POJOKSATU.id - Puasa merupakan salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan bagi umat Muslim.
Menjelang Hari Raya Idul Adha, ada beberapa puasa sunnah yang sering dikerjakan pada bulan Dzulhijjah, yakni puasa Dzulhijjah, puasa Tarwiyah, dan puasa Arafah.
Meski sama-sama dilaksanakan pada bulan Dzulhijjah, ketiga puasa tersebut memiliki pengertian, waktu pelaksanaan, hingga keutamaan yang berbeda.
Karena itu, penting bagi umat Islam untuk memahami perbedaan masing-masing agar tidak keliru dalam menjalankannya.
Baca Juga: Mantan Kapolda Sumut Panca Putra Simanjuntak Dilantik Jadi Kalemdiklat Polri
Pengertian Puasa Dzulhijjah
Puasa Dzulhijjah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada awal bulan Dzulhijjah, tepatnya sejak tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah.
Puasa ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap salah satu bulan mulia dalam Islam sekaligus untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT menjelang Hari Raya Idul Adha.
Dalam praktiknya, puasa Dzulhijjah mencakup seluruh puasa sunnah pada sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah, termasuk puasa Tarwiyah dan Arafah.
Baca Juga: Cek 25 SMA Swasta Terbaik di Bogor Berdasarkan Nilai TKA 2025, Kota dan Kabupaten, Sekolahmu Masuk?
Keutamaan Puasa Dzulhijjah
Beberapa keutamaan puasa Dzulhijjah antara lain:
-
Meningkatkan iman dan ketakwaan kepada Allah SWT
-
Menjadi amalan yang dicintai Allah pada hari-hari mulia
-
Mendapat pahala besar di bulan Dzulhijjah
-
Menjadi bentuk persiapan spiritual menjelang Idul Adha
Baca Juga: Ikut PNM ULaMM Denpasar, Wayan Jadikan Limbah jadi Kerajinan Bernilai Ekspor
Niat Puasa Dzulhijjah
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
“Nawaitu shouma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta’ala”
Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta’ala.”
Pengertian Puasa Tarwiyah
Puasa Tarwiyah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah.
Secara historis, puasa ini berkaitan dengan persiapan jamaah haji sebelum melaksanakan puncak ibadah haji di Arafah.
Dahulu para jamaah haji berpuasa saat berada di Mina sebagai bentuk persiapan fisik dan mental.
Meskipun tidak wajib, puasa Tarwiyah tetap dianjurkan bagi umat Islam karena memiliki nilai ibadah dan menjadi bentuk penghormatan terhadap rangkaian ibadah haji.
Baca Juga: Beasiswa PPU 2026 Resmi Dibuka, Ada Bantuan hingga Rp15 Juta untuk Mahasiswa dan Santri
Keutamaan Puasa Tarwiyah
Puasa Tarwiyah memiliki beberapa hikmah dan keutamaan, seperti:
-
Menjadi latihan kesabaran dan pengendalian diri
-
Menambah pahala sunnah di bulan Dzulhijjah
-
Menjadi bentuk penghormatan terhadap ibadah haji
-
Membantu meningkatkan kesiapan spiritual menjelang Arafah dan Idul Adha
Baca Juga: Pemerintah Umumkan Hari Raya Idul Adha 27 Mei, Tak Ada Perbedaan NU dan Muhammadiyah
Niat Puasa Tarwiyah
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
“Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillaahi ta’aalaa”
Artinya: “Saya niat puasa sunah Tarwiyah karena Allah Ta’ala.”
Pengertian Puasa Arafah
Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah atau sehari sebelum Hari Raya Idul Adha.
Puasa ini memiliki keutamaan yang sangat besar, terutama bagi umat Islam yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji.
Sementara jamaah haji yang sedang wukuf di Arafah tidak dianjurkan berpuasa agar tetap kuat menjalani ibadah.
Puasa Arafah menjadi salah satu puasa sunnah paling utama karena berkaitan langsung dengan hari wukuf jamaah haji di Padang Arafah.
Baca Juga: Warga Tolak Warung Mie dan Babi Tepi Sawah, Pemilik Ungkap Tak Langgar Undang-undang
Keutamaan Puasa Arafah
Beberapa keutamaan puasa Arafah antara lain:
-
Menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang
-
Meningkatkan derajat seorang muslim di hadapan Allah SWT
-
Menjadi salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan Rasulullah SAW
-
Mendekatkan diri kepada Allah SWT menjelang Idul Adha
Niat Puasa Arafah
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ عَرَفَةَ لِلهِ تَعَالَى
“Nawaitu Shouma Arofah Sunnatan Lillahi Ta’aala”
Artinya: “Saya niat puasa Arafah, sunnah karena Allah Ta’ala.”
Perbedaan Puasa Arafah, Tarwiyah, dan Dzulhijjah
Agar lebih mudah dipahami, berikut perbedaan utama ketiganya:
1. Waktu Pelaksanaan
-
Puasa Dzulhijjah: tanggal 1–9 Dzulhijjah
-
Puasa Tarwiyah: tanggal 8 Dzulhijjah
-
Puasa Arafah: tanggal 9 Dzulhijjah
Baca Juga: Presiden Prabowo: Beruntung Kita Punya Menteri Pertanian yang Hebat
2. Fokus Ibadah
-
Puasa Dzulhijjah: ibadah umum di bulan mulia
-
Puasa Tarwiyah: persiapan spiritual menuju ibadah haji
-
Puasa Arafah: ibadah utama menjelang Idul Adha dan hari wukuf
3. Keutamaan Utama
-
Puasa Dzulhijjah: memperbanyak amal di hari terbaik
-
Puasa Tarwiyah: meningkatkan kesiapan fisik dan spiritual
-
Puasa Arafah: penghapus dosa dua tahun
Baca Juga: Kapendam Ungkap Anggota TNI Terlibat Duel di Kafe Berujung Penembakan Tidak Saling Kenal
Mana yang Paling Utama?
Ketiganya merupakan puasa sunnah yang memiliki keutamaan besar.
Namun, di antara ketiganya, puasa Arafah sering disebut memiliki keutamaan paling besar karena pahala penghapusan dosa setahun sebelum dan sesudahnya.
Meski begitu, umat Islam tetap dianjurkan memperbanyak ibadah pada seluruh hari pertama bulan Dzulhijjah karena termasuk hari-hari yang sangat dicintai Allah SWT.
Puasa bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi juga latihan menjaga hati, pikiran, dan perilaku agar semakin dekat kepada Allah SWT.
Di bulan Dzulhijjah yang penuh kemuliaan ini, setiap amalan kecil memiliki nilai besar di sisi-Nya.
Semoga setiap puasa yang dijalankan menjadi jalan untuk memperkuat iman, membersihkan diri, dan mendekatkan hati kepada Allah SWT. ***




