POJOKSATU.id - Malam Lailatul Qadar dikenal sebagai malam yang penuh berkah dan kemuliaan dalam bulan Ramadan. 

Bagi umat Islam, malam ini menjadi momen istimewa karena diyakini sebagai waktu turunnya wahyu Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW.

Selain itu, malam Lailatul Qadar juga dipercaya sebagai malam yang dipenuhi ampunan, rahmat, dan keberkahan. 

Banyak umat Islam berharap doa-doa yang dipanjatkan pada malam tersebut akan dikabulkan oleh Allah SWT.

Lalu, apakah ada tanda-tanda datangnya malam Lailatul Qadar?

Baca Juga: Perang Timur Tengah Kian Memanas, China Desak AS dan Israel Hentikan Serangan ke Iran Sebelum Konflik Meluas

Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat, KH Abdul Muiz Ali, menjelaskan bahwa ada beberapa tanda yang sering dijadikan petunjuk oleh para ulama terkait datangnya malam penuh kemuliaan tersebut.

"Ada tanda-tandanya. Salah satunya, tidak dalam keadaan hujan. Tidak dalam keadaan hujan, dan ia merasakan tenang untuk ibadah itu. Tidak hujan dan tidak panas," ungkap lelaki yang akrab dipanggil Kiai AMA. 

Berpotensi Terjadi pada Malam Ganjil

Lebih lanjut, Kiai AMA menjelaskan bahwa salah satu tanda yang paling dikenal tentang malam Lailatul Qadar adalah waktunya yang berada pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.

Baca Juga: Kapan Malam Lailatul Qadar 2026? Ini Perkiraan Tanggalnya Menurut Muhammadiyah dan Pemerintah

Malam-malam tersebut yakni malam ke-21, ke-23, ke-25, ke-27, dan ke-29 Ramadan.

"Kalau malam Ramadan-nya hari ini, maka Lailatul Qadar-nya malam kesekian." 

Artinya, jika seseorang memulai puasa pada hari Sabtu, maka peluang malam Lailatul Qadar bisa dihitung berdasarkan hari pertama puasa tersebut.

Penjelasan ini merujuk pada berbagai hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan agar umat Islam mencari Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadan.

Tanda pada Pagi Hari

Kiai Muiz juga merujuk pada hadis yang diriwayatkan oleh Ubay bin Ka’ab tentang salah satu tanda Lailatul Qadar.

Baca Juga: Rangkuman Materi TKA SMP Matematika 2026: Kisi-kisi Lengkap Bilangan, Aljabar, hingga Geometri untuk Persiapan Ujian

هِىَ اللَّيْلَةُ الَّتِى أَمَرَنَا بِهَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِقِيَامِهَا هِىَ لَيْلَةُ صَبِيحَةِ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِى صَبِيحَةِ يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لاَ شُعَاعَ لَهَا.

Hiya al-laylatu allatii amaranaa bihaa Rasulullahi shallallahu 'alaihi wasallam bi qiyaamihaa, hiya laylatu shabiihati sab'in wa 'isyrin, wa amaaratuhaa an tathlu'a asy-syamsu fii shabiihati yawmihaa baidhaa laa syu'aa'a lahaa.

“Malam itu adalah malam yang cerah yaitu malam kedua puluh tujuh (dari bulan Ramadhan). Dan tanda-tandanya ialah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru” (HR. Muslim no. 762, dari Ubay bin Ka’ab).

Hadis ini menjelaskan bahwa salah satu tanda yang sering disebut adalah kondisi matahari pada pagi harinya yang terbit dengan warna putih dan tidak memancarkan sinar secara menyilaukan.

Baca Juga: Rangkuman Materi TKA Matematika SD dan MI 2026: Kisi-Kisi, Contoh Soal, dan Strategi Belajar yang Wajib Dipahami

Malam yang Tenang dan Sejuk

Selain itu, terdapat pula hadis lain yang diriwayatkan oleh Ath-Thayalisi dan Al-Baihaqi yang menggambarkan suasana malam Lailatul Qadar.

لَيْلَةُ القَدَرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً تُصْبِحُ الشَمْسُ صَبِيْحَتُهَا ضَعِيْفَةٌ حَمْرَاء

Laylatul qadri laylatun samhatun thalaqatun laa haaratan wa laa baaridah, tushbihus syamsu shabiihatuhaa dha'iifatan hamraa.

"Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin. Pada pagi hari, matahari bersinar tidak begitu cerah dan tampak kemerah-merahan." (HR Ath Thoyalisi dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman, lihat Jaami’ul Ahadits 18: 361).

Hadis tersebut menggambarkan bahwa malam Lailatul Qadar terasa damai dan menenangkan, dengan suasana yang tidak terlalu panas maupun dingin. Pada pagi harinya, matahari tampak kemerah-merahan dan cahayanya tidak terlalu menyilaukan.

Baca Juga: 5 Kompetensi Penting TKA Matematika SMP 2026 yang Wajib Dikuasai, Kunci Lolos Ujian dengan Nilai Tinggi

Fokus Menghidupkan Malam dengan Ibadah

Meski ada berbagai tanda yang disebutkan dalam hadis maupun penjelasan ulama, Kiai AMA mengingatkan agar umat Islam tidak hanya terpaku pada pencarian tanda-tanda tersebut.

"Yang seharusnya dilakukan adalah menghidupkan malam itu dengan ibadah, bukan mencari tanda-tandanya," tambahnya.

Sebab pada akhirnya, tujuan utama dari sepuluh malam terakhir Ramadan adalah meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak doa, dzikir, serta amal kebaikan.  ***