POJOKSATU.id — Bulan Ramadan bukan sekadar bulan untuk menahan lapar dan haus, tetapi juga menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah dan meraih pahala.
Banyak amalan khusus yang memiliki keutamaan istimewa dan hanya bisa dilakukan di bulan suci ini. Oleh karena itu, banyak orang yang berlomba-lomba meningkatkan ibadah selama Ramadan.
Salah satu ibadah yang khas di bulan Ramadhan adalah shalat tarawih.
Salat ini umumnya dilakukan setelah salat isya' dan biasanya dikerjakan secara berjamaah.
Jumlah rakaatnya bervariasi, ada yang melaksanakannya sebanyak delapan rakaat, namun ada juga yang menjalankannya hingga dua puluh rakaat.
Yang paling penting adalah menghidupkan malam Ramadhan dengan salat tarawih.
Sebab, dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa siapa yang melaksanakannya dengan penuh keimanan dan mengharap ridha Allah SWT, maka dosa-dosa yang telah lalu akan diampuni.
Menurut ulama Hanabilah atau ulama yang mengikuti mazhab Hambali, salat tarawih merupakan salat sunnah yang paling utama dibandingkan dengan salat sunnah lainnya.
Keistimewaan lainnya adalah bahwa salat ini dianjurkan untuk dilakukan secara berjamaah, menjadikannya salah satu dari sedikit salat sunnah yang serupa dengan salat fardhu dalam hal pelaksanaannya.
Dalam kitab Durratun Nashihin yang disusun oleh Syaikh Utsman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syakir al-Khaubawiyyi, disebutkan bahwa setiap malam bulan Ramadhan memiliki keistimewaan tersendiri bagi mereka yang menunaikan salat tarawih.
Malam Kesebelas:
Keutamaan malam kesebelas disebutkan dalam riwayat berikut:
وَفِى اللَّيْلَةِ الْحَادِيَةَ عَشَرَةَ يَخْرُجُ مِنَ الدُّنْيَا كَيَوْمٍ وُلِدَ مِنْ بَطْنِ اُمِّهِ
Artinya: "Pada malam kesebelas, kelak ia akan meninggal dunia seperti keadaan di mana ia baru dilahirkan dari perut ibunya." ***




