POJOKSATU.id — Keracunan makanan merupakan gangguan kesehatan yang dapat muncul setelah seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang telah tercemar bakteri, virus, parasit, maupun zat berbahaya lainnya.
Gejala yang sering dirasakan antara lain mual, muntah, diare, hingga demam.
Meski kerap dianggap ringan, kondisi ini bisa berujung pada masalah kesehatan serius apabila tidak dicegah sejak dini.
Padahal, upaya mencegah keracunan makanan tidak selalu rumit.
Langkah-langkah sederhana dalam aktivitas sehari-hari.
Mulai dari memilih bahan makanan hingga cara mengolah dan menyajikannya, dapat membantu menurunkan risiko terjadinya keracunan.
Baca Juga: Viral Tuduh Pedagang Es Gabus Pakai Spons, Babinsa TNI AD Akhirnya Dihukum Penahanan
Salah satu langkah utama adalah menjaga kebersihan tangan dan peralatan dapur.
Tangan perlu dicuci menggunakan sabun sebelum dan sesudah mengolah makanan.
Selain itu, pastikan seluruh alat masak, termasuk pisau dan talenan, berada dalam kondisi bersih agar kuman dari bahan mentah tidak berpindah ke makanan yang sudah matang.
Pemilihan bahan makanan juga tidak kalah penting.
Gunakan bahan yang masih segar dan layak konsumsi.
Hindari bahan makanan yang berbau menyengat, berlendir, berubah warna, atau memiliki kemasan rusak.
Untuk produk kemasan, masyarakat disarankan selalu memeriksa tanggal kedaluwarsa sebelum membeli maupun mengonsumsinya.
Proses memasak pun harus diperhatikan.
Baca Juga: PPPK yang Mau Naik Status SIMAK! 6 Tahapan Wajib Pengangkatan PPPK Paruh Waktu ke Penuh Waktu 2026
Makanan, terutama daging, ayam, telur, dan hasil laut, perlu dimasak hingga matang sempurna.
Proses memasak yang tidak maksimal dapat membuat bakteri berbahaya tetap hidup dan meningkatkan risiko gangguan pencernaan.
Selain itu, cara penyimpanan makanan juga berpengaruh terhadap keamanannya.
Makanan yang sudah matang sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup dan segera dimasukkan ke lemari pendingin, paling lambat dua jam setelah dimasak.
Penyimpanan makanan mentah dan matang perlu dipisahkan untuk mencegah kontaminasi silang.
Penggunaan air bersih dan aman juga menjadi faktor penting.
Air yang digunakan untuk memasak serta mencuci bahan makanan harus terjamin kebersihannya.
Sementara untuk kebutuhan minum, sebaiknya menggunakan air matang atau air kemasan yang sudah teruji keamanannya.
Kewaspadaan juga diperlukan saat membeli makanan di luar rumah.
Baca Juga: Gibran Capres
Pilih tempat makan yang terlihat bersih, ramai pengunjung, dan menyajikan makanan dalam kondisi panas.
Hindari mengonsumsi jajanan yang dibiarkan terbuka terlalu lama atau berpotensi terpapar kotoran dan serangga.
Dengan menerapkan kebiasaan-kebiasaan tersebut secara konsisten, risiko keracunan makanan dapat ditekan.
Langkah sederhana yang dilakukan setiap hari memiliki peran besar dalam menjaga kesehatan diri sendiri maupun keluarga.***




