POJOKSATU.id, BANDUNG -- Bank Indonesia wilayah Jawa Barat mengatakan ekonomi global pada 2024 diprakirakan tumbuh 3,2%.

Jumlah tersebut dinilai cenderung melambat akibat didorong oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Jawa Barat, Muhamad Nur mengatakan, penurunan Feed Funds Futures (FFR) diprakirakan berlanjut dengan ekspektasi penurunan yang lebih rendah.

“Inflasi global dalam tren penurunan hingga mendorong konversi pelonggaran kebijakan moneter, khususnya di negara maju,” ucap Muhammad Nur dalam media update.

Baca Juga: Viral Wakil Ketua Komisi III Sahroni Terkesan Bela Ivan Sugianto, Sampai 3 Kali Unggah Foto di Instagram

Meskipun demikian, ia menegaskan ekonomi Indonesia tetap tumbuh baik. Pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan III 2024 tumbuh positif sebesar 4,95% (yoy), termoderasi dibandingkan triwulan II sebesar 5,05% (yoy).

Hal tersebut didukung oleh permintaan domestik, investasi yang tetap kuat, khususnya investasi bangunan sejalan dengan penyelesaian berbagai Proyek Sttrategis Nasional (PSN).

“Kita bisa melihat faktor konsumsi rumah tangga, khususnya kelas menengah ke atas tetap terjaga, sejalan dengan indeks keyakinan konsumen yang stabil,” jelasnya.

Ada pula ekspor nonmigas tumbuh positif di tengah pelambatanekonomi global dan penurunan harga komoditas.

Baca Juga: Senat Akademik ITB Tetapkan 6 Bakal Calon Rektor ITB 2025-2030

Dari sisi Lapangan Usaha (LU), pertumbuhan ditopang oleh industri Pengolahan, Konstruksi dan perdagangan besar dan eceran.

“Ke depan, berbagai upaya perlu terus ditempuh untuk mendorong pertumbuhan, baik dari sisi permintaan maupun dari sisi penawaran,” jelasnya.

Untuk perekonomian Jawa Barat triwulan III 2024 tumbuh sebesar 4,91% (yoy), sedikit lebih rendah dibandingkan triwulan II 2024 sebesar 4,95% (yoy).

“Pertumbuhan pada triwulan III 2024 terutama bersumber dari terjaganya konsumsi domestik, serta kinerja investasi dan aktivitasekspor yang terus menunjukkan perbaikan,” ucapnya.

Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ditopang oleh kinerja positif dari industri pengolahan, transportasi dan pergudangan, serta sektor konstruksi.

Adapun kinerja konsumsi pemerintah (-0,48% yoy) dan sektor pertanian (-3,26% Yoy) menjadi penahan pertumbuhan ekonomi Jawa Barat.***