POJOKSATU.id — Belajar sering bikin kepala rasanya penuh seperti kehabisan paket data.
Dari rumus matematika yang panjang sampai hafalan sejarah yang seolah tidak ada habisnya.
Ditambah lagi dengan PJJ alias pembelajaran jarak jauh.
Sinyal internet kadang menghilang saat guru lagi menjelaskan inti materi, sementara tugas yang diberikan menumpuk tanpa henti.
Tidak heran banyak siswa akhirnya mencari jalan pintas dengan mengikuti bimbingan belajar online.
Namun, meski sudah berusaha, tetap saja ada bagian yang tidak masuk ke kepala.
Nah, selow, ada cara belajar yang bisa bikin kita lebih cepat paham, namanya teknik Feynman.
Baca Juga: Catatan Anti Lemot! Cara Seru Mencatat dengan Teknik Cornell untuk Pelajar SMA
Siapa Itu Richard Feynman?
Richard Feynman adalah seorang fisikawan asal Amerika Serikat yang terkenal nyentrik.
Ia meraih Hadiah Nobel pada tahun 1965 berkat jasanya dalam menyederhanakan teori elektrodinamika kuantum melalui Feynman Diagram.
Sejak kecil, ia hobi membongkar barang-barang di rumah.
Radio rusak pun dibongkar, lalu diperbaiki kembali. Bahkan, ia pernah belajar matematika hanya dengan melihat pola ubin di kamar mandi. Kreatif sekaligus unik.
Orang tuanya membiarkan rasa ingin tahunya berkembang.
Hasilnya, Feynman tumbuh sebagai individu yang selalu penasaran.
Baca Juga: Belajar Fokus 25 Menit ala POMODORO, Teknik Ampuh Biar PRODUKTIF Tanpa Stress, Fokusnya TETAP NEMPEL
Saat kuliah di Princeton, ia terbiasa menuliskan ulang materi pelajaran dengan bahasa sederhana.
Karena kemampuannya menjelaskan hal rumit dengan mudah, ia mendapat julukan The Great Explainer.
Dari kisah hidup Feynman, kita bisa belajar bahwa pendidikan bukan hanya soal menghafal untuk ujian, melainkan memahami sesuatu hingga benar-benar mengerti.
Empat Langkah Teknik Feynman
Tidak perlu repot membongkar radio atau melototi ubin kamar mandi.
Ada empat langkah mudah yang bisa dilakukan dengan teknik ini:
-
Pilih topik yang ingin dipelajari
Tulis judul topiknya di kertas, lalu coba jelaskan dengan bahasamu sendiri. Anggap sedang memberi presentasi.
Bisa juga dilakukan di depan kaca atau dengan merekam suara.
-
Pelajari bagian yang belum dimengerti
Jika tiba-tiba lupa atau bingung, tidak masalah.
Itu tandanya ada hal yang perlu dipelajari lebih dalam. Cari lagi sumbernya di buku, internet, atau catatan guru.
Baca Juga: Inilah Deretan Pekerjaan Remote Paling Populer di 2025, Cocok untuk Karier Masa Depan -
Tuliskan dalam catatan sederhana
Setelah paham, tuliskan kembali dalam catatan yang lebih ringkas.
Bisa berupa mindmap, diagram, atau gambar. Yang penting kamu sendiri paham.
-
Ajarkan kepada orang lain
Coba jelaskan kepada teman, adik, atau pasanganmu.
Bahkan bisa sekalian bikin sesi tanya jawab. Kalau bisa menjawab pertanyaan mereka, berarti kamu sudah benar-benar menguasai materi.
Pentingnya Teknik Feynman
Banyak orang belajar hanya dengan menghafal.
Baca Juga: IQ vs EQ, Mana yang Lebih Mempengaruhi Kehidupan Manusia?
Begitu ujian selesai, semua hafalan hilang. Saat ujian berikutnya datang, harus belajar lagi dari awal. Capek, bukan?
Dengan teknik Feynman, kita dilatih untuk benar-benar memahami konsep.
Tidak harus terpaku pada buku atau bahasa yang kaku.
Gunakan kalimat sendiri, bahkan bisa dengan contoh sederhana yang relate dengan kehidupan sehari-hari.
Nah, bagian seru dari teknik ini adalah langkah terakhir: mengajarkan materi kepada orang lain.
Baca Juga: Benarkah IQ Orang Indonesia Rendah? Simak Ini
Bayangkan kalau kamu ngajarin teman sekelas, eh ternyata jadi makin akrab.
Semoga informasi ini bermanfaat, ya.
Bantu tulis tanggapan di kolom komentar dan share info ini ya.
Akses artikel bisa dibaca melalui apps kami:
-
Versi Android
-
Versi iOS
-
Baca informasi menarik lainnya dari penulis: Reizka Kemala Nazar




