POJOKSATU.id - Pisang bukan sekadar buah tropis biasa. Buah yang mudah ditemukan ini ternyata bisa diolah menjadi aneka hidangan lezat, mulai dari camilan manis hingga makanan pendamping yang menggugah selera saat buka puasa Ramadhan.

Menariknya, laman kurasi kuliner global TasteAtlas merilis daftar olahan pisang terbaik di dunia.

Kabar membanggakan datang dari Indonesia, karena pisang goreng berhasil menempati posisi nomor satu sebagai olahan pisang terbaik dunia.

Baca Juga: Ibu Tiri di Sukabumi Paksa Anak Minum Air Mendidih Hingga Meninggal Dunia, Tubuhnya Lebam Bekas Penyiksaan

Berikut lima olahan pisang terbaik dunia yang bisa jadi inspirasi menu buka puasa:

1. Pisang Goreng (Indonesia)
Pisang goreng merupakan kuliner sederhana khas Indonesia yang tak pernah kehilangan penggemar.

Biasanya menggunakan pisang kepok, pisang raja, atau pisang tanduk, potongan pisang dilapisi adonan tepung lalu digoreng hingga keemasan.

Baca Juga: Setahun Sirkular Bandung Utama: dari Sampah Jadi Pangan, dari Pangan Jadi Harapan

Teksturnya renyah di luar, lembut di dalam, dengan rasa manis alami yang pas di lidah.

Saat ini, inovasi pisang goreng makin beragam, mulai dari topping cokelat, keju, hingga varian kekinian yang membuatnya semakin menarik sebagai teman ngabuburit.

2. Picada Colombiana (Kolombia)
Picada Colombiana adalah hidangan tradisional khas Kolombia yang biasanya disajikan dalam piring besar untuk dinikmati bersama keluarga atau teman.

Baca Juga: THR 2026 Diprediksi Cair Senin Depan! Simulasi Nominal PNS, PPPK, dan Pensiunan Bisa Tembus Rp6,6 Juta

Isinya beragam, seperti kentang papa criolla, daging babi, ayam, sapi, usus goreng, serta pisang raja manis.

Hidangan ini kerap dibumbui dengan perasan jeruk nipis dan disajikan saat perayaan khusus atau hari Minggu.

Tak jarang pula ditemukan sebagai street food.

3. Tacacho (Peru)
Tacacho berasal dari wilayah Amazon di Peru dan umumnya disantap sebagai menu sarapan.

Baca Juga: Siapkan Ragam Promo Selama Ramadan 2026, SMARTFREN Manjakan Pelanggan dari Sahur Hingga Berbuka

Pisang raja direbus atau dipanggang lalu dihancurkan menggunakan alat kayu besar.

Setelah itu, pisang dicampur lemak babi, garam, dan potongan kecil kulit babi, lalu dibentuk bulat seperti bola.

Tacacho biasanya disajikan bersama sayuran segar dan daging babi kering asin.

Baca Juga: Pentolan KKB Ditangkap Satgas Operasi Damai Cartenz, Berikut Rekam Jejak Keji Pelaku

4. Chifle (Ekuador)
Chifle adalah camilan populer dari Ekuador yang terbuat dari pisang raja hijau.

Pisang diiris tipis, baik melintang maupun memanjang, lalu digoreng hingga renyah.

Chifle kerap disajikan bersama daging kering asin dan banyak diproduksi baik secara rumahan maupun pabrik.

Teksturnya yang renyah cocok dijadikan camilan ringan saat berbuka.

Baca Juga: Fandi Ramadhan ABK Kapal Tak Pantas Dihukum Mati, Hotman Paris Beberkan 2 Fakta Hukum Dominan

5. Bananas Foster (Amerika Serikat)
Bananas Foster merupakan dessert ikonis dari New Orleans, Amerika Serikat.

Hidangan ini pertama kali dibuat pada tahun 1951 oleh Paul Blangé di restoran Brennan's.

Pisang ditumis bersama campuran rum, gula merah, mentega, banana liquor, dan rempah, lalu dibakar dengan teknik flambé.

Sajian ini biasanya disandingkan dengan es krim vanila dan dinamai untuk menghormati Stephen Foster.

Baca Juga: Alih Status 1.871 PPPK Paruh Waktu Kotim Menggantung, Gaji Bisa Naik Setara ASN Jika Disetujui

Hingga kini, Bananas Foster tetap menjadi salah satu menu favorit di restoran tersebut.

Beragamnya olahan pisang dari berbagai negara membuktikan bahwa buah sederhana ini punya potensi luar biasa di dunia kuliner.

Apalagi saat Ramadhan, pisang bisa menjadi pilihan menu buka puasa yang praktis, lezat, sekaligus mengenyangkan.

Baca Juga: Masjid Cheng Hoo Pandaan, Ikon Wisata Religi Bernuansa Tionghoa yang Sarat Sejarah

Dari pisang goreng hangat hingga dessert mewah ala New Orleans, semua bisa jadi inspirasi untuk menyemarakkan momen berbuka bersama keluarga.

Karena terkadang, kebahagiaan sederhana itu hadir dari sepiring camilan hangat yang dinikmati setelah seharian menahan lapar dan dahaga.***