POJOKSATU.id - Bullying atau perundungan pada anak di sekolah dan lingkungan sosial makin sering menjadi perhatian.
Agar orang tua tidak terlambat mengetahui, sejumlah pakar mengingatkan pentingnya mengenali sinyal awal bahwa anak mungkin sedang menjadi korban.
Sinyal Fisik dan Perilaku
Beberapa tanda yang menunjukkan anak menjadi korban bullying antara lain: enggan bersekolah, sering mengeluh sakit kepala atau sakit perut tanpa sebab jelas, dan menunjukkan perubahan mood atau perilaku yang drastis.
Selain itu, anak menjadi lebih pendiam atau tertutup, menghindar dari interaksi sosial, atau tiba-tiba prestasi di sekolah menurun.
Kenapa Harus Tahu
Psikolog dari RRI mengingatkan bahwa perubahan kecil pada anak bisa jadi sinyal tekanan yang lebih besar, termasuk bullying.
Jika tidak ditangani, korban bullying bisa mengalami dampak psikologis yang signifikan mulai dari menurunnya kepercayaan diri hingga masalah kesehatan mental.
Langkah yang Bisa Dilakukan
Beberapa langkah praktis yang direkomendasikan:
* Observasi rutinitas anak: apakah ada penolakan pergi ke sekolah atau aktivitas ekstrakurikuler?
Baca Juga: Kuota Impor BBM Naik 110%, Swasta Dapat Porsi Lebih Besar
* Buka komunikasi: tanyakan dengan lembut “Bagaimana sekolah hari ini?” atau “Ada yang membuatmu tidak nyaman?”
* Libatkan pihak sekolah jika diperlukan: guru atau konselor bisa membantu menelusuri situasi yang terjadi.
* Berikan dukungan emosional: yakinkan anak bahwa bukan salahnya ia menjadi korban, dan bahwa Anda ada untuk membantunya.
Bullying mungkin terjadi tanpa tampak jelas dari luar.
Oleh karena itu, kepekaan orang tua menjadi kunci penting untuk mencegah dampak jangka panjang.
Baca Juga: Tips Agar Ikan di Akuarium Tetap Sehat saat Ditinggal Liburan
Segera bertindak saat ada sinyal awal bullying bisa membuat perubahan besar bagi masa depan anak. ***




