POJOKSATU.id - Musim hujan selalu membawa risiko banjir dan longsor, apalagi di wilayah rawan dengan aliran sungai yang sering naik atau lereng yang mudah jenuh air.

Karena itu, kesiapsiagaan warga menjadi kunci utama. Mulai dari memantau informasi resmi, menyiapkan perlengkapan, hingga memahami tindakan yang harus dilakukan pada setiap tahap.

Semua langkah ini bisa menyelamatkan keluarga ketika situasi darurat terjadi.

Pantau Informasi Cuaca dan Status Sungai

Warga sangat dianjurkan untuk mengikuti laporan dari BMKG, BPBD, dan pemerintah daerah.

Baca Juga: Tips Mitigasi Bencana, Cara Praktis Mengamankan Dokumen Penting saat Banjir dan Longsor

Peringatan cuaca ekstrem, prediksi hujan, hingga status siaga banjir biasanya diumumkan berkala. Aktifkan juga notifikasi siaga banjir di ponsel bila aplikasinya tersedia.

Untuk warga di bantaran sungai, cek ketinggian air melalui pos pantau atau informasi RT/RW yang biasanya menerima update langsung dari petugas BPBD.

Gunakan informasi tersebut sebagai dasar untuk memutuskan kapan harus mulai mengevakuasi barang penting.

Baca Juga: Kisah Inspiratif! Ahmad Soleh Syafii, 31 Tahun Mengabdi Menjaga SD Kini Resmi Diangkat PPPK di Magelang

Persiapan Sebelum Musim Hujan

Sebelum bencana terjadi, ada beberapa hal penting yang bisa dilakukan warga:

* Menentukan titik kumpul keluarga dan jalur evakuasi terdekat.

* Mengumpulkan kontak darurat seperti BPBD, puskesmas, rumah sakit, dan kepolisian setempat.

* Menyusun tas siaga berisi obat-obatan, dokumen penting, lampu senter, baterai cadangan, pakaian ganti, makanan tahan lama, dan air minum.

* Membersihkan saluran air, selokan, dan area sekitar rumah dari sampah yang menghambat aliran.

* Untuk daerah rawan longsor, hindari aktivitas di sekitar lereng curam selama hujan deras dan pantau retakan tanah yang bisa jadi tanda awal bahaya.

Baca Juga: Kontrak PPPK Tidak Otomatis Diperpanjang dalam Revisi UU ASN 2023, Ini Faktor Penilaiannya

Tanda Bahaya yang Harus Diwaspadai

Banjir dan longsor biasanya memberi tanda sebelum mencapai tingkat berbahaya.

* Untuk banjir: air sungai naik cepat, warna air berubah keruh pekat, atau hujan intens berjam-jam tanpa jeda.

* Untuk longsor: muncul retakan pada tanah atau dinding rumah, pohon atau tiang miring, serta suara gemuruh dari arah lereng. Bila warga menemukan tanda-tanda ini, segera jauhkan diri dari lokasi dan informasikan pada tetangga.

Tindakan Saat Banjir atau Longsor Terjadi

Ketika bencana mulai terjadi, keselamatan menjadi prioritas utama:

* Ikuti instruksi dari pemerintah daerah atau BPBD terkait evakuasi.

* Pindahkan keluarga ke tempat lebih tinggi bila air mulai masuk ke pemukiman.

* Jangan paksakan berjalan di arus deras. Air setinggi lutut bisa sangat berbahaya bila berarus kuat.

* Jika terjebak di dalam rumah saat banjir, naik ke lantai atas atau area yang lebih tinggi sambil membawa senter untuk memberi tanda pada petugas.

* Pada longsor, segera menjauhi area runtuhan, lindungi kepala, dan cari lokasi terbuka yang aman. Hindari area dengan potensi longsor susulan.

Baca Juga: Tiba di Kantor, Bupati Aceh Selatan Mirwan MS Langsung Minta Maaf ke Presiden dan Gubernur Aceh

Peran Lembaga yang Bisa Membantu Warga

Dalam situasi darurat, beberapa pihak yang bisa dihubungi untuk bantuan adalah:

* BPBD daerah, sebagai koordinator utama penanganan bencana.

* BMKG, yang menyediakan informasi cuaca dan peringatan dini.

* PMI, untuk bantuan medis dan evakuasi.

* TNI/POLRI yang biasanya turun membantu evakuasi dan pengamanan wilayah.

* RT/RW atau kelurahan, yang mengetahui kondisi lapangan serta titik kumpul aman di lingkungan sekitar.

Baca Juga: LINK RESMI! Format Surat Lamaran dan Pernyataan PPPK BGN 2025 Sudah Bisa Diunduh, Cek Tautan di Sini

Panduan Evakuasi yang Aman

Saat ada perintah evakuasi atau kondisi sudah semakin berbahaya, lakukan langkah-langkah berikut:

* Bawa tas siaga dan dokumen penting.

* Matikan listrik bila memungkinkan dan aman dilakukan.

* Ikuti jalur evakuasi resmi atau saran dari petugas.

* Tiba di posko pengungsian, laporkan jumlah anggota keluarga dan kondisi khusus seperti lansia, bayi, atau keluarga dengan kebutuhan medis.

Baca Juga: Titiek Soeharto Minta Publik Jangan Suuzan, Padahal Bukti Suap Hutan Menggunung!

Setelah Bencana: Langkah Pemulihan

Setelah air surut atau tanah stabil, pastikan rumah sudah dinyatakan aman oleh pihak berwenang sebelum kembali.

Periksa instalasi listrik, bersihkan lumpur dan genangan dengan alat pelindung diri, dan laporkan kerusakan melalui jalur resmi untuk keperluan bantuan.

Pastikan air bersih yang dikonsumsi aman agar terhindar dari penyakit pasca-banjir.

Semoga panduan ini membantu keluarga Anda tetap aman menghadapi musim hujan kali ini. ***