POJOKSATU.id — Ikan cupang menjadi salah satu ikan hias yang banyak dipelihara karena perawatannya tergolong mudah dibandingkan jenis ikan hias lainnya.
Ikan ini memiliki organ labirin, yaitu organ pernapasan khusus yang memungkinkannya mengambil oksigen langsung dari udara.
Kemampuan tersebut membuat cupang dapat bertahan hidup di perairan dengan kadar oksigen yang rendah.
Meski demikian, bukan berarti ikan cupang tidak memerlukan perawatan.
Baca Juga: Lap Dapur Bau Tengik? Ini Penyebab dan Cara Menghilangkannya dengan Mudah
Agar tetap sehat, aktif, serta memiliki warna dan sirip yang indah, ikan cupang tetap membutuhkan lingkungan hidup yang bersih dan perawatan yang tepat.
Salah satu hal yang sering ditanyakan oleh pemilik ikan cupang adalah apakah akuarium perlu dilengkapi dengan filter.
Pada dasarnya, penggunaan filter tidak menjadi keharusan, terutama jika ikan dipelihara di akuarium atau wadah berukuran kecil.
Hal ini karena ikan cupang lebih menyukai air yang tenang.
Arus air yang terlalu deras dari filter justru dapat membuat ikan mudah stres, cepat lelah saat berenang, bahkan mengganggu aktivitas sehari-harinya.
Meski tidak wajib, filter tetap dapat digunakan apabila ikan dipelihara di akuarium berukuran lebih besar atau ketika pemilik ingin menjaga kualitas air tetap stabil dalam jangka waktu lebih lama.
Namun, jenis filter yang digunakan sebaiknya memiliki aliran air yang lembut, seperti filter spons (sponge filter) atau filter dengan debit air yang dapat diatur.
Dengan cara tersebut, air tetap bersih tanpa menciptakan arus yang terlalu kuat sehingga ikan cupang tetap merasa nyaman.
Selain mempertimbangkan penggunaan filter, ukuran wadah juga menjadi faktor penting dalam memelihara ikan cupang.
Sebaiknya ikan dipelihara di akuarium atau wadah dengan kapasitas minimal 10 hingga 20 liter.
Baca Juga: Netflix Ungkap Film Terpopuler Semester I 2026, Ini 5 Judul dengan Penonton Terbanyak
Ruang yang lebih luas memberikan keleluasaan bagi ikan untuk berenang sekaligus membantu menjaga kualitas air lebih stabil dibandingkan wadah yang terlalu sempit.
Kebersihan air juga perlu diperhatikan secara rutin.
Jika akuarium tidak menggunakan filter, penggantian air sekitar 30 hingga 50 persen sebaiknya dilakukan setiap dua hingga tiga hari sekali atau lebih cepat apabila air mulai terlihat keruh dan kotor.
Sementara itu, pada akuarium yang sudah menggunakan filter, penggantian air umumnya cukup dilakukan sekitar 20 hingga 30 persen setiap satu minggu sekali.
Baca Juga: CEK DISINI! 18 Bidang Studi Umum yang Dibuka pada Seleksi PPG Calon Guru 2026!
Pergantian air secara berkala akan membantu mengurangi penumpukan kotoran dan menjaga kesehatan ikan.
Pemberian pakan juga harus dilakukan dengan jumlah yang sesuai.
Ikan cupang dapat diberi pelet khusus berkualitas, cacing darah (bloodworm), artemia, maupun kutu air sebagai variasi makanan.
Pakan sebaiknya diberikan satu hingga dua kali sehari dalam jumlah secukupnya.
Baca Juga: 13 Cara Agar Live Jualan di TikTok Rame, Penonton Makin Banyak dan Peluang Closing Naik
Hindari memberi makan secara berlebihan karena sisa pakan yang mengendap di dasar akuarium dapat mencemari air dan memicu pertumbuhan bakteri.
Selain itu, suhu air perlu dijaga agar tetap stabil.
Suhu ideal bagi ikan cupang berkisar antara 26 hingga 28 derajat Celsius.
Pada daerah yang memiliki suhu udara relatif dingin, penggunaan heater dapat menjadi solusi untuk menjaga suhu air tetap hangat sehingga ikan tidak mudah mengalami stres maupun terserang penyakit.
Pemilik juga sebaiknya tidak menempatkan dua ikan cupang jantan dalam satu wadah.
Cupang jantan dikenal memiliki sifat teritorial yang kuat sehingga cenderung saling menyerang ketika berada di tempat yang sama.
Pertarungan tersebut dapat menyebabkan luka serius hingga berisiko mengakibatkan kematian.
Karena itu, memelihara satu ekor cupang jantan dalam satu akuarium merupakan pilihan yang lebih aman.
Untuk membuat ikan merasa lebih nyaman, tambahkan tanaman air hidup maupun dekorasi yang aman sebagai tempat berlindung.
Baca Juga: Kades Sukaharja Pastikan Hak Pendidikan Anak Tetap Terpenuhi, Kini Bersekolah di SDN Sukaharja 3
Keberadaan tanaman atau ornamen dapat membantu mengurangi stres sekaligus memberikan area bagi ikan untuk beristirahat.
Pastikan dekorasi yang digunakan tidak memiliki ujung tajam agar sirip cupang yang panjang dan halus tidak mudah robek.
Kondisi kesehatan ikan juga perlu dipantau setiap hari.
Ikan cupang yang sehat umumnya berenang aktif, memiliki nafsu makan yang baik, serta memperlihatkan warna tubuh yang cerah dengan sirip yang mengembang sempurna.
Baca Juga: Strategi Kemendikdasmen Perkuat Mutu Guru SMK Melalui PPG Calon Guru 2026
Sebaliknya, apabila ikan terlihat lesu, lebih sering berdiam di dasar akuarium, kehilangan nafsu makan, atau siripnya tampak rusak, segera periksa kualitas air dan lakukan penanganan yang diperlukan agar kondisinya tidak semakin memburuk.
Secara keseluruhan, penggunaan filter pada akuarium ikan cupang sebenarnya tidak wajib.
Bagi pemula, memelihara cupang tanpa filter tetap dapat dilakukan selama kebersihan air dijaga dengan rutin mengganti air dan menghindari pemberian pakan secara berlebihan.
Namun, jika menggunakan akuarium berukuran besar, filter dengan aliran air yang lembut dapat menjadi pilihan untuk membantu menjaga kualitas air tetap bersih dan stabil tanpa mengganggu kenyamanan ikan.***




