POJOKSATU.id - Saat menjalankan ibadah puasa Ramadan, aktivitas sehari-hari sejatinya tetap berjalan seperti biasa, hanya saja jamnya sedikit berubah.
Sekolah yang biasanya pulang siang, kini lebih awal. Begitu pula jam kerja orang tua atau kakak di rumah.
Selama bulan suci Ramadan, seluruh aktivitas makan dan minum dihentikan sejak sebelum azan Subuh hingga azan Maghrib.
Agar tubuh tetap memiliki daya tahan yang baik dan tidak mudah lemas, kuncinya bukan pada banyaknya makanan saat sahur, melainkan pada pola makan yang tepat.
Masih banyak yang beranggapan bahwa sahur harus makan dan minum sebanyak mungkin agar kuat berpuasa seharian.
Padahal, tubuh manusia tidak memiliki “tempat penyimpanan” seperti unta.
Makan dan minum berlebihan justru tidak menjamin tubuh lebih kuat, bahkan bisa membuat tidak nyaman.
Yang paling penting adalah memastikan makanan sahur mengandung serat, protein, lemak sehat, vitamin, dan cukup cairan.
Berikut nutrisi penting yang sebaiknya ada dalam menu sahurmu.
Serat menjadi salah satu komponen utama saat sahur.
Makanan tinggi serat membuat tubuh cepat kenyang dan rasa kenyang bertahan lebih lama karena dicerna secara perlahan.
Para ahli menganjurkan laki-laki mengonsumsi sekitar 38 gram serat per hari, sedangkan perempuan sekitar 25 gram per hari.
Serat bisa diperoleh dari sayur, buah, dan biji-bijian.
Lemak juga dibutuhkan tubuh, terutama lemak tak jenuh.
Lemak jenis ini membantu menahan rasa lapar lebih lama dan mendukung aktivitas harian.
Sumber lemak tak jenuh dapat ditemukan pada alpukat, biji-bijian, minyak zaitun, dan ikan.
Protein berperan penting dalam membantu proses metabolisme dan pembentukan energi.
Sumber protein yang mudah didapat antara lain telur, ikan, daging ayam, daging sapi, tempe, tahu, dan kacang-kacangan.
Telur bisa menjadi pilihan praktis dan ekonomis untuk menu sahur.
Vitamin tidak boleh dilupakan. Sayuran seperti brokoli, bayam, kangkung, kubis, serta buah-buahan segar kaya akan vitamin dan mineral yang membantu menjaga kebugaran tubuh.
Selain itu, kandungan vitamin juga mendukung daya tahan tubuh selama berpuasa.
Air putih menjadi pelengkap yang sangat penting. Pastikan kebutuhan cairan tercukupi saat sahur dan berbuka.
Hindari minuman dengan kandungan gula buatan berlebihan karena dapat memicu dehidrasi dan membuat tubuh cepat lemas.
Dengan memperhatikan komposisi nutrisi saat sahur, puasa akan terasa lebih ringan, tubuh tetap bugar, dan aktivitas belajar maupun bekerja bisa berjalan optimal. Karena sahur yang tepat bukan soal banyaknya makanan, melainkan tentang kualitas dan keseimbangannya.
Semoga setiap ikhtiar kecil ini menjadi bagian dari ibadah dan menghadirkan keberkahan di bulan suci Ramadan.***




