POJOKSATU.id - Selama ini, orang sering bertanya: “Kamu introvert atau ekstrovert?” Seakan-akan hanya ada dua pilihan dalam memahami diri.
Namun, kini muncul istilah baru bernama Otrovert yang hadir sebagai jembatan bagi mereka yang tidak merasa cocok dengan dua kotak klasik itu.
Psikiater Rami Kaminski memperkenalkan istilah ini. Menurutnya, Otrovert adalah pribadi yang bisa hadir dalam lingkup sosial, tetapi tidak merasa perlu menempel pada kelompok besar.
Mereka lebih nyaman menjalin koneksi tulus dengan sedikit orang ketimbang berusaha jadi bagian dari keramaian.
Bayangkan seseorang datang ke pesta. Orang tersebut bukan tipe yang ingin jadi pusat perhatian, juga bukan yang memilih menghilang seperti seorang introvert.
Mereka tetap ada di ruangan, berbincang dengan satu atau dua orang terpilih, sambil lebih banyak mengamati suasana.
Gambaran sederhana inilah yang mencerminkan sosok Otrovert.
Ciri-ciri lainnya cukup menarik. Otrovert biasanya stabil secara emosional, mandiri, serta menikmati kesendirian sama halnya dengan pertemuan kecil yang hangat.
Jadi, mereka bukan anti-sosial, melainkan lebih selektif dalam menaruh energi.
Kaminski bahkan menilai beberapa tokoh besar seperti Albert Einstein, Frida Kahlo, hingga Virginia Woolf menunjukkan kecenderungan ini.
Di era modern, aktris Kanada Lisa Ray mengaku dirinya seorang Otrovert. Menurutnya, kepribadian itu justru menjadi sumber kreativitas serta kebebasan berpikir.
Menariknya, konsep ini menantang anggapan lama soal kepribadian.
Jika introvert dan ekstrovert biasanya bicara soal bagaimana seseorang mengelola energi sosial, maka Otrovert lebih menekankan kualitas hubungan.
Istilah ini memberi ruang bagi mereka yang merasa tidak pas masuk ke dalam dua label klasik.
Pada akhirnya, kehadiran konsep Otrovert bisa membantu orang lebih menerima diri, tidak lagi merasa harus sesuai dengan ekspektasi sosial, dan justru menemukan cara unik untuk berkembang.




