POJOKSATU.id - Film horor terbaru berjudul Racun Sangga: Santet Pemisah Rumah Tangga diangkat dari kisah nyata yang menghebohkan media sosial.

Kisah sepasang suami-istri, Andi dan Maya, yang menjadi korban santet racun sangga di Kalimantan, pertama kali viral setelah diunggah oleh akun X @gustigina.

Film Garapan Rizal Mantovani

Disutradarai oleh Rizal Mantovani, film ini menggambarkan kekuatan sihir sangga, sebuah bentuk santet mematikan yang dikenal di Kalimantan. Trailer resmi yang telah dirilis memberikan gambaran intens tentang fenomena ini. Film ini tayang di bioskop mulai 12 Desember 2024.

Baca Juga: Sinopsis Film Sampai Nanti, Hanna, Kisah Cinta Terpendam di Balik Pernikahan, Romansa Menyentuh Agung Sentausa

"Saya Andi, Saya Maya. Racun sangga itu sejenis santet dari daerah kami di Kalimantan. Kami menyebutnya sihir," demikian bunyi prolog yang mengawali trailer resmi tersebut.

Melalui trailer, dijelaskan bahwa racun sangga bekerja dengan memasukkan makhluk gaib ke dalam tubuh korban melalui kiriman untuk menimbulkan sakit fisik.

Sinopsis Film: Kisah Nyata yang Mencekam

Pernikahan Andi dan Maya berlangsung pada 12 Februari 2021 setelah menjalani taaruf selama satu bulan.

Baca Juga: Sinopsis Film TERKUTUK, Ketika Paket Jadi Petaka, Ada Atiqah Hasiholan Hingga Baim Wong, Mengupas Sisi Gelap di Balik Dinding Rumah Susun

Namun, tak lama setelah mereka pindah rumah, kejadian-kejadian ganjil mulai terjadi. Mereka sering menemukan hewan mati di rumah, mendengar suara benda jatuh di genteng, dan merasakan hawa panas yang tak wajar di rumah.

Andi mulai mengalami gejala yang mengkhawatirkan, seperti sakit berkepanjangan, mimpi buruk, halusinasi, hingga batuk berdarah.

Keadaan semakin memburuk hingga ia tak lagi mampu berdiri atau berjalan. Di tengah situasi itu, Maya, yang sedang hamil, harus berjuang merawat suaminya.

Baca Juga: FILM BIOSKOP Tayang DESEMBER 2024, Berbagai Genre, Mulai 5 Desember Hingga Akhir Tahun, Dari Romantis Hingga Teror, Ada Prekuel Ada Juga yang Remake

Berbagai cara telah mereka lakukan, mulai dari pengobatan medis hingga alternatif, namun hasilnya nihil. Bahkan, keadaan mereka menjadi semakin membahayakan nyawa. ***