POJOKSATU.id - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW biasanya diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan yang berlangsung khidmat sekaligus hangat.
Selain ceramah dan pembacaan selawat, pantun juga bisa menjadi selingan yang membuat suasana acara lebih hidup.
Pantun dapat disampaikan oleh pembawa acara, panitia, penceramah, maupun tamu undangan.
Isinya pun bisa disesuaikan, mulai dari ucapan selamat datang, ajakan memperbanyak selawat, pesan tentang akhlak Rasulullah, sampai kalimat penutup yang menyentuh hati.
Baca Juga: Hercules Tanggapi Tantangan Duel Habib Bahar, Kami Seperti Saudara, Aku Kasih Karpet Merah
Nah, berikut 35 pantun Maulid Nabi yang menarik untuk dibawakan saat acara.
Pantun Pembuka Maulid Nabi
Pergi ke taman membawa bunga,
Bunga dirangkai di pagi hari,
Maulid Nabi kita sambut bersama,
Dengan selawat sepenuh hati.
2. Pagi cerah burung bernyanyi,
Embun bening membasahi taman,
Mari kita awali acara ini,
Dengan doa penuh keberkahan.
3. Ke pasar membeli buah delima,
Pulang membawa buah pepaya,
Selamat datang para hadirin semua,
Mari mengenang Rasul tercinta.
Baca Juga: Sembilan Kiai Sepuh Terpilih untuk Bermusyawarah Menentukan Ketua Umum PBNU 2026-2031
4. Naik perahu menuju seberang,
Air tenang terkena cahaya,
Mari berkumpul dengan hati tenang,
Memperingati Maulid Nabi mulia.
5. Bunga melati harum mewangi,
Tumbuh subur di dekat perigi,
Mari awali acara hari ini,
Dengan bismillah sepenuh hati.
6. Ke kebun pagi memetik tomat,
Tomat merah dimasukkan keranjang,
Mari berselawat dengan semangat,
Semoga acara membawa terang.
7. Burung berkicau di atas dahan,
Angin berembus membawa damai,
Maulid Nabi menjadi kesempatan,
Memperkuat cinta kepada Sang Nabi.
Pantun tentang Keteladanan Rasulullah
8. Bunga mawar tumbuh berseri,
Harumnya sampai ke halaman,
Rasulullah teladan diri,
Akhlaknya indah sepanjang zaman.
9. Air mengalir menuju muara,
Jernih terlihat di tengah kali,
Mari teladani akhlak mulia,
Agar hidup semakin berarti.
10. Padi menguning di tengah sawah,
Petani pulang membawa hasil,
Rasul mengajarkan hidup amanah,
Jujur dan sabar dalam setiap langkah.
11. Langit cerah dihiasi awan,
Burung terbang menuju taman,
Nabi mengajarkan kasih sayang,
Mari berbagi kepada sesama insan.
12. Pergi ke pasar membeli kurma,
Singgah sebentar membeli delima,
Nabi Muhammad panutan kita,
Akhlaknya mulia sepanjang masa.
13. Pohon kurma tumbuh menjulang,
Buahnya manis disukai insan,
Mari ikuti ajaran yang gemilang,
Agar selamat dalam kehidupan.
Pantun Salawat Maulid Nabi
14. Bunga kenanga harum mewangi,
Tumbuh indah di taman hati,
Mari berselawat setiap hari,
Semoga cinta Rasul terus bersemi.
15. Mentari pagi menyinari bumi,
Angin sejuk menyapa perlahan,
Perbanyak selawat sepenuh hati,
Semoga mendapat keberkahan.
16. Naik sepeda menuju kota,
Berhenti sebentar membeli roti,
Selawat Nabi mari bersama,
Dengan ikhlas dari dalam hati.
17. Bintang bersinar di malam hari,
Bulan terang menemani malam,
Selawat Nabi mari lantunkan lagi,
Agar hati terasa tenteram.
18. Pergi ke kebun membawa tali,
Pulang membawa buah pepaya,
Jangan bosan berselawat setiap hari,
Sebagai wujud cinta kepada Nabi tercinta.
19. Burung merpati terbang tinggi,
Hinggap sebentar di atas batu,
Mari selawat sepenuh hati,
Semoga syafaat menanti kita selalu.
Pantun Maulid Nabi untuk Sambutan
20. Menyusuri taman melihat melati,
Harumnya lembut terbawa angin,
Maulid Nabi menguatkan hati,
Menjadi pengingat agar iman terjaga.
21. Ke sawah membawa cangkul,
Pulang sore membawa padi,
Mari jadikan Maulid sebagai bekal,
Untuk memperbaiki akhlak diri.
22. Beli rambutan di pinggir jalan,
Buah dibawa ke rumah saudara,
Mari hidup dalam persaudaraan,
Meneladani Rasul yang mulia.
23. Pergi berlayar membawa bekal,
Singgah sebentar di tepi pantai,
Pesan Rasul hendaknya diamalkan,
Agar kehidupan penuh damai.
24. Pagi hari menanam bunga,
Sore hari menyiram kembali,
Maulid Nabi bukan sekadar acara,
Mari teladani beliau dalam diri.
25. Burung pipit hinggap di dahan,
Terbang rendah menuju taman,
Mari jaga tali persaudaraan,
Dengan kasih dan saling menolong sesama.
Pantun Maulid Nabi Bernuansa Ringan
26. Pergi ke pasar membeli ketan,
Pulang membawa buah nangka,
Kalau sudah berkumpul bersama hadirin,
Jangan lupa selawat bersama-sama.
27. Beli donat di pagi hari,
Dimakan bersama secangkir kopi,
Acara Maulid terasa berseri,
Kalau selawat memenuhi hati.
28. Naik sepeda melewati taman,
Berhenti sebentar melihat merpati,
Bukan sekadar mencari makanan,
Kita hadir menambah ilmu dan memperbaiki diri.
29. Ke warung membeli serabi,
Pulang membawa buah mangga,
Mari rayakan Maulid Nabi,
Dengan gembira dan penuh doa.
Pantun Penutup Maulid Nabi
30. Mentari senja mulai tenggelam,
Langit jingga tampak berseri,
Acara Maulid selesai malam,
Semoga hikmahnya menetap di hati.
31. Bunga melati harum mewangi,
Tumbuh indah di halaman rumah,
Terima kasih atas hadirnya hadirin semua,
Semoga pertemuan membawa berkah.
32. Burung kembali menuju sarang,
Senja datang membawa damai,
Walau acara telah berakhir sekarang,
Semoga cinta Rasul tak pernah usai.
33. Pohon kurma tumbuh berjajar,
Buahnya manis terasa nikmat,
Mari pulang membawa pelajaran,
Untuk diamalkan dengan penuh semangat.
34. Langit malam dihiasi bintang,
Cahayanya indah menerangi bumi,
Maulid Nabi telah kita kenang,
Semoga bertambah iman di dalam diri.
35. Angin malam terasa sejuk,
Bintang bersinar menghiasi langit,
Jika ada salah kata yang kurang elok,
Mohon dimaafkan dengan hati yang baik.
Semoga pantun-pantun tersebut dapat menjadi pilihan untuk berbagai kebutuhan acara Maulid Nabi Muhammad SAW.
Baik saat membuka acara, menyampaikan sambutan, mengajak hadirin berselawat, maupun ketika menutup kegiatan.
Hal yang paling penting, kemeriahan Maulid Nabi tidak berhenti pada rangkaian acara saja.
Nilai kasih sayang, kesabaran, kejujuran, dan akhlak mulia Rasulullah SAW semoga ikut kita bawa pulang dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.***




