POJOKSATU.id - Pernah merasa badan terus dingin padahal orang di sekitar biasa saja?
Sensasi seperti ini memang cukup sering dianggap sepele.
Padahal, tubuh yang mudah kedinginan dalam kondisi lingkungan normal bisa menjadi tanda adanya perubahan tertentu di dalam tubuh.
Rasa dingin tersebut tidak selalu berarti suhu tubuh benar-benar rendah.
Pada sebagian orang, sensasinya lebih terasa pada tangan dan kaki, sementara yang lain bisa merasakan dingin di seluruh tubuh.
Penyebabnya pun beragam. Mulai dari kondisi sederhana seperti kurang minum dan asupan nutrisi yang tidak mencukupi, sampai gangguan kesehatan yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Jangan Abaikan Kalau Disertai Gejala Lain
Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah kemunculan gejala lain bersamaan dengan rasa dingin.
Kelelahan, pusing, kulit terlihat pucat, perubahan rambut atau kuku, berat badan turun tanpa sebab yang jelas, hingga perubahan pola buang air besar bisa menjadi petunjuk mengenai kondisi yang mendasarinya.
Rasa dingin yang disertai nyeri, mati rasa, atau perubahan warna kulit juga sebaiknya tidak dibiarkan begitu saja.
Pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya secara lebih pasti.
Bisa Berkaitan dengan Kurang Zat Besi
Anemia, terutama yang berkaitan dengan kekurangan zat besi, termasuk salah satu kondisi yang dapat membuat seseorang lebih mudah merasa dingin.
Ketika tubuh kekurangan zat besi, produksi hemoglobin dapat terganggu.
Padahal, hemoglobin berperan membawa oksigen ke seluruh tubuh.
Distribusi oksigen yang tidak optimal dapat membuat seseorang mengalami berbagai keluhan, termasuk tubuh terasa dingin, terutama pada bagian tangan dan kaki.
Kurang Minum Juga Bisa Berpengaruh
Jangan cuma fokus pada makanan, kebutuhan cairan juga penting.
Dehidrasi dapat mengganggu kemampuan tubuh dalam mempertahankan suhu internal.
Ketika cairan tubuh tidak mencukupi, mekanisme pengaturan suhu bisa ikut terganggu sehingga rasa dingin lebih mudah muncul.
Karena itu, mencukupi kebutuhan cairan setiap hari menjadi salah satu kebiasaan sederhana yang penting untuk menjaga fungsi tubuh.
Gula Darah Terlalu Rendah
Kondisi hipoglikemia atau gula darah rendah juga dapat membuat tubuh terasa dingin dan lemas.
Gula darah merupakan salah satu sumber energi utama tubuh.
Ketika kadarnya turun terlalu rendah, tubuh dapat kekurangan energi untuk menjalankan berbagai fungsi, termasuk proses menghasilkan dan mempertahankan panas.
Jika rasa dingin muncul bersama kelemasan atau keluhan lain yang mengarah pada gula darah rendah, penyebabnya perlu diperhatikan lebih lanjut.
Stres Bisa Membuat Tangan dan Kaki Dingin
Ternyata, kondisi psikologis juga dapat memengaruhi sensasi suhu tubuh.
Saat mengalami stres atau kecemasan, tubuh dapat memicu penyempitan pembuluh darah di bagian perifer.
Akibatnya, aliran darah menuju tangan dan kaki berkurang sehingga bagian tersebut terasa lebih dingin.
Jadi, kalau tangan mendadak dingin ketika sedang tegang atau cemas, respons tersebut bisa berkaitan dengan mekanisme alami tubuh menghadapi stres.
Gangguan Tiroid Jangan Dilupakan
Hipotiroidisme merupakan kondisi ketika kelenjar tiroid tidak menghasilkan hormon tiroid dalam jumlah yang cukup.
Hormon tiroid memiliki peran penting dalam mengatur metabolisme dan produksi panas tubuh.
Ketika hormon tersebut kurang, metabolisme dapat melambat dan seseorang menjadi lebih sensitif terhadap suhu dingin.
Kondisi ini biasanya perlu ditangani berdasarkan penyebab dan hasil pemeriksaan medis.
Infeksi Bisa Menimbulkan Rasa Menggigil
Rasa dingin atau menggigil juga dapat muncul ketika tubuh sedang melawan infeksi.
Saat sistem kekebalan bekerja menghadapi infeksi, tubuh dapat mengalami perubahan suhu dan respons peradangan.
Akibatnya, seseorang bisa merasa menggigil meskipun sebenarnya suhu tubuh sedang meningkat karena demam.
Karena itu, rasa dingin yang muncul bersamaan dengan demam atau keluhan infeksi lainnya perlu dilihat sebagai satu rangkaian gejala.
Kondisi Ginjal dan Lemak Tubuh Ikut Berperan
Penyakit ginjal kronis dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh.
Salah satunya berkaitan dengan anemia karena ginjal berperan dalam menghasilkan hormon yang membantu pembentukan sel darah merah.
Gangguan fungsi ginjal juga dapat menyebabkan perubahan keseimbangan tubuh yang berkontribusi terhadap berbagai keluhan, termasuk sensasi dingin.
Di sisi lain, orang dengan kadar lemak tubuh yang sangat rendah juga bisa lebih mudah kedinginan.
Lemak berfungsi sebagai salah satu lapisan isolasi alami yang membantu mempertahankan panas tubuh.
Perubahan Hormon Bisa Membuat Tubuh Lebih Sensitif
Perubahan hormon juga dapat memengaruhi kemampuan tubuh mengatur suhu.
Fluktuasi hormon selama menstruasi, kehamilan, maupun menopause dapat membuat seseorang lebih sensitif terhadap perubahan suhu.
Akibatnya, sensasi panas dan dingin dapat muncul secara bergantian atau tiba-tiba.
Lalu, Apa yang Bisa Dilakukan?
Penanganannya tentu harus disesuaikan dengan penyebab.
Namun, beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu menjaga tubuh tetap nyaman.
Pastikan tubuh mendapatkan cukup cairan dan konsumsi makanan bergizi seimbang.
Asupan yang mengandung zat besi dan sumber energi juga penting, terutama jika kebutuhan nutrisi belum tercukupi.
Saat berada di tempat dingin, gunakan pakaian yang cukup tebal dan berlapis.
Aktivitas fisik secara rutin juga dapat membantu menjaga sirkulasi darah.
Selain itu, jangan lupa mengelola stres.
Teknik relaksasi, tidur yang cukup, dan aktivitas fisik dapat membantu tubuh menghadapi tekanan dengan lebih baik.
Menjaga berat badan tetap sehat juga penting.
Jangan sampai pembatasan makanan yang berlebihan membuat tubuh kekurangan energi maupun nutrisi yang dibutuhkan.
Jika badan terus terasa dingin tanpa penyebab yang jelas, apalagi disertai keluhan lain, sebaiknya jangan hanya mengandalkan pakaian hangat atau minuman panas.
Pemeriksaan tenaga kesehatan dapat membantu mencari akar masalah sehingga penanganannya lebih tepat.
Tubuh sebenarnya sering memberikan sinyal sebelum kita menyadari ada sesuatu yang perlu diperhatikan.
Rasa dingin yang muncul sesekali mungkin bukan masalah besar, tetapi jika terus berulang dan disertai gejala lain, jangan buru-buru menganggapnya sepele.
Mendengarkan sinyal tubuh dan mencari bantuan yang tepat merupakan bentuk sederhana dari menjaga diri.***




