POJOKSATU.id - Posisi tidur ternyata tidak hanya memengaruhi kenyamanan saat beristirahat, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Mulai dari kesehatan tulang belakang, sistem pencernaan, hingga kualitas pernapasan, semuanya dapat dipengaruhi oleh cara seseorang berbaring saat tidur.
Tak heran jika banyak orang bertanya, posisi tidur yang baik sebaiknya menghadap ke mana?
Baca Juga: Menerjang Ombak Demi Nasabah, Kisah Mantri Perempuan BRI Menjaga Akses Keuangan di Kepulauan Banggai
Jawabannya tidak selalu sama karena bergantung pada kondisi kesehatan masing-masing.
Namun, dari sudut pandang medis, ada beberapa posisi yang dinilai lebih menguntungkan dibandingkan posisi lainnya.
Tidur miring menjadi pilihan yang paling banyak direkomendasikan
Banyak ahli kesehatan menyarankan posisi tidur miring karena dinilai mampu menjaga postur tubuh tetap alami sekaligus membantu proses pernapasan berlangsung lebih baik.
Tidur miring ke kanan sering dianggap nyaman bagi sebagian orang dan dipercaya dapat membantu tubuh beristirahat dengan lebih rileks.
Posisi ini juga dikaitkan dengan proses pembuangan limbah metabolisme di otak melalui sistem glimfatik yang bekerja saat seseorang tidur.
Sementara itu, tidur miring ke kiri memiliki manfaat tersendiri, terutama bagi penderita gangguan asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD).
Baca Juga: Anniversary ke-17 PMHB: Satu Hati, Satu Aspal, Satu Bekasi Perkuat Persaudaraan Komunitas Honda
Posisi ini membantu menjaga asam lambung tetap berada di dalam lambung sehingga risiko naik ke kerongkongan dapat berkurang.
Selain itu, ibu hamil juga umumnya dianjurkan tidur miring ke kiri karena posisi tersebut dapat membantu melancarkan aliran darah menuju plasenta dan janin sekaligus mengurangi tekanan pada organ-organ di dalam perut.
Bagaimana dengan posisi telentang?
Tidur telentang masih menjadi pilihan yang baik bagi sebagian orang karena mampu menjaga posisi kepala, leher, dan tulang belakang tetap sejajar.
Namun, posisi ini kurang disarankan bagi mereka yang sering mendengkur atau mengalami sleep apnea, karena lidah lebih mudah jatuh ke belakang sehingga saluran napas dapat menyempit.
Untuk bayi, justru tidur telentang merupakan posisi yang paling aman karena mampu menurunkan risiko Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) atau sindrom kematian bayi mendadak.
Baca Juga: Hakim Andi Saputra Beda Pendapat, Minta Nadiem Dibebaskan Karena Tak Ada Niat Jahat
Tidur tengkurap sebaiknya tidak dilakukan terlalu sering
Meski sebagian orang merasa nyaman tidur tengkurap, posisi ini umumnya tidak menjadi pilihan utama dari sisi medis.
Tidur tengkurap dapat memberikan tekanan berlebih pada leher serta tulang belakang sehingga berpotensi menyebabkan nyeri ketika bangun tidur.
Dalam kondisi tertentu, misalnya pada sebagian penderita sleep apnea, dokter mungkin memberikan rekomendasi berbeda sesuai kebutuhan pasien.
Benarkah arah kepala saat tidur berpengaruh?
Selain posisi tubuh, arah kepala saat tidur juga sering menjadi pembahasan.
Dalam beberapa tradisi, seperti Vastu Shastra, kepala yang menghadap utara tidak dianjurkan karena diyakini dapat memengaruhi kualitas tidur akibat pengaruh medan magnet bumi.
Baca Juga: Stok Nasional Tembus 5,1 Juta Ton, Mentan Amran Tawarkan Ekspor 10 Ribu Ton Beras ke Singapura
Namun, hingga saat ini belum terdapat bukti ilmiah yang kuat bahwa arah mata angin saat tidur secara langsung memengaruhi kesehatan.
Dari sisi medis, yang lebih penting adalah memastikan tubuh berada pada posisi yang nyaman, kasur mampu menopang tubuh dengan baik, dan kualitas tidur tetap terjaga.
Sebagian orang juga memilih menghindari posisi kaki menghadap pintu atau cermin karena alasan budaya maupun keyakinan.
Baca Juga: Kas Pemerintah Tembus Rp590 Triliun, Purbaya Siapkan Rp400 Triliun Masuk Bank Himbara
Hal tersebut merupakan pilihan pribadi yang tidak berkaitan langsung dengan rekomendasi medis.
Sesuaikan dengan kondisi kesehatan
Setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda sehingga tidak ada satu posisi tidur yang paling ideal untuk semua orang.
Bagi penderita GERD, tidur miring ke kiri menjadi pilihan yang lebih dianjurkan.
Ibu hamil juga umumnya disarankan menggunakan posisi yang sama.
Sementara itu, bagi penderita gangguan jantung atau penyakit tertentu lainnya, posisi tidur sebaiknya disesuaikan dengan anjuran dokter.
Jika sering mengalami nyeri punggung, nyeri leher, gangguan tidur, atau keluhan lain yang muncul setelah bangun tidur, konsultasi dengan tenaga medis menjadi langkah terbaik untuk menemukan posisi tidur yang paling sesuai.
Tidur yang berkualitas bukan hanya soal berapa lama seseorang memejamkan mata, tetapi juga bagaimana tubuh mendapatkan posisi yang nyaman sepanjang malam.
Dengan memilih posisi tidur yang tepat sesuai kondisi kesehatan, tubuh memiliki kesempatan lebih baik untuk beristirahat, memulihkan diri, dan kembali beraktivitas dengan lebih segar keesokan harinya.***




