POJOKSATU.id - Selain dagingnya, jeroan sapi juga menjadi bagian favorit bagi banyak orang.

Mulai dari paru, babat, hati, limpa, hingga jantung sapi sering diolah menjadi berbagai hidangan lezat seperti soto, bakso, gulai, sampai menu khas rumah makan Padang.

Karena cukup populer, jeroan sapi juga mudah ditemukan di pasar tradisional maupun supermarket.

Baca Juga: Hesnidar Haris Ajak Warga Jambi Perbanyak Shalawat Lewat Program Rabu Berkah

Namun, sebelum membeli, penting untuk mengetahui ciri-ciri jeroan sapi yang masih segar agar kualitas rasa dan keamanannya tetap terjaga.

Tips memilih jeroan sapi segar ini dibagikan oleh Executive Chef, I Made Wisnu Adiyatma.

Menurutnya, ada tiga hal penting yang wajib diperhatikan sebelum membeli jeroan sapi.

Baca Juga: Penderita Darah Tinggi Boleh Makan Daging Kambing? Ahli Gizi Ungkap Cara Aman Mengonsumsinya

1. Perhatikan Warna Jeroan
Hal pertama yang wajib dicek adalah warna jeroan sapi. Sama seperti daging, warna menjadi penanda penting untuk mengetahui tingkat kesegarannya.

Wisnu menjelaskan bahwa jeroan yang masih segar umumnya memiliki warna alami yang cerah dan tidak pucat.

“Ketika kita memilih jeroan, pasti kita lihat dari warna, sebaiknya pilih warna merah untuk limpa dan warna putih kekuningan tetapi tidak terlalu kecokelatan dan tidak pucat untuk babat,” kata Wisnu.

Baca Juga: Pertamina IT Balongan Ajak Warga Lebih Peduli Deteksi Dini Kesehatan Keluarga

Jika warna terlihat kusam, terlalu gelap, atau pucat tidak alami, sebaiknya hindari karena bisa menjadi tanda kualitasnya sudah menurun.

2. Jangan Pilih yang Baunya Terlalu Amis
Jeroan sapi memang memiliki aroma khas yang lebih kuat dibanding daging biasa. Namun, aroma tersebut tetap harus diperhatikan.

Menurut Wisnu, jeroan segar biasanya hanya memiliki aroma darah segar dan tidak menyengat berlebihan.

“Jadi, ketika bau jeroan amis aromanya memang aroma darah segar tetapi jangan pilih jeroan yang baunya sangat amis,” ujarnya.

Baca Juga: Beasiswa Guru Unpad 2026 Masih Dibuka, Kuliah S2 Gratis hingga 100 Persen untuk Guru, Cek Syarat dan Jadwalnya

Bau yang terlalu tajam atau menyengat bisa menjadi tanda jeroan sudah tidak segar dan mulai mengalami penurunan kualitas.

3. Tekstur Harus Kenyal dan Tidak Berlendir
Selain warna dan aroma, tekstur juga menjadi penanda penting saat memilih jeroan sapi.

Wisnu menyarankan untuk menekan permukaan jeroan secara perlahan.

Jika teksturnya masih kenyal dan kembali ke bentuk semula setelah ditekan, artinya kualitasnya masih bagus.

“Kalau kita sentuh jeroannya dan masih kembali ke bentuk aslinya itu berarti bagus. Ketika kita sentuh dan kembalinya lama, berarti teksturnya sudah lebih soft,” jelasnya.

Baca Juga: Sekda Sudirman Tekankan Perjuangan Intelektual dan Transformasi Digital pada Harkitnas 2026

Selain itu, pastikan permukaannya tidak berlendir. Jeroan yang berlendir biasanya sudah terlalu lama disimpan dan tidak lagi segar untuk dikonsumsi.

Memilih jeroan sapi memang perlu lebih teliti karena kualitasnya sangat memengaruhi rasa masakan.

Dari warna yang cerah, aroma yang tidak menyengat, hingga tekstur yang kenyal, semuanya menjadi tanda sederhana yang bisa membantu menghadirkan hidangan lebih lezat dan aman disantap bersama keluarga. ***