POJOKSATU.id — Telur menjadi salah satu bahan makanan yang cukup sering dikonsumsi karena mudah diolah dan mengandung protein serta berbagai zat gizi yang dibutuhkan tubuh.
Di pasaran, telur ayam, telur bebek, dan telur puyuh menjadi beberapa jenis yang paling mudah ditemukan.
Ketiganya sama-sama dapat menjadi sumber protein, tetapi memiliki kandungan kalori, lemak, dan kolesterol yang berbeda.
Jika dibandingkan berdasarkan berat yang sama, yaitu 100 gram telur utuh mentah, perbedaan kandungan gizinya menjadi lebih mudah terlihat.
Baca Juga: Kenapa Kelabang Sering Masuk Rumah? Kenali Penyebab dan Cara Mencegahnya
Telur ayam memiliki sekitar 143 kilokalori, 12,6 gram protein, 9,5 gram lemak, dan 372 miligram kolesterol per 100 gram.
Sementara itu, telur bebek mengandung sekitar 185 kilokalori, 12,8 gram protein, 13,8 gram lemak, dan 884 miligram kolesterol dalam jumlah yang sama.
Adapun telur puyuh menyediakan sekitar 158 kilokalori, 13,1 gram protein, 11,1 gram lemak, serta 844 miligram kolesterol per 100 gram.
Dari angka tersebut, telur puyuh memiliki kandungan protein yang sedikit lebih tinggi dibandingkan telur ayam dan telur bebek.
Meski demikian, selisih protein di antara ketiganya tidak terlalu jauh.
Baca Juga: Bantuan Logistik untuk Massa Demo DPR Kembali Tertahan, Boleh Masuk tapi Harus Jalan Kaki
Artinya, ketiganya tetap dapat menjadi pilihan sumber protein dalam menu makanan sehari-hari.
Perbedaan yang lebih terlihat justru terdapat pada jumlah kalori dan lemak.
Telur ayam memiliki kandungan kalori serta lemak paling rendah dibandingkan dua jenis telur lainnya.
Telur bebek berada di posisi tertinggi untuk kandungan kalori dan lemak.
Hal ini membuat telur bebek memiliki cita rasa yang lebih gurih dan tekstur kuning telur yang lebih kaya.
Baca Juga: Komaruddin Nursi Kasman Angkat Sejarah Tobelo-Galela di Forum Internasional Filipina
Sementara itu, telur puyuh berada di antara telur ayam dan bebek dalam hal kalori serta kandungan lemak.
Perbedaan lainnya dapat dilihat dari kandungan kolesterol.
Dalam perbandingan per 100 gram, telur ayam memiliki jumlah kolesterol paling rendah.
Telur puyuh mengandung kolesterol jauh lebih tinggi dibandingkan telur ayam, sedangkan telur bebek menjadi yang paling tinggi di antara ketiganya.
Baca Juga: Warga Bantu Demo 27 Agustus Bagikan Air Mineral Hasil Sumbangan Sukarela
Namun, perlu diperhatikan bahwa perbandingan berdasarkan 100 gram tidak sama dengan perbandingan berdasarkan satu butir telur.
Ukuran masing-masing telur berbeda sehingga jumlah zat gizi yang dikonsumsi dari satu butir juga tidak sama.
Dengan demikian, tidak tepat jika satu jenis telur disebut mutlak paling sehat untuk semua orang.
Pilihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan pola makan masing-masing.
Baca Juga: Water Cannon Polisi Disiagakan di Gatot Subroto Jelang Demo Besar 27 Agustus di DPR
Bagi yang mencari pilihan dengan kalori dan lemak lebih rendah sekaligus memiliki kandungan protein yang baik, telur ayam dapat menjadi pilihan yang cukup seimbang.
Telur puyuh juga dapat menjadi alternatif untuk variasi makanan, terutama karena kandungan proteinnya sedikit lebih tinggi jika dihitung berdasarkan berat yang sama.
Sementara itu, telur bebek bisa menjadi pilihan bagi yang menyukai rasa lebih gurih dan kandungan lemak yang lebih tinggi.
Akan tetapi, konsumsinya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan makanan secara keseluruhan.
Cara mengolah telur juga perlu diperhatikan.
Baca Juga: Demo DPR 27 Agustus Hari Ini, Jalan Tak Ditutup Total: Ini Ruas yang Berpotensi Dialihkan Polisi
Telur yang direbus atau dimasak dengan sedikit minyak tentu berbeda dengan telur yang digoreng menggunakan banyak minyak karena tambahan minyak dapat meningkatkan jumlah kalori dan lemak dalam makanan.
Jadi, jika pertanyaannya adalah mana yang paling seimbang untuk konsumsi sehari-hari, telur ayam menjadi salah satu pilihan yang praktis karena mengandung protein cukup tinggi dengan kalori, lemak, dan kolesterol yang lebih rendah dibandingkan telur bebek dan puyuh dalam perbandingan per 100 gram.
Pada akhirnya, keberagaman makanan dan pola makan secara keseluruhan tetap lebih penting daripada hanya memilih satu jenis telur.***




