POJOKSATU.id — Di era yang serba digital seperti saat ini, pecinta buku kini memiliki kesempatan baik untuk menjelma menjadi bookfluencer.

Bookfluencer adalah padanan kata "book" dan "influencer" atau mengacu pada orang yang memiliki pengaruh di media sosial dan platform digital dengan memberikan konten seputar buku.

Saat ini, media sosial memberikan wadah dan ruang baru untuk gerakan literasi digital.

Hal ini pula berpengaruh dalam menarik minat masyarakat umum untuk tertarik dalam membaca buku, jika media sosial dapat digunakan dengan sebaik mungkin baik untuk bookfluencer dan audiens.

Baca Juga: Alumni Musthafawiyah Pesantren Tertua Sumut Bentuk Kepengurusan Baru di Kota Padangsidimpuan

Menjadi bookfluencer dapat dimulai jika kita mencintai buku. Ditambah dengan rasa percaya diri dan keinginan kuat untuk mendorong minat orang lain untuk membaca buku.

Ketika menjadi seorang bookfluencer, dapat menjadi jembatan untuk masyarakat awam mengenai dunia literasi.

Bookfluencer dapat menjadi titik temu sesama pecinta buku dan generasi muda yang ingin mulai membaca. kegiatan ini dapat dilakukan melalui interaksi kolom komentar atau live session.

Selain itu, melalui konten review atau rekomendasinya, bookfluencer dapat membantu audiens memilih buku sesuai dengan minat dan kebutuhan.

Baca Juga: LANJUTAN Pertanyaan dan JAWABAN Seleksi PPG Calon Guru, Bagian D hingga F, Hadapi Tantangan Kerja Sama, Pembimbingan, dan Sumber Daya

Bookfluencer juga dapat memperkenalkan buku-buku lokal yang belum populer atau genre yang kurang terekspos.

Selain memberikan pengaruh positif kepada audiens, menjadi seorang bookfluencer pun dapat mengembangkan kemampuan diri sendiri.

Kemampuan tersebut antara lain meningkatkan rasa percaya diri untuk membuat konten, mengembangkan pemikiran yang kritis karena diskusi mengenai pemahaman isi buku, dan menumbuhkan empati dengan menginterpretasikan sebuah karya.

Berikut tips untuk kamu pecinta buku yang ingin mencoba menjadi bookinfluencer;

1. Memulai dari Apa yang Sudah Dimiliki

Menjadi seorang bookfluencer dapat dimulai dari apa yang sudah kamu punya.

Tidak harus memiliki ribuan pengikut untuk memulai diri kamu menjadi bookfluencer, cukup memulai dengan platform yang sudah kamu punya bisa berupa blog pribadi, TikTok, atau Instagram.

Memulai dengan sederhana bisa menjadi sebuah awalan. Selama kamu memang menyukainya, kamu bisa melakukannya.

Baca Juga: Beasiswa Atlet Berprestasi 2025 Diluncurkan, Dukung Pendidikan untuk Sang Juara, Begini Sasaran dan Manfaat Program

2. Pilih Jenis Konten yang Sesuai dengan Diri Sendiri

Memilih jenis konten sangat penting untuk menyesuaikan dengan karakter autentik pada diri kamu.

Jika kamu adalah seseorang yang suka menulis, kamu bisa membuat konten di blog pribadi atau media sosial dengan tulisan kamu.

Jika kamu suka berbicara dan berinteraksi dengan orang lain, coba untuk membuat video dan melakukan live session dengan berdiskusi mengenai isi buku.

Ketika sudah menemukan dan memilih konten yang sesuai, akan lebih mudah dan nyaman menjalankan dan menjaga konsistensinya.

3. Jaga Konsistensi dan Autentisitas

Audiens cenderung menghargai konten yang menjunjung kejujuran.

Oleh karena itu, buatlah konten yang tulus jauh lebih memberikan kesan pada audiens daripada sekadar promosi.

Selain itu, diperlukannya konsistensi dalam membuat konten.

Buatlah konten dengan sering dan rutin, hal ini juga akan berpengaruh pada jangkauan dan peluang ditemukannya konten kamu di digital.

Baca Juga: Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren 2026, Pemprov Jateng Siapkan untuk Profesioal Saintek hingga Ahli Kajian Islam

4. Hubungkan Buku dengan Kehidupan atau Isu Terkini

Isi buku tentunya pasti berkaitan dengan kehidupan yang kita jalani karena buku tidak hidup dalam ruang hampa.

Menghubungkan buku dengan kehidupan atau isu terkini juga dapat mmebuat audiens tertarik dengan isi buku tersebut karena merasa dekat dengan kehidupan mereka.

5. Bangun Kolaborasi dengan Komunitas atau bookfluencer Lain

Dengan membangun kolaborasi dengan komunitas atau bookfluencer lain dapat memperluas jangkauan dan menambah relevansi pada konten yang dibuat.

Kolaborasi juga dapat meningkatkan kredibilitas dan menciptakan konten yang lebih menarik dna autentik bagi audiens.

Baca Juga: Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren 2026, Pemprov Jateng Siapkan untuk Profesioal Saintek hingga Ahli Kajian Islam

Itulah tips buat kalian yang pecinta buku dan ingin mencoba memberikan pengaruh kepada masyarakat untuk memiliki minat yang sama, yakni membaca buku.

Kita tidak hanya akan menikmati bacaan secara pribadi, tetapi juga dapat membuka pintu bagi masyarakat lain untuk berpikir kritis dan mencintai buku. ***