POJOKSATU.ID - Kawasan Dago kota Bandung sempat mencekam pada Senin 14 Agustus 2023 malam, pukul 22.00 hingga 03.00 Selasa dinihari.

Aksi pembakaran ban hingga pemblokiran jalan Dago dilakukan warga, karena kecewa atas sikap Polisi yang menolak laporan oleh warga terkait dugaan adanya sertifikat palsu kawasan Dago Elos yang dimiliki pihak lain.

Kericuhan terjadi antara aparat kepolisian dengan warga di Dago Elos, Kota Bandung, pecah Senin malam hingga Selasa dinihari.

Baca Juga: Bentrok Warga dengan Polisi di Dago Bandung, Arogansi Aparat Jadi Sorotan, Bocah 6 Trauma Liat Polisi

Usai bentrok dengan warga, polisi menyisir kawasan Dago Elos untuk mencari pelaku yang melakukan aksi anarkis.

Akibat kejadian itu, tercatat ada 4 orang yang terdiri dari warga setempat dan mahasiswa yang terluka.

Dari informasi yang dihimpun di kawasan Dago Elos, menyebutkan 7 orang yang terdiri dari warga, tim kuasa hukum, dan mahasiswa dibawa atau ditahan Polisi sejak Senin malam pasca kericuhan.

Baca Juga: Warga Karawang Tagih Janji Gubernur soal Pencemaran Sungai Cilamaya

Hery Pramono selaku kuasa hukum Dago Melawan menjelaskan bahwa pasca kericuhan, ada sejumlah orang yang mengalami luka dan dibawa oleh Polisi.

"Warga yang luka itu ada 4, nanti mungkin temen-temen bisa klarifikasi lagi, tapi terakhir itu dini hari itu ada 4 orang dan sekitar 7 yang masih ditahan termasuk satu dari tim kuasa hukum advokasi Dago," kata Kuasa Hukum dari Dago Melawan, Hery Pramono, ketika ditemui di Dago Elos, pada Selasa (15/8).

Jumlah korban kemungkinan masih akan bertambah seiring terus dilakukannya proses pendataan.

Baca Juga: Sosok Pegawai KAI Ditangkap Densus 88 di Mata Pak RT, Orang Baik dan Tukang Langsir Barang

Hery menambahkan, dirinya belum mengetahui secara pasti luka yang diderita oleh korban.

Sebagai tindak lanjut warga yang ditahan polisi, pihaknya akan melakukan pendampingan hukum terhadap mahasiswa, warga, dan kuasa hukum yang dibawa polisi.

"Kita sedang pendampingan teman-teman yang tertangkap, terus ya ada beberapa langkah hukum yang kita mungkin belum bisa dikeluarkan hari ini," terang Hery.

Baca Juga: Begini Sosok DE Pegawai PT KAI yang Ditangkap Densus 88 Polri Terkait Jaringan ISIS di Mata Ketua RT

Hery pun menilai perbuatan yang dilakukan oleh polisi terhadap warga Dago Elos terbilang brutal.

"Saya menilai sangat brutal ya, adanya tembakan gas air mata yang ditembakkan ke arah pemukiman warga pun dinilai tak pantas. Padahal, warga hanya ingin laporannya diterima secara baik oleh polisi, " papar Hery.

Ditegaskan Hery, bahwa warga ini hanya menginginkan laporan polisinya diterima.

Baca Juga: Berencana Top Up ML? Perhatikan Hal Ini Dulu!

"Goals dari warga kan masih ingin laporan diterima. Tapi malah mendapatkan perlakuan seperti ini," ujar dia.

Sebelumnya diberitakan, polisi sempat menembakkan gas air mata ketika kericuhan terjadi, Senin 14 Agustus 2023 malam.

Warga yang terkena gas air mata kemudian melarikan diri ke sejumlah ruas jalan di kawasan Dago atas dekat terminal Dago. ***