POJOKSATU.id, BANDUNG – Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, mengatakan tingkat inflasi Oktober 2024 yang berada di level 1,92%, salah satu yang terendah di Indonesia.
Hal ini menggambarkan keberhasilan Jawa Barat menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Ia menegaskan, sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia Jawa Barat memegang peran strategis dalam perekonomian nasional.
“Jadi adanya capaian tersebut menjadi kabar yang menggembirakan untuk kita semua,” ucap Bey di Kantor Perwakilan Bank Indonesia wilayah Jawa Barat.
Pada Triwulan III 2024, pertumbuhan ekonomi mencapai 4,91% (year-on-year), mencerminkan pemulihan stabil di tengah tantangan global.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) diproyeksikan mencapai Rp20,92 triliun pada 2024, hasil nyata dari sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
Bey mengatakan, infrastruktur berperan penting sebagai penggerak ekonomi, meningkatkan konektivitas, dan membuka peluang investasi.
Di Jawa Barat, pembangunan infrastruktur mempercepat pergerakan barang dan jasa serta memudahkan akses masyarakat ke layanan publik.
“Proyek seperti jalan tol membantu menghubungkan wilayah, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan mengurangi biaya logistik yang menghambat daya saing daerah,” kata Bey.
Baca Juga: Ketidakpastian Pasar Keuangan Global Kembali Meningkat, BI : Ekonomi Indonesia Tetap Tumbuh Baik
Selain itu, transportasi publik yang terintegrasi menjadi kebutuhan yang mendesak di wilayah metropolitan seperti Bandung Raya dan Bogor-Depok-Bekasi (Bodebek).
Integrasi moda transportasi seperti Kereta Cepat Jakarta Bandung, LRT, dan BRT harus diarahkan guna menciptakan ekosistem transportasi yang ramah lingkungan, efisien, dan mampu mengurangi kemacetan Serta emisi karbon di perkotaan.
“Tidak kalah penting adalah akses internet. Akses internet yang merata merupakan infrastruktur dasar di era digital,” jelasnya.
Jawa Barat, lanjut Bey, perlu memastikan semua daerah, termasuk yang terpencil, memiliki akses internet berkualitas.
Menurutnya, Internet bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga mendukung pendidikan, layanan kesehatan, dan Pengembangan UMKM.
“Karena itu, jaringan internet desa dan program digitalisasi masyarakat harus terus diperluas,” tutupnya.***



