POJOKSATU.ID - Sajian kuliner khas perayaan kemerdekaan selalu menjadi pusat perhatian utama dalam setiap perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia.

Salah satu hidangan yang paling ikonik dan wajib ada di setiap perayaan warga adalah nasi tumpeng dengan nuansa merah putih.

Pembuatan nasi tumpeng merah putih ini memanfaatkan bahan alami seperti pewarna beras dari buah naga atau cabai merah untuk warna merah, serta gurihnya nasi uduk atau nasi gurih untuk warna putih.

Lomba menghias tumpeng pun menjadi ajang kreativitas yang seru dan dinantikan oleh berbagai kelompok masyarakat, khususnya ibu-ibu di lingkungan RT maupun instansi.

Baca Juga: Pilihan Destinasi Wisata Edukasi Sejarah Terbaik Di Indonesia Untuk Menyambut Hari Kemerdekaan

Berikut adalah beberapa makanan khas 17-an dan pelengkap tradisional yang bisa menjadi inspirasi menu saat lomba tumpeng:

- Nasi Tumpeng Merah Putih
Beras beras bermutu yang dimasak dengan ekstrak alami merah di bagian atas serta nasi uduk gurih di bagian bawah untuk menyimbolkan bendera Indonesia.

- Ayam Goreng Lengkuas/Ayam Bumbu Rujak
Olahan ayam berumbu kaya rempah yang memberikan cita rasa gurih legit dan tekstur renyah sebagai lauk utama tumpeng.

- Orek Tempe Basah atau Kering
Pelengkap wajib ber cita rasa manis gurih yang memberikan tekstur kontras dan melengkapi warna sajian piring tumpeng.

Baca Juga: Mengintip 5 Inspirasi Lomba 17-an Anti-Mainstream Untuk Mempererat Kebersamaan

- Perkedel Kentang Bumbu Rempah
Lauk pendamping berbentuk bulat lembut yang dibuat dari olahan kentang dan daging cincang dengan aroma daun bawang yang harum.

- Telur Dadar Rawis dan Sambal Goreng Ati
Telur iris tipis melingkar serta sambal ati ampela pedas gurih yang mempercantik tampilan visual di sekitar tumpeng.

- Kue Apem Merah Putih
Kudapan tradisional legendaris bertekstur lembut yang sering dijadikan simbol rasa syukur dan permohonan ampunan selama perayaan.

Proses penyusunan lauk-pauk di sekitar nasi tumpeng harus memperhatikan keseimbangan warna, bentuk, dan cita rasa agar terlihat menarik di mata juri.

Penggunaan hiasan alami seperti ukiran wortel, mentimun, cabai merah, dan daun pisang segar akan menambah nilai estetika secara keseluruhan.

Selain rasa hidangan yang lezat, kebersihan dan kerapian dalam penataan menjadi poin krusial untuk memenangkan kompetisi lomba tumpeng.

Kehadiran kuliner khas kemerdekaan ini bukan sekadar pemuas dahaga dan lapar, melainkan simbol kebersamaan dan rasa syukur seluruh warga.

Melalui masakan tradisional ini, nilai-nilai kebudayaan dan tradisi leluhur dapat terus dilestarikan oleh generasi muda secara menyenangkan.

Oleh karena itu, mempersiapkan konsep tumpeng kreasi merah putih yang matang akan membuat perayaan 17 Agustus terasa kian berkesan dan meriah.***