POJOKSATU.ID - Ramadan di Denpasar, Bali, menghadirkan suasana yang berbeda dari hari-hari biasa.

Di tengah hiruk pikuk kota wisata yang identik dengan pantai dan budaya Hindu, denyut kehidupan umat Muslim tetap terasa hangat, terutama menjelang waktu berbuka puasa.

Jika di kota-kota lain takjil identik dengan kolak pisang, gorengan, dan es buah, maka di Denpasar ada sentuhan yang membuatnya istimewa.

Baca Juga: Surga Takjil di Denpasar Bali, Kampung Jawa hingga Ahmad Yani Diserbu Jelang Magrib

Perpaduan tradisi Nusantara dengan kuliner khas Bali melahirkan ragam takjil unik yang hanya ramai ditemukan saat Ramadan.

Beberapa di antaranya bahkan menjadi incaran warga karena jarang dijual di luar bulan puasa.


Es Daluman, Primadona Pelepas Dahaga

Salah satu takjil khas Bali yang selalu laris saat Ramadan adalah es daluman.

Baca Juga: UMS Borong Dua Penghargaan Nasional 2026, Rektor Harun Joko Prayitno Raih Best Transformational Leader

Minuman tradisional ini berbahan dasar cincau hijau khas Bali yang disajikan dengan santan segar dan gula merah cair.

Teksturnya lembut, rasanya manis dan menyegarkan.

Es daluman sangat cocok untuk membatalkan puasa setelah seharian menahan dahaga di tengah cuaca panas Bali.

Baca Juga: Mahasiswa Unila Ciptakan GATE System, AI Canggih untuk Deteksi dan Lacak Judi Online Secara Real-Time

Menjelang magrib, pedagang es daluman di kawasan Kampung Jawa dan sekitar Jalan Ahmad Yani Denpasar kerap diserbu pembeli.

Harganya pun relatif terjangkau, mulai Rp5.000 hingga Rp8.000 per gelas.

Banyak warga mengaku sengaja mencari es daluman karena sensasinya berbeda dari es cincau biasa.

Jaje Bali Jadi Takjil Favorit

Tak hanya minuman, jajanan tradisional atau yang dikenal sebagai jaje Bali juga ikut meramaikan pasar takjil Ramadan di Denpasar.

Baca Juga: Tunjangan Khusus TKG 26.798 Guru di Daerah Cair 100 Persen pada Bulan Lalu, Sudah Diterima?

Beberapa yang paling populer antara lain:

  • Laklak, kue berbentuk bulat kecil berwarna hijau atau putih dengan taburan kelapa parut dan siraman gula merah.

  • Pisang rai, pisang kukus berbalut adonan tepung dengan parutan kelapa dan gula cair.

  • Klepon Bali dengan aroma daun pandan yang khas.

Baca Juga: Mahasiswa Unila Ciptakan GATE System, AI Canggih untuk Deteksi dan Lacak Judi Online Secara Real-Time

  • Bubur sumsum Bali yang disajikan dengan kuah gula aren kental.

Jaje Bali biasanya dijual di pasar tradisional, namun saat Ramadan jumlah pedagang meningkat signifikan di titik-titik strategis berburu takjil.

Perpaduan rasa gurih kelapa dan manis gula aren membuat jajanan ini cocok dijadikan menu pembuka puasa sebelum menyantap hidangan utama.


Kolak dengan Sentuhan Lokal

Meski kolak bukan makanan asli Bali, di Denpasar menu ini tetap menjadi favorit.

Namun beberapa pedagang memberikan sentuhan lokal, seperti tambahan ubi ungu Bali atau pisang lokal dengan tekstur lebih padat dan manis alami.

Baca Juga: Mahasiswa Unila Ciptakan GATE System, AI Canggih untuk Deteksi dan Lacak Judi Online Secara Real-Time

Kuah santannya pun cenderung lebih gurih, menyesuaikan selera masyarakat setempat.

Kolak pisang dan kolak ubi biasanya mulai habis sebelum azan magrib berkumandang.

Banyak pembeli datang lebih awal agar tidak kehabisan.


Kampung Jawa dan Sekitar Masjid Jadi Pusat Perburuan

Kawasan Kampung Jawa di Denpasar Utara menjadi episentrum berburu takjil khas Bali saat Ramadan.

Daerah ini dikenal sebagai salah satu pusat komunitas Muslim terbesar di Bali.

Selain itu, area sekitar Masjid Raya Baiturrahmah di Jalan Imam Bonjol juga dipenuhi pedagang musiman yang menjual aneka takjil khas.

Baca Juga: DPR Masuk Masa Reses, Sahroni Efektif Kembali Jadi Pimpinan Komisi III Mulai 10 Maret 2026

Suasana sore hari di lokasi ini terasa semarak.

Lampu-lampu lapak mulai menyala, aroma santan dan gula merah tercium dari kejauhan, sementara pembeli silih berganti datang memilih menu berbuka.

Tidak hanya warga lokal, wisatawan domestik yang tengah berlibur di Bali pun kerap memanfaatkan momen ini untuk mencicipi takjil khas Pulau Dewata.


Simbol Harmoni dan Toleransi

Menariknya, keberadaan takjil khas Bali saat Ramadan menjadi simbol harmonisasi budaya di Denpasar.

Baca Juga: DPR Masuk Masa Reses, Sahroni Efektif Kembali Jadi Pimpinan Komisi III Mulai 10 Maret 2026

Di tengah mayoritas penduduk Hindu, aktivitas Ramadan tetap berjalan dengan damai dan penuh toleransi.

Banyak pedagang non-Muslim turut berjualan takjil dan ikut meramaikan suasana.

Hal ini menunjukkan bahwa kuliner bukan sekadar makanan, tetapi juga ruang pertemuan budaya dan kebersamaan.

Baca Juga: Tunjangan Khusus TKG 26.798 Guru di Daerah Cair 100 Persen pada Bulan Lalu, Sudah Diterima?

Ramadan di Denpasar bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang kebersamaan lintas komunitas yang terjalin lewat tradisi berburu takjil.


Tips Berburu Takjil Khas Bali di Denpasar

Bagi Anda yang ingin mencoba takjil khas Bali saat Ramadan, berikut beberapa tips:

Datang sebelum pukul 17.00 WITA agar tidak kehabisan menu favorit.

Siapkan uang tunai dalam pecahan kecil.

Baca Juga: Siap-Siap Cek Saldo! Ini Kriteria Guru yang TPG Februari Cair ke Rekening Minggu Depan!

Coba kombinasi es daluman dan laklak untuk pengalaman rasa yang autentik.

Jaga kebersihan dan ketertiban saat membeli.

Ramadan menjadi momen istimewa untuk menikmati sisi lain Denpasar yang mungkin jarang terlihat wisatawan.

Baca Juga: Doa Sebelum dan Setelah Tadarus di Bulan Ramadan, Lengkap Bacaan Latin dan Artinya

Di balik gemerlap pariwisata Bali, tersimpan cerita hangat tentang takjil, tradisi, dan harmoni budaya yang berpadu dalam satu meja berbuka.

Bagi Anda yang berada di Denpasar selama Ramadan, mencicipi takjil khas Bali bisa menjadi pengalaman kuliner yang tak terlupakan.