POJOKSATU.ID - Setiap kali hilal Ramadan muncul, linimasa media sosial dan pesan singkat kita seketika penuh dengan ucapan selamat.
Dua kalimat yang paling sering mondar-mandir adalah "Ramadan Mubarak" dan "Ramadan Kareem".
Meski keduanya terdengar serupa dan sama-sama diniatkan untuk menyambut bulan suci, ternyata ada perbedaan makna yang cukup mendalam di antara keduanya.
Lantas, mana yang sebenarnya lebih tepat untuk diucapkan? Yuk, kita bedah satu per satu.
Baca Juga: Tips Menjaga Kekhusyukan Tarawih Saat Masjid Membeludak di Bulan Ramadhan
1. Ramadan Mubarak (Ramadan yang Diberkahi)
Secara bahasa, kata Mubarak berasal dari akar kata "Baraka" yang berarti berkah.
Jadi, Ramadan Mubarak memiliki arti "Ramadan yang Diberkahi" atau "Semoga Ramadan ini membawa berkah bagimu."
Ucapan ini adalah bentuk doa agar orang yang kita tuju mendapatkan limpahan kebaikan selama bulan puasa.
Dalam tradisi Islam, ini adalah ucapan yang paling umum dan dianggap paling tepat secara teologis karena bulan Ramadan memang secara intrinsik adalah bulan yang diberkahi oleh Allah SWT.
Baca Juga: Manfaat Puasa Ramadhan bagi Kesehatan Mental dan Detoksifikasi Otak
2. Ramadan Kareem (Ramadan yang Pemurah)
Kata Kareem berasal dari kata "Keram" yang berarti murah hati atau mulia. Jadi, Ramadan Kareem berarti "Ramadan yang Murah Hati/Pemurah."
Di beberapa negara Timur Tengah, ucapan ini sangat populer. Namun, secara bahasa, ada sedikit diskusi menarik di kalangan ulama.
Sebagian berpendapat bahwa Ramadan sendiri adalah benda mati yang tidak bisa "memberi" atau bersifat murah hati, melainkan Allah-lah yang Maha Pemurah (Al-Karim) di dalam bulan tersebut.
Meski ada perbedaan teknis, mayoritas masyarakat menggunakannya sebagai bentuk kiasan.
Ramadan adalah bulan yang penuh dengan kemuliaan dan kesempatan untuk berbagi.***




