POJOKSATU.id — Kekurangan cairan atau dehidrasi merupakan kondisi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan dibandingkan yang masuk.

Meski terdengar sepele, kondisi ini dapat memicu gangguan kesehatan jika dibiarkan berlarut-larut.

Sayangnya, masih banyak orang yang tidak menyadari tanda-tanda awal tubuh kekurangan cairan.

Salah satu tanda paling umum adalah rasa haus berlebihan. Haus sebenarnya merupakan sinyal alami tubuh bahwa kadar cairan mulai menurun.

Namun, saat rasa haus muncul, tubuh sering kali sudah berada pada tahap awal dehidrasi.

Selain itu, mulut dan bibir terasa kering juga menjadi indikasi tubuh kekurangan cairan.

Baca Juga: Tips Intermittent Fasting untuk Pemula agar Tetap Sehat dan Tidak Lemas

Produksi air liur yang menurun membuat mulut terasa lengket dan tidak nyaman, terutama saat berbicara atau menelan.

Tanda lainnya dapat dilihat dari warna urine yang lebih gelap.

Urine berwarna kuning pekat hingga kecokelatan menandakan tubuh sedang berusaha menahan cairan karena asupan air tidak mencukupi.

Frekuensi buang air kecil yang jarang juga patut diwaspadai.

Kekurangan cairan juga dapat menyebabkan tubuh terasa lemas, pusing, dan cepat lelah.

Hal ini terjadi karena volume darah menurun sehingga aliran oksigen ke otak dan otot menjadi tidak optimal.

Akibatnya, konsentrasi menurun dan tubuh mudah mengantuk.

Baca Juga: Selisih TPG Golongan III dan IV Cuma Rp100 Ribuan? Ini Penjelasan Logis, Struktur Pajak, dan Cara Guru Menyikapinya

Pada kondisi tertentu, dehidrasi dapat ditandai dengan kulit kering dan kurang elastis.

Saat kulit dicubit dan membutuhkan waktu lama untuk kembali ke bentuk semula, hal tersebut bisa menjadi sinyal bahwa tubuh kekurangan cairan.

Gejala lain yang sering muncul adalah sakit kepala dan detak jantung yang lebih cepat.

Jika dehidrasi sudah cukup berat, mata dapat terlihat cekung dan tubuh terasa sangat lemah.

Untuk mencegah dehidrasi, masyarakat dianjurkan untuk minum air secara teratur tanpa menunggu haus, terutama saat cuaca panas atau melakukan aktivitas fisik.

Memperhatikan warna urine dan mengonsumsi buah yang mengandung banyak air juga dapat membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.***