POJOKSATU.id - Umat Muslim segera memasuki pertengahan Bulan Ramadan 2026. 

Salah satu tanda yang sering dirasakan oleh banyak jamaah adalah mulai dibacakannya doa qunut pada salat witir setelah tarawih.

Tradisi membaca doa qunut pada rakaat terakhir salat witir ini biasanya mulai dilakukan ketika Ramadhan memasuki separuh kedua bulan suci. 

Namun ternyata, tidak semua masyarakat mengetahui alasan di balik kebiasaan tersebut.

Hukum membaca doa qunut pada pertengahan Ramadan ini pernah dijelaskan oleh pendakwah Indonesia Buya Yahya dalam salah satu ceramahnya.

Baca Juga: Mahasiswi UINSA Lolos MBKM Internasional 2026, Nadin Siap Mengajar di Sekolah Indonesia Bangkok

Menurut Buya Yahya, membaca doa qunut pada akhir salat witir bukanlah sesuatu yang baru dalam tradisi umat Islam. 

Amalan ini sudah berlangsung sejak lama, bahkan sejak masa para sahabat Nabi hingga generasi ulama setelahnya.

Perbedaan Pendapat Ulama

Buya Yahya menjelaskan bahwa praktik membaca doa qunut pada shalat witir berkaitan dengan perbedaan pandangan para ulama dalam mazhab-mazhab fiqih.

Ia menyebutkan bahwa terdapat perbandingan pandangan antara mazhab Imam Hambali dan mazhab Imam Syafi’i terkait waktu pelaksanaan doa qunut pada witir.

Baca Juga: Viral! Warga Aceh Tengah Serbu SPBU Bawa Jeriken, Panic Buying BBM Dipicu Isu Cadangan Cuma 20 Hari

Dalam pandangan sebagian ulama mazhab Hambali, membaca doa qunut pada akhir shalat witir merupakan perkara khilafiyah atau memiliki perbedaan pendapat.

Sementara itu, Imam Ahmad dalam sebagian riwayat mengukuhkan bahwa doa qunut dapat dibaca sejak awal Ramadan, namun hukumnya tetap sunnah.

"Sementara mazhab kita Mazhab Imam Syafi'i di pertengahan Ramadan itu sunnah, karena hal yang dilakukan adalah sunnah ya seperti itu," ujarnya, dilansir dari channel YouTube Al-Bahjah TV, Minggu, 1 Maret 2026.

Dalam praktiknya, mayoritas umat Islam di Indonesia yang mengikuti mazhab Imam Syafi’i biasanya mulai membaca doa qunut pada salat witir ketika Ramadan memasuki separuh kedua bulan suci.

Baca Juga: Mahasiswa UGM Kembangkan Aika, AI Pendamping Kesehatan Mental Mahasiswa yang Raih Penghargaan Internasional

Hukum Doa Qunut dalam Salat Witir

Buya Yahya juga menegaskan bahwa hukum membaca doa qunut dalam salat witir adalah sunnah.

Artinya, amalan tersebut dianjurkan untuk dilakukan, namun tidak menjadi kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap Muslim.

Karena hukumnya sunnah, meninggalkan doa qunut tidak membatalkan salat. Begitu pula mengerjakannya tidak secara otomatis mendatangkan sebab-akibat tertentu yang bersifat mutlak.

Namun demikian, setiap amalan sunnah tentu memiliki nilai keutamaan dan hikmah bagi orang yang mengerjakannya.

Baca Juga: Putih Sari Serap Aspirasi Warga Karawang soal BPJS dan Fasilitas RS

Hikmah Membaca Doa Qunut

Menurut Buya Yahya, salah satu hikmah dari membaca doa qunut pada pertengahan Ramadan adalah sebagai bentuk persiapan spiritual untuk menyambut malam Lailatul Qadar.

Pada fase ini, umat Islam mulai diarahkan untuk memperbanyak doa, istighfar, serta berbagai ibadah malam sebagai bekal menghadapi sepuluh malam terakhir Ramadan.

Sebagaimana diketahui, malam Lailatul Qadar merupakan malam yang sangat istimewa bagi umat Islam.

Melansir laman Kementerian Agama, dari Aisyah radhiyallahu ‘anha disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Carilah Lailatul Qadr pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan." (HR Bukhari dan Muslim).

Hadis tersebut menunjukkan bahwa malam Lailatul Qadar berada pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, terutama pada malam-malam ganjil.

Baca Juga: Masjid Agung Al Karomah Martapura, Jejak Sejarah dan Ikon Religi Kalimantan Selatan

Keutamaan Malam Lailatul Qadar

Keistimewaan malam Lailatul Qadar juga dijelaskan secara jelas dalam Al-Qur’an, tepatnya dalam Surah Al-Qadr ayat 1 hingga 3:

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ ۝١
innâ anzalnâhu fî lailatil-qadr
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada Lailatulqadar.

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ ۝٢
wa mâ adrâka mâ lailatul-qadr
Tahukah kamu apakah Lailatulqadar itu?

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ ۝٣
lailatul-qadri khairum min alfi syahr
Lailatulqadar itu lebih baik daripada seribu bulan.

Baca Juga: Juknis Tunjangan Profesi Guru Madrasah 2026 Terbit, Atur Syarat hingga Mekanisme Pembayaran Digital

Ayat tersebut menggambarkan betapa agungnya malam Lailatul Qadar, yakni malam yang nilainya lebih baik daripada ibadah selama seribu bulan.

Karena itu, berbagai amalan pada pertengahan hingga akhir Ramadan sering diarahkan untuk mempersiapkan umat Islam agar semakin siap menghidupkan malam-malam terakhir Ramadhan.

Dengan demikian, membaca doa qunut pada salat witir di pertengahan Ramadan bukan sekadar tradisi yang dilakukan tanpa dasar.

Amalan ini memiliki landasan dalam pendapat para ulama serta menjadi bagian dari upaya spiritual umat Islam untuk meningkatkan doa dan ibadah menjelang datangnya malam Lailatul Qadar. ***