POJOKSATU.id - Kasur lantai menjadi pilihan banyak orang karena praktis digunakan di kamar kos, apartemen, ruang keluarga, hingga sebagai tempat tidur tambahan saat ada tamu.
Namun, di balik kepraktisannya, kasur yang langsung diletakkan di lantai memiliki risiko lebih tinggi mengalami kelembapan, bau apek, bahkan ditumbuhi jamur apabila tidak dirawat dengan benar.
Posisi kasur yang menempel langsung ke lantai membuat bagian bawahnya sulit mendapatkan aliran udara.
Saat tubuh mengeluarkan panas dan keringat selama tidur, sementara lantai memiliki suhu lebih dingin, uap air dapat terjebak di bawah kasur.
Kondisi tersebut menjadi lingkungan ideal bagi tumbuhnya jamur jika berlangsung dalam waktu lama.
Selain itu, ruangan dengan ventilasi minim atau tingkat kelembapan tinggi juga memperparah kondisi tersebut.
Kamar yang jarang dibuka jendelanya, kebiasaan menjemur pakaian di dalam ruangan, hingga lantai yang lembap dapat membuat kasur semakin sulit mengering.
Baca Juga: Anak Telur
Ada beberapa tanda yang menunjukkan kasur lantai mulai menyimpan kelembapan.
Di antaranya bagian bawah kasur terasa dingin atau sedikit basah, muncul aroma apek saat kasur dibuka, sprei terasa lembap meski tidak terkena tumpahan, hingga muncul bercak berwarna hitam, hijau, atau keabu-abuan pada bagian bawah kasur maupun sudut-sudutnya.
Kasur yang terus menempel di lantai tanpa pernah diangkat menjadi salah satu penyebab utama munculnya jamur.
Kebiasaan membiarkan kasur tetap tergelar sepanjang hari membuat bagian bawahnya tidak memperoleh sirkulasi udara yang cukup.
Baca Juga: Insiden Satpam dengan Sopir Alphard di Bundaran HI, Wagub Rano Sebut Sudah Selesai Masalahnya
Selain itu, sprei yang jarang dicuci juga dapat mempercepat timbulnya bau tidak sedap.
Keringat, minyak tubuh, debu, dan sel kulit mati yang menumpuk pada sprei akan ikut memengaruhi kondisi kasur jika tidak dibersihkan secara rutin.
Kasur lipat pun memiliki tantangan tersendiri. Banyak orang langsung melipat dan menyimpannya setelah digunakan tanpa memastikan permukaannya benar-benar kering.
Baca Juga: Estimasi Jam Bertanding Wakil Indonesia di Perempat Final China Open 2026, Jojo Main Lebih Awal
Akibatnya, uap air terjebak di area lipatan sehingga memicu munculnya bau apek maupun jamur.
Agar kasur lantai tetap bersih dan awet, biasakan membuka selimut setelah bangun tidur dan biarkan permukaan kasur terkena udara beberapa saat.
Mengangkat atau menyandarkan kasur ke dinding setiap hari juga membantu mempercepat penguapan kelembapan pada bagian bawah.
Perawatan mingguan tidak kalah penting.
Cuci sprei dan sarung bantal secara rutin, bersihkan permukaan kasur menggunakan vacuum cleaner, serta angin-anginkan kasur di tempat teduh dengan sirkulasi udara yang baik.
Pemeriksaan berkala pada bagian bawah dan sisi kasur juga perlu dilakukan untuk memastikan tidak ada tanda-tanda jamur.
Sirkulasi udara kamar turut berperan besar dalam menjaga kondisi kasur.
Membuka jendela setiap pagi, menggunakan kipas angin untuk membantu pergerakan udara, serta menghindari menjemur pakaian di dalam kamar dapat membantu menjaga kelembapan tetap terkendali.
Baca Juga: Update Kisi-Kisi TKA SMA 2026 Terbaru, Lengkap Jadwal, Mata Pelajaran, dan Materi yang Diujikan
Pemilihan alas kasur juga sebaiknya diperhatikan.
Menggunakan tatakan kayu atau alas dengan celah udara dapat membantu bagian bawah kasur memperoleh ventilasi yang lebih baik dibandingkan meletakkannya langsung di lantai.
Hindari penggunaan karpet tebal yang jarang dibersihkan karena dapat menyimpan kelembapan lebih lama.
Bagi pengguna kasur lipat, pastikan kasur benar-benar kering sebelum dilipat dan disimpan.
Baca Juga: Para Atlet Muda Raih Beasiswa Academy di Banyuwangi BMX Supercross 2026
Simpan di tempat yang kering serta jauh dari area yang lembap agar kualitas kasur tetap terjaga.
Merawat kasur lantai sebenarnya tidak memerlukan langkah yang rumit.
Konsistensi dalam menjaga kebersihan, memastikan sirkulasi udara tetap baik, serta mengurangi kelembapan ruangan menjadi kunci utama agar kasur tetap nyaman digunakan dalam jangka panjang.
Kasur bukan sekadar tempat beristirahat, tetapi juga ruang untuk memulihkan energi setelah menjalani aktivitas sehari-hari.
Baca Juga: China Open 2026: 4 Wakil Indonesia Lolos Perempat Final, Ini Lawannya Jumat Besok
Dengan perawatan yang sederhana namun rutin, kenyamanan tidur dapat tetap terjaga, sekaligus membuat kasur lebih awet dan selalu siap menemani setiap malam dengan kualitas istirahat yang lebih baik.***




