POJOKSATU.id, ZAMAN sekarang, makanan manis dan instan gampang banget ditemukan, apalagi buat anak-anak. Rasanya enak, kemasannya lucu, ditambah iklannya juga menarik menjadi daya tarik bagi si kecil.

Tapi perlu kehati-hatian, karena terlalu sering mengonsumsi gula bisa menyebabkan anak mengalami obesitas, diabetes, bahkan gangguan perilaku dan konsentrasi, lho.

Nah ini dia tips, supaya anak tidak terlalu ketergantungan sama yang manis-manis, orang tua perlu turun tangan untuk membantu mengontrol asupan si kecil.

Baca Juga: FAKTA BAHASA: Menyelami Kekayaan Kosakata, Penanda Waktu Setelah 'Lusa'

Yuk, simak beberapa cara sederhana tapi ampuh yang bisa Bunda dan Ayah coba di rumah;

1. Kenali Dulu Sumber Gula yang Sering Terlewat

Gula enggak cuma dari permen atau minuman manis saja, tapi juga tersembunyi di makanan yang kelihatannya “aman” seperti roti kemasan, sereal, saus tomat, hingga camilan ringan.

Yuk, mulai biasakan baca label nutrisi! Perhatikan takaran gula per porsi, apalagi kalau anak sering makan makanan kemasan.

2. Kurangi Pelan-Pelan, Jangan Langsung Diputus Total

Kalau anak sudah terbiasa makan manis, jangan langsung larang semua makanan favoritnya.

Itu justru bisa bikin anak tantrum dan trauma.

Sebaiknya, lakukan secara bertahap.

Misalnya, ganti minuman manis dengan infused water, atau ganti permen dengan buah manis seperti pisang atau mangga.

Baca Juga: 10 Netbook Gacoan Berkualitas, Murah, Ringan, dan Setia Menemani Aktivitas Harian!

3. Ganti Camilan dengan yang Lebih Sehat (Tapi Tetap Disukai Anak)

Enggak semua makanan sehat harus hambar dan membosankan.

Coba deh bikin puding buah tanpa gula, smoothies dari pisang dan susu, atau es krim homemade dari yoghurt dan buah beku.

Presentasi juga penting, lho Bun.

Potong buah jadi bentuk bintang, hati, atau karakter kesukaan anak.

Dijamin lebih semangat makannya!

4. Buat Jadwal Makan dan Camilan yang Teratur

Seringkali, anak ngemil terus bukan karena lapar, tapi karena bosan atau nggak ada kegiatan.

Atur jadwal makan utama dan camilan, misalnya sarapan, camilan jam 10 pagi, makan siang, camilan sore, lalu makan malam.

Ini semua bisa membantu anak membedakan rasa lapar dan keinginan ngemil semata.

Baca Juga: Kunci Kesuksesan dan Penyebab Gagalnya Seorang Anak, Ternyata Segini Penting Peran Orang Tua

5. Libatkan Anak Saat Menyiapkan Makanan

Anak lebih semangat makan kalau diajak ikut masak bareng.

Misalnya, biarkan mereka pilih buah saat belanja, cuci sayur, atau hias roti sarapan sendiri.

Dari situ, anak belajar bahwa makanan sehat juga bisa seru dan enak.

6. Edukasi Lewat Cerita atau Permainan

Anak-anak lebih gampang paham kalau dijelaskan dengan cara menyenangkan.

Coba cerita soal “tentara tubuh” yang butuh makanan sehat buat melawan monster jahat (penyakit).

Atau ajak main tebak-tebakan: “Mana yang lebih sehat, jus buah segar atau soda?” Seru, kan?.

Menggunakan cara ini juga dapat memancing komunikasi yang erat loh dengan buah hati.

Baca Juga: Dari FIPHAL UNIDA, Sejumlah Ini Mahasiswa Bawa 'Cahaya' ke SMK Amanah

7. Jangan Gunakan Gula sebagai Hadiah

Banyak orang tua yang kasih cokelat, permen, atau boba sebagai hadiah karena anak berperilaku baik. Tapi, ini bisa membuat anak berpikir bahwa makanan manis adalah sesuatu yang “berharga.” Coba ganti hadiah dengan stiker, waktu bermain ekstra, atau pelukan hangat. Lebih sehat dan tetap bermakna!

8. Ajak Anak Aktif Bergerak

Kalau anak sudah kadung suka makanan manis, imbangi dengan aktivitas fisik.

Main bola, lompat tali, jalan-jalan sore, atau sekadar dansa bareng di rumah bisa bantu membakar energi dan bikin tubuh anak tetap sehat.

Bonusnya, tidur malam juga jadi lebih nyenyak.

Baca Juga: Rekomendasi Laptop Mahasiswa 2025, Anti Lemot, Bertenaga, dan Cocok untuk Semua Jurusan!

9. Jadi Contoh, Jangan Cuma Menyuruh

Anak belajar dari yang mereka lihat.

Kalau orang tua sering minum teh manis atau ngemil cokelat di depan anak, jangan heran kalau mereka ikut-ikutan.

Jadi, yuk mulai dari diri sendiri. Tunjukkan bahwa hidup sehat itu menyenangkan dan bisa dilakukan bareng-bareng.

10. Konsultasikan ke Ahli Gizi Jika Perlu

Kalau Bunda merasa bingung atau khawatir dengan pola makan anak, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter anak atau ahli gizi.

Baca Juga: PSMS Pertahankan Dua Pemain Muda Reyki Fariz dan Aditya Ramadhan

Ikuti berita-berita terbaru melalui web kami Pojoksatu di aplikasi berikut;

Versi Android

Versi iOS

Channel Whatsapp

Fanpage Edugov

Mereka bisa bantu bikin perencanaan makanan sehat yang sesuai dengan usia dan kebutuhan si kecil. ***