POJOKSATU.id — Nuzulul Quran 2025 menjadi momen istimewa yang dinanti oleh umat Islam di seluruh dunia.
Peristiwa turunnya Al-Qur’an bukan hanya bagian dari sejarah, tetapi juga pengingat akan petunjuk hidup yang diberikan Allah kepada manusia.
Al-Qur’an pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. di bulan Ramadan sebagai pedoman hidup bagi umat Muslim.
Oleh karena itu, peringatan Nuzulul Quran tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi juga waktu yang tepat untuk merenung dan memperbaiki diri.
Baca Juga: Doa Hari ke 20 Bulan Ramadhan, Membaca Al Quran, Kelak Ia Akan bersama Malaikat yang Mulia
Sejarah Nuzulul Quran
Nuzulul Quran adalah peristiwa turunnya wahyu pertama kepada Rasulullah saw. melalui Malaikat Jibril. Dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 185, Allah berfirman:
“Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan tentang petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil)” (QS. Al-Baqarah: 185).
Peristiwa ini terjadi di Gua Hira ketika Nabi Muhammad saw. sedang bertafakur. Malaikat Jibril datang membawa wahyu pertama, yaitu:
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah, yang mengajar (manusia) dengan pena, mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-‘Alaq: 1-5)
Baca Juga: Masih Belum Mulai Tadarus? Kenali 5 Keutamaan Membaca Al-Quran di Bulan Ramadhan
Ayat ini menegaskan pentingnya membaca, tidak hanya dalam arti harfiah, tetapi juga dalam memahami ilmu dan mencari kebenaran.
Islam mengajarkan umatnya untuk selalu mencari ilmu sebagai bagian dari kehidupan.
Kapan Nuzulul Quran 2025 Diperingati?
Di Indonesia, Nuzulul Quran biasanya diperingati pada malam 17 Ramadan.
Meskipun tidak ada catatan pasti mengenai tanggal turunnya Al-Qur’an, mayoritas ulama sepakat bahwa wahyu pertama turun pada bulan Ramadan.
Imam Jalaluddin As-Suyuthi dalam Al-Itqan fi ‘Ulumil Qur’an menyebutkan bahwa Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur selama 23 tahun, dimulai di bulan Ramadan.
Al-Qur’an juga dikaitkan dengan Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Dalam Surat Al-Qadr ayat 1-3, Allah berfirman:
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan (Lailatul Qadar). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 1-3)
Nuzulul Quran 2025 di Indonesia akan diperingati pada Senin, 17 Maret 2025. Peringatan ini seharusnya menjadi waktu bagi umat Muslim untuk semakin dekat dengan Al Quran.
Refleksi Diri di Momen Nuzulul Quran 2025
Ramadan adalah bulan penuh berkah, dan peristiwa Nuzulul Quran 2025 mengingatkan kita untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an. Rasulullah saw. bersabda:
“Orang yang membaca Al-Qur’an dan mahir dalam membacanya, maka dia akan bersama para malaikat yang mulia. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an dengan terbata-bata dan merasa kesulitan, maka baginya dua pahala” (HR. Bukhari No. 4937, Muslim No. 798).
Hadis ini menunjukkan bahwa usaha belajar membaca Al-Qur’an memiliki nilai pahala yang besar.
Momen ini menjadi kesempatan bagi umat Muslim untuk lebih sering membaca dan memahami Al-Qur’an.
Panduan Hidup
Al-Qur’an memberikan solusi bagi setiap permasalahan hidup. Allah berfirman dalam Surat Al-Isra’ ayat 9:
“Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada jalan yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang beriman yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.” (QS. Al-Isra’: 9)
Dengan membaca dan memahami Al-Qur’an, kita akan mendapatkan petunjuk dalam menghadapi berbagai situasi kehidupan.
Menghidupkan Nuzulul Quran
Merenungi makna turunnya Al-Qur’an tidak cukup hanya dengan membaca, tetapi juga dengan mengamalkan ajaran di dalamnya.
Salah satu nilai penting dalam Al-Qur’an adalah kepedulian terhadap sesama. Allah Swt. berfirman:
“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.” (QS. Al-Baqarah: 43)
Ramadan adalah waktu yang tepat untuk berbagi kepada sesama.
Rasulullah saw. adalah orang yang paling dermawan, dan kedermawanan beliau semakin bertambah di bulan Ramadan (HR. Bukhari No. 1902, Muslim No. 2308).
Selain bersedekah, kita juga bisa memperbanyak ibadah seperti shalat malam dan memperbaiki akhlak.
Dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilai dalam Al-Qur’an, kita dapat meraih berkah dari Allah Swt.
Tebar Kebaikan
Nuzulul Quran 2025 menjadi kesempatan berharga bagi umat Islam untuk semakin mendekatkan diri kepada kitab suci.
Peringatan ini bukan hanya seremoni, tetapi juga pengingat bahwa pedoman hidup kita sudah tersedia dalam Al-Qur’an.
Dengan membaca, memahami, dan mengamalkan isinya, kita dapat meraih berkah dan hidayah dari Allah Swt.
Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga refleksi diri dan peningkatan kualitas ibadah.
Momen Nuzulul Quran ini selayaknya dijadikan kesempatan untuk lebih mencintai Al-Qur’an dan menjadikannya cahaya dalam kehidupan kita.
Semoga Ramadan ini membawa keberkahan dan menjadikan kita pribadi yang lebih baik. Aamiin yaa Rabbal alamin. ***




