diselenggarakan PWNU Jabar.
“Acara Halaqoh tersebut Alhamdulillah berjalan dengan lancar, disela-sela acara tersebut tidak ada acara politik seperti yang diberitakan di luar,” kata Siswanto.
Kemudian Siswantopun menyampaikan kondisi kehadiran Ahmad Syaikhu yang versilaturrahmi ke Ponpes Al-Hijaz.
“Setelah acara Halaqoh selesai dan para undangan sebagian sudah meninggalkan tempat acara, pada pukul 14:00 WIB, Pak KH. Ade Fatahillah kedatangan tamu yang kebetulan Salah Satu Calon Gubernur Jawa Barat yang ingin silaturahim ke Pesantren Al Hijaz,” jelas Siswanto.
Tidak mungkin Pak KH. Ade Fatahillah menolak tamu yang akan bersilaturahmi ke beliau. Beliau akan menerima tamu dari mana saja dari partai mana saja, dari Calon Gubernur mana saja yang akan bersilaturahmi.
“Jadi kesimpulannya Acara Halaqoh PWNU Jawa Barat murni acara nahdatul ulama yang tidak disusupi agenda politik,” jelas Siswanto, yang menjadi juru bicara dari pihak pondok pesanstren Al-Hijaz.***




