POJOKSATU.id, CEGUKAN sering dialami oleh banyak ibu hamil dan menjadi pertanyaan umum, apakah kondisi ini normal atau justru berbahaya bagi janin.

Dokter kandungan, dr. Rima Sonpal, menjelaskan bahwa kehamilan membawa berbagai perubahan dalam tubuh, terutama pada hormon dan sistem pencernaan.

Salah satu efeknya adalah munculnya cegukan yang lebih sering dari biasanya.

“Seringnya cegukan merupakan efek samping alami dari perubahan hormon dan tekanan pada organ tubuh selama masa kehamilan,” ujar Sonpal dikutip dari ParentingFirstCry.

Baca Juga: Rawa Dano Tak Pernah Kering, Pesona Alam Ajaib dari Serang Banten

Cegukan biasanya muncul di akhir trimester pertama hingga awal trimester kedua.
Meski bisa terasa mengganggu, kondisi ini tergolong normal dan tidak membahayakan janin.

Menurut dr. Sonpal, cegukan umumnya terjadi akibat kontraksi tiba-tiba pada diafragma, otot yang berperan dalam pernapasan.

“Cegukan bukan tanda adanya masalah pada bayi, melainkan bentuk penyesuaian tubuh terhadap perubahan fisik,” tambahnya.

Beberapa faktor dapat memicu cegukan pada ibu hamil. Salah satunya adalah peningkatan asupan oksigen selama kehamilan hingga 30–40 persen, yang menyebabkan rasa sesak dan memicu kejang pada diafragma.

Baca Juga: Lantik Dewan Hakim STQHN ke-28, Menag: Jaga Integritas dan Objektivitas

Selain itu, refluks asam lambung akibat tekanan rahim pada organ pencernaan juga menjadi penyebab umum.

Cegukan memang tidak berbahaya, namun bisa membuat ibu merasa tidak nyaman.

Untuk mengatasinya, beberapa cara sederhana bisa dilakukan di rumah, seperti minum air putih perlahan tanpa jeda, menarik napas dalam-dalam, atau mengisap jeruk nipis dan jahe untuk merangsang saraf pernapasan.

Selain itu, menelan sesendok gula, berkumur dengan air dingin, atau menarik napas di dalam kantong kertas juga bisa membantu menghentikan cegukan.

Dengan cara-cara alami ini aman dilakukan selama kehamilan dan membantu tubuh lebih rileks.

Baca Juga: Gerakan Literasi Alquran, Menag Harap IKA PTIQ Jadi Motor Penggerak Masyarakat

Namun, Bunda perlu waspada jika cegukan terjadi terlalu sering, berlangsung lama, atau disertai gejala seperti mual berat, nyeri perut, muntah, atau kesulitan tidur. Bila kondisi ini muncul, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

Cegukan yang berlebihan bisa menjadi tanda adanya gangguan tertentu, termasuk pada tali pusat atau aktivitas janin yang tidak normal.

Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan kondisi ibu dan bayi tetap sehat.

Meski demikian, mayoritas kasus cegukan saat hamil tidak berbahaya.

Dengan menjaga pola makan, cukup istirahat, dan menghindari stres, Bunda bisa mengurangi frekuensinya secara alami.

Baca Juga: Ustaz Yusuf Mansur Bikin Heboh Gegara Buka Jasa Doa Online saat Live, MUI : Meminta Upah Berlebihan Termasuk Perbuatan Tercela

Cegukan hanyalah salah satu perubahan kecil yang menunjukkan tubuh sedang bekerja keras mempersiapkan kelahiran si kecil.

Jadi, tetap tenang dan nikmati setiap momen indah dalam perjalanan kehamilan, ya Bunda. ***