POJOKSATU.id - Menjalani puasa seharian di bulan Ramadan membutuhkan persiapan yang matang, terutama dari sisi asupan makanan saat sahur. 

Pemilihan menu sahur yang tepat dapat membantu tubuh tetap bertenaga, fokus, dan produktif meski tidak makan dan minum hingga waktu berbuka.

Sahur bukan sekadar rutinitas sebelum imsak, melainkan salah satu penentu kuat atau tidaknya tubuh menjalani ibadah puasa. 

Jika komposisi menu sahur mampu memenuhi kebutuhan nutrisi dengan baik, rasa lemas dan lapar berlebihan di siang hari bisa dihindari.

Masih banyak orang beranggapan bahwa makan nasi dalam jumlah besar saat sahur akan membuat puasa lebih kuat. 

Padahal, anggapan ini tidak sepenuhnya benar.

Dokter spesialis kedokteran olahraga, dr Andika Raspati SpKO, menjelaskan bahwa konsumsi karbohidrat sederhana berlebihan justru bisa membuat tubuh lebih cepat lapar.

“Padahal yang bikin kita bisa nahan lapar itu bukan cuma soal seberapa banyak nasinya. Tapi, juga soal seberapa banyak protein sama seratnya,” ujar Andika dikutip dari unggahan di akun Instagram pribadinya.

Menurut Andika, keseimbangan nutrisi saat sahur menjadi kunci utama agar tubuh mampu bertahan hingga waktu berbuka. 

“Biar puasa Anda kuat sampai Magrib, perhatiin sahurnya. Cukup enggak tuh serat sama proteinnya,” lanjutnya.

Peran Protein dan Serat Saat Sahur

Makanan yang tinggi protein dan serat diketahui mampu memberikan energi lebih tahan lama karena proses pencernaannya berlangsung lebih lambat. 

Hal ini membuat rasa kenyang bertahan lebih lama dan mencegah lonjakan gula darah.

Dikutip dari The Detroit News, ahli diet Sumiya Khan menyebut bahwa makanan tinggi protein sangat bermanfaat untuk menu sahur.

Beberapa contoh sumber protein yang dianjurkan saat sahur antara lain:

  • Telur

  • Yogurt

  • Kacang-kacangan

  • Daging

  • Ikan

  • Ayam

Sebaliknya, konsumsi gula dan karbohidrat sederhana secara berlebihan dapat memicu lonjakan gula darah. Setelah itu, tubuh justru akan merasa lebih cepat lelah dan lapar di siang hari.

Pilih Karbohidrat Utuh agar Energi Tahan Lama

Selain protein dan serat, pemilihan jenis karbohidrat juga perlu diperhatikan. Dikutip dari Masnad Health Clinic, karbohidrat utuh menjadi pilihan terbaik untuk sahur karena mampu menjaga energi lebih stabil.

Karbohidrat utuh dicerna lebih lambat dan melepaskan glukosa secara bertahap ke dalam darah. 

Kondisi ini membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, termasuk bagi penderita diabetes yang menjalankan puasa.

Manfaat lain dari karbohidrat utuh saat sahur meliputi:

  • Membantu rasa kenyang bertahan lebih lama

  • Menunjang kesehatan pencernaan

  • Membantu mengontrol kadar kolesterol

Beberapa contoh karbohidrat utuh yang bisa dijadikan menu sahur adalah beras merah dan gandum utuh.

Dengan memperhatikan komposisi sahur yang seimbang, puasa Ramadhan tidak hanya terasa lebih ringan, tetapi juga membantu tubuh tetap prima menjalani aktivitas harian. 

Sahur bukan soal banyaknya porsi, melainkan ketepatan memilih nutrisi yang benar-benar dibutuhkan tubuh. ***