POJOKSATU.id, AYAH Bunda, pernah dengar ungkapan kalau anak ada yang lebih “otak kiri” dan ada yang lebih “otak kanan”?
Katanya, kalau otak kiri anak dominan, maka ia cenderung logis dan pandai berhitung. Sebaliknya, kalau otak kanan lebih aktif, maka anak akan lebih kreatif dan artistik.
Nah, ternyata, itu hanyalah mitos loh, Ayah Bunda! Penelitian terbaru justru membuktikan bahwa anggapan anak punya kecenderungan “otak kiri atau otak kanan” tidak benar adanya.
Baca Juga: Polisi Dalami Motif Pembunuh Kepala Cabang BRI Cempaka Putih Mohamad Ilham Pradipta
Faktanya, seluruh bagian otak bekerja bersama-sama, baik saat anak belajar matematika, menggambar, hingga bermain musik.
Waduh, jadi jangan buru-buru percaya mitos ini, ya!
Neuromitos yang Masih Dipercaya Banyak Orang
Dalam sebuah penelitian terhadap lebih dari 500 guru pendidikan anak usia dini di Australia, hanya 15% guru yang tahu bahwa “siswa memiliki otak kiri atau otak kanan” itu salah.
Artinya, sebagian besar masih mempercayai mitos ini. Bayangkan, kalau mitos ini terus dipercaya, bisa-bisa anak justru terhambat.
Misalnya, anak yang dicap “otak kiri” dipaksa hanya fokus pada matematika, sementara bakat seninya diabaikan.
Sebaliknya, anak yang disebut “otak kanan” mungkin kehilangan kesempatan belajar logika dan analisis. Waduh, sayang banget kan, Bun?
Baca Juga: Inovasi Baru STQH Nasional 2025, Kemenag Hadirkan Lomba Karya Tulis Ilmiah Hadis
Fakta Ilmiah tentang Otak Anak
Biar lebih jelas, memang benar ada fungsi otak yang lebih dominan di sisi tertentu.
Contohnya, bahasa lebih banyak diproses di otak kiri, sedangkan perhatian lebih banyak di otak kanan.
Tapiii, itu tidak berarti kepribadian atau potensi anak hanya ditentukan oleh salah satu sisi otak.
Setiap anak unik.
Mereka bisa berkembang di berbagai bidang kalau mendapat dukungan yang tepat.
Jadi, jangan buru-buru melabeli anak “jago hitung” atau “anak seni” hanya berdasarkan mitos otak kiri dan otak kanan tadi.
Baca Juga: Kenali dan Waspadai Askariasis, Infeksi Cacing Gelang yang Sering Serang Anak di Indonesia
Peran Ayah Bunda dalam Mendukung Anak
Supaya tumbuh kembang anak lebih optimal, Ayah Bunda bisa melakukan hal-hal sederhana berikut ini:
Biarkan anak mencoba berbagai hal: seni, olahraga, hingga sains. Jangan cepat memberi label, karena itu bisa membuat anak minder.
Berikan dukungan penuh agar anak percaya diri mencoba hal baru. Cari informasi dari sumber ilmiah dan terpercaya, bukan sekadar kata orang.
Ayah Bunda, tumbuh kembang anak adalah proses yang menakjubkan. Otak mereka bekerja utuh dan saling terhubung, bukan terpisah antara kiri dan kanan.
Ikuti berita-berita terbaru melalui web kami Pojoksatu di aplikasi berikut;
Jadi, yuk berhenti percaya pada mitos dan mulai memahami anak berdasarkan fakta ilmiah.
Karena pada dasarnya, setiap anak punya potensi besar yang bisa bersinar kalau kita dukung dengan tepat. ***




