POJOKSATU.id — Belakangan ini istilah Alice in Wonderland Syndrome atau AIWS ramai diperbincangkan di media sosial.

Nama sindrom ini terdengar unik dan terkesan seperti cerita fiksi.

Namun, banyak orang bertanya-tanya, apakah kondisi tersebut benar-benar ada atau hanya sekadar mitos?

Baca Juga: Cek Sebelum Beli! Ini Ciri-ciri Hewan Qurban yang Sehat dan Layak Disembelih

Ternyata, Alice in Wonderland Syndrome merupakan kondisi medis yang nyata dan telah dikenal dalam dunia kesehatan, meskipun tergolong langka.

Nama sindrom ini diambil dari novel terkenal Alice's Adventures in Wonderland karya Lewis Carroll karena gejalanya dianggap mirip dengan pengalaman tokoh Alice yang mengalami perubahan persepsi ukuran tubuh dan lingkungan di sekitarnya.

Secara medis, AIWS merupakan gangguan persepsi neurologis atau kondisi ketika otak mengalami kesalahan dalam memproses informasi sensorik.

Baca Juga: Halte Transjakarta Kebon Sirih Arah Blok M Tutup Sementara 15-18 Mei 2026, Cek Lokasi Halte Pengganti

Akibatnya, seseorang dapat melihat atau merasakan sesuatu tidak sesuai dengan kenyataan, meskipun fungsi penglihatannya sebenarnya normal.

Penderita AIWS bisa mengalami sensasi benda di sekitar tampak lebih kecil atau lebih besar dibanding ukuran aslinya.

Kondisi ini dikenal sebagai micropsia ketika benda terlihat mengecil dan macropsia saat benda tampak membesar.

Baca Juga: Belum Wisuda Sudah Diterima Kerja di BI, Kisah Bulan Lestari Bikin Salut

Tak hanya itu, sebagian penderita juga melaporkan sensasi aneh pada tubuhnya sendiri.

Misalnya, tangan, kaki, atau kepala terasa berubah ukuran, padahal secara fisik tidak mengalami perubahan apa pun.

Gangguan persepsi lainnya juga bisa terjadi, seperti jarak benda terasa terlalu dekat atau justru sangat jauh.

Bahkan, beberapa orang merasakan waktu berjalan lebih lambat atau lebih cepat dari biasanya.

Baca Juga: KDM Minta Bobotoh Tak Berlebihan Rayakan Kemenangan Persib atas Persija

Meski terdengar menyeramkan, orang yang mengalami AIWS umumnya tetap menyadari bahwa apa yang mereka lihat atau rasakan terasa tidak wajar.

Hal inilah yang membedakan kondisi tersebut dari gangguan psikosis atau halusinasi berat.

Penyebab Alice in Wonderland Syndrome hingga kini masih terus diteliti.

Namun, sejumlah kasus menunjukkan keterkaitan dengan migrain, terutama pada anak-anak dan remaja.

Baca Juga: Wagub Erwan Dorong Mahasiswa Jabar Patenkan Inovasi agar Tak Diklaim Pihak Lain

Selain itu, infeksi virus, kurang tidur, stres berat, cedera kepala, hingga gangguan neurologis tertentu juga disebut dapat memicu kondisi ini.

AIWS lebih sering ditemukan pada anak-anak, tetapi bukan berarti orang dewasa tidak bisa mengalaminya.

Pada sebagian kasus, gejala dapat menghilang seiring bertambahnya usia.

Durasi kemunculan gejala pun bervariasi, mulai dari beberapa menit hingga beberapa jam.

Baca Juga: Pendapatan Negara Tembus Rp574,9 Triliun dan Tumbuh 5,61% di Kuartal I !

Karena tergolong langka, banyak orang tidak menyadari bahwa gejala yang dialaminya berkaitan dengan AIWS.

Tidak sedikit pula yang menganggap pengalaman tersebut hanya akibat kelelahan atau kondisi tubuh yang sedang tidak fit.

Meski begitu, apabila seseorang mengalami perubahan persepsi secara berulang, terutama hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera memeriksakan diri ke tenaga medis atau dokter saraf untuk mengetahui penyebab pastinya.***