POJOKSATU.id, PULAU Ular berada di Desa Pai, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Pulau kecil dengan luas sekira 800 meter persegi ini dikenal bukan hanya karena panorama alamnya yang indah, tetapi juga karena kisah legenda yang berkembang di sekitarnya.
Lokasi dan Akses ke Pulau Ular
Untuk menuju Pulau Ular, wisatawan biasanya memulai perjalanan dari Terminal Dara menuju Terminal Tawali di Wera yang memakan waktu sekira 2 jam perjalanan darat.
Baca Juga: Gagasan Besar dari ICIIS 2025 di Medan: Menjembatani Agama dan Sains
Dari sana, perjalanan dilanjutkan ke Desa Pai selama kurang lebih 1 jam. Setibanya di desa, pengunjung dapat menyeberang menggunakan perahu sekira 15 menit dengan biaya sekitar Rp50 ribu per orang.
Walaupun arealnya kecil, pulau ini cukup populer di kalangan pencinta wisata ekstrem.
Pulau dengan Ratusan Ular Laut
Sesuai dengan namanya, Pulau Ular dihuni oleh ratusan ekor ular laut dari jenis Erabu (Laticauda colubrina) yang bercorak belang hitam dan putih.
Meskipun ular-ular ini memiliki bisa, mereka cenderung jinak dan tidak mudah menyerang manusia. Sering kali mereka tampak berjemur di atas batu atau berenang di tepian laut, menghadirkan pemandangan unik yang tidak ditemukan di pulau lain.
Baca Juga: Yuk, Cermati Kesehatan Anak Usia 5-9 Tahun: Dari Gizi, Imunisasi, hingga Dukungan Emosional
Legenda dan Kepercayaan Masyarakat
Warga sekitar percaya bahwa ular di pulau ini bukanlah ular biasa, melainkan jelmaan manusia yang dikutuk oleh Raja Bima pada masa lalu.
Ada pula cerita lain yang mengatakan kapal para leluhur berubah menjadi batu hingga membentuk pulau ini. Karena itu, ular dianggap sebagai penjaga gaib Pulau Ular.
Keyakinan masyarakat setempat juga menyebutkan bahwa ular akan mati jika dibawa keluar dari habitat aslinya.
Baca Juga: Viral Guru Beban Negara, Menkeu Sri Mulyani Buka Suara : Video Itu Hasil Deepfake
Pesona Alam Pulau Ular
Selain kisah legendanya, Pulau Ular juga menawarkan pemandangan alam yang memesona. Air lautnya sangat jernih, pantainya berpasir putih, dan terumbu karangnya masih alami.
Di sekeliling pulau, pengunjung dapat menjumpai ikan tropis maupun penyu yang sesekali muncul. Keindahan ini menjadikan Pulau Ular cocok dijadikan lokasi fotografi maupun wisata petualangan.
Wisata dengan Aturan Khusus
Walaupun terbuka untuk wisatawan, Pulau Ular tidak memiliki fasilitas seperti penginapan atau warung makan.
Baca Juga: PAHAMI! Ini Syarat Wajib Sekolah Swasta Agar Siswanya Bisa Nikmati Sekolah Gratis di Banten
Karena itu, disarankan bagi pengunjung untuk kembali sebelum malam tiba. Selain itu, ada aturan ketat yang melarang keras membawa ular keluar dari pulau. Nelayan meyakini bahwa ular akan mati atau kembali ke pulau jika diambil dari habitatnya.
Perbandingan dengan Pulau Ular di Brasil
Pulau Ular di Bima sering disandingkan dengan Ilha da Queimada Grande di Brasil. Namun, keduanya memiliki perbedaan besar.
Pulau di Brasil dihuni ribuan ular Golden Lancehead yang dikenal sangat mematikan sehingga aksesnya ditutup untuk umum.
Sebaliknya, Pulau Ular di Sumbawa tetap terbuka untuk pengunjung, dan meski dihuni ular berbisa, tingkat bahayanya tidak seperti yang ada di Brasil. ***




