POJOKSATU.id – Menjelang Tahun Baru dan Liburan Akhir Tahun, suasana jalanan, stasiun, bandara, hingga tempat wisata mulai dipadati masyarakat.

Banyak yang pulang kampung, tak sedikit pula yang memilih berlibur ke luar kota atau bahkan ke luar negeri.

Di tengah antusiasme menyusun rencana perjalanan, satu hal penting kerap luput dari perhatian: kesiapan tubuh menghadapi perubahan lingkungan.

Liburan akhir tahun identik dengan cuaca yang tidak menentu, durasi perjalanan yang panjang, serta intensitas aktivitas yang meningkat.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Keteteran! Kementerian dan Lembaga Ramai-ramai Minta Anggaran di Akhir Tahun

Pola makan berubah, jam tidur berantakan, dan tubuh dipaksa beradaptasi cepat dengan kondisi baru.

Situasi inilah yang membuat sejumlah penyakit lebih mudah muncul, bahkan menyerang di saat liburan seharusnya dinikmati.

Karena itu, mengenali penyakit yang rentan muncul saat musim liburan sekaligus memahami cara pencegahannya menjadi langkah penting agar momen Tahun Baru tetap berkesan tanpa gangguan kesehatan.

Penyakit yang Rentan Muncul Saat Musim Liburan

Perjalanan liburan mempertemukan banyak orang dari berbagai daerah.

Interaksi yang padat, ditambah daya tahan tubuh yang menurun, membuat risiko penyakit meningkat.

Baca Juga: NU di Ambang Krisis, Rais Aam dan Ketum PBNU Diminta Mundur

Beberapa kondisi kesehatan yang paling sering muncul antara lain:

- Flu, Pilek, dan Infeksi Saluran Pernapasan

Penyakit ini menjadi “langganan” saat liburan akhir tahun.

Perpindahan dari cuaca panas ke dingin, ruangan tertutup dengan sirkulasi terbatas, serta paparan virus dari kerumunan mempercepat penularan.

Gejalanya bisa ringan seperti bersin dan batuk, hingga berat berupa demam dan nyeri otot yang membuat liburan terpaksa terhenti.

Upaya pencegahan yang bisa dilakukan cukup sederhana namun konsisten, mulai dari menjaga kebersihan tangan, menggunakan masker di tempat ramai, hingga memastikan tubuh dalam kondisi fit sebelum berangkat.

Baca Juga: Gaji Setahun Disumbangkan! Anggota DPRD DKI Hardiyanto Kenneth Bergerak untuk Korban Bencana

- Diare dan Gangguan Pencernaan

Liburan rasanya belum lengkap tanpa wisata kuliner.

Namun, makanan yang diolah dengan standar kebersihan berbeda bisa memicu diare, mual, atau keracunan makanan.

Kondisi ini sering muncul tiba-tiba dan membuat perjalanan jadi tidak nyaman.

Mengonsumsi makanan yang matang sempurna, menghindari es batu atau air yang tidak terjamin kebersihannya, serta mencuci tangan sebelum makan adalah langkah pencegahan yang sangat penting, terutama saat bepergian ke daerah baru.

- Dehidrasi dan Kelelahan

Perjalanan panjang, cuaca panas atau dingin ekstrem, serta kurangnya asupan cairan dapat menyebabkan dehidrasi.

Tubuh yang kekurangan cairan akan lebih mudah lelah, pusing, dan menurun daya tahannya.

Sering kali, rasa haus tidak langsung terasa, terutama saat berada di dalam kendaraan ber-AC atau cuaca dingin.

Karena itu, minum air secara berkala dan tidak menunggu haus menjadi kebiasaan yang perlu dibangun selama liburan.

Baca Juga: Tarif Diskon Tol Trans Jawa Nataru 2025-2026, Bayar Tol Jakarta–Semarang Dipangkas hingga 20 Persen, Cek Syarat dan Ketentuan

- Leisure Sickness

Fenomena ini terjadi ketika tubuh “jatuh sakit” justru saat memasuki masa liburan.

Perubahan mendadak dari rutinitas kerja yang padat ke waktu santai bisa membuat tubuh kehilangan ritme.

Gejalanya beragam, mulai dari sakit kepala, flu ringan, hingga gangguan pencernaan.

Leisure sickness sering kali dipicu oleh stres yang menumpuk sebelum liburan, lalu dilepas secara tiba-tiba.

Tubuh yang kelelahan akhirnya memberi sinyal lewat rasa tidak nyaman.

Baca Juga: Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Bangun 1.000 Rumah di Aceh, Ini Awal Kebangkitan untuk Korban Bencana

Cara Mencegah Penyakit Saat Perjalanan Liburan

Agar liburan akhir tahun tetap sehat dan menyenangkan, beberapa langkah pencegahan berikut bisa diterapkan sejak sebelum berangkat hingga selama perjalanan:

- Jaga kebersihan diri

Cuci tangan secara rutin, terutama sebelum makan dan setelah menyentuh fasilitas umum. Hand sanitizer bisa jadi solusi praktis saat air bersih sulit ditemukan.

- Atur pola makan dan minum

Pilih makanan matang dan bersih, perbanyak konsumsi air putih, serta batasi minuman berkafein dan beralkohol yang bisa memicu dehidrasi.

- Istirahat yang cukupJangan memaksakan jadwal perjalanan terlalu padat. Tubuh tetap butuh waktu untuk pulih, meski sedang liburan.

Baca Juga: Hasil Seleksi PPIH Arab Saudi 2026 Diumumkan, Ini Daftar Peserta Lulus Peringkat 1–40

- Gunakan masker di kerumunan

Terutama saat berada di transportasi umum atau tempat wisata yang padat pengunjung.

- Siapkan obat pribadi

Obat flu, antidiare, pereda nyeri, serta vitamin bisa menjadi penyelamat saat gejala ringan mulai muncul.

Kit Kesehatan Mini yang Sebaiknya Dibawa

Membawa perlengkapan kesehatan sederhana bisa membantu mengantisipasi kondisi darurat ringan selama perjalanan.Baca Juga: Hasil Seleksi PPIH Arab Saudi 2026 Diumumkan, Ini Daftar Peserta Lulus Peringkat 1–40

Beberapa barang yang sebaiknya selalu ada di tas antara lain:

- Hand sanitizer dan tisu basah

- Masker cadangan

- Obat-obatan pribadi dan obat umum

- Botol minum isi ulang

- Vitamin atau suplemen daya tahan tubuh

- Plester dan antiseptik luka ringan

Perlengkapan ini terlihat sepele, namun sangat membantu saat akses ke apotek atau fasilitas kesehatan terbatas.

Baca Juga: Haji Kunang Ayah Bupati Bekasi Diam-diam Main Sendiri Minta Uang Muka Paket Proyek pada Kontraktor

Apa yang Harus Dilakukan Jika Sakit Saat Liburan?

Jika tubuh mulai menunjukkan tanda-tanda tidak sehat selama perjalanan, langkah paling bijak adalah tidak memaksakan diri.

Istirahat, perbanyak minum, dan hentikan aktivitas berat sementara waktu.

Jika keluhan memburuk atau tidak membaik, segera cari layanan kesehatan terdekat atau posko kesehatan yang biasanya disediakan pemerintah saat momen liburan matal dan tahun baru. ***