POJOKSATU.id — Desain interior ala Scandinavian kini semakin berkembang dan menjadi populer di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

Gaya desain yang berasal dari Swedia ini dikenal karena kemampuannya untuk diterapkan dalam berbagai kondisi, baik untuk rumah tinggal maupun kebutuhan lainnya.

“Desain Scandinavian diyakini memberikan nuansa simpel, minimalis, multifungsi, namun tetap estetis dalam setiap ruangannya,” ungkap Agus Setyo Wibowo, Markom Grand Delima Ciomas.

Alasan inilah yang membuat gaya Scandinavian menjadi tren dan diadopsi secara luas, mulai dari hunian pribadi hingga hotel.

Lantas, apa saja karakteristik yang membuat desain ini begitu diminati? Simak ulasan berikut.

Baca Juga: Mampu Bertahan Segala Cuaca, Ini Kelebihan Panel Dinding Rumah Bergaya Alami

Warna Netral sebagai Ciri Khas Utama

Gaya Scandinavian identik dengan dominasi warna putih. Selain itu, warna netral lainnya seperti abu-abu juga kerap digunakan.

Warna-warna ini memberikan kesan elegan dan cantik sehingga menjadi elemen penting dalam desain interior Scandinavian.

“Warna netral dalam desain Scandinavian menjadi pilihan utama untuk menciptakan nuansa yang tenang dan harmonis,” tambahnya.

Warna Alam untuk Alternatif

Bagi mereka yang kurang menyukai warna netral, warna-warna alam dapat menjadi pilihan alternatif.

Baca Juga: Mulai dari Tanaman yang Sederhana, Menanam APOTIK HIDUP di Rumah, Pilih Dulu Jenis Ini, Pembiasaan Tanpa BAHAN KIMIA

Masyarakat Scandinavian sering memanfaatkan elemen yang berasal dari lingkungan sekitar untuk mendekatkan diri pada alam.

Warna alam memberikan kehangatan dan kenyamanan, sangat cocok untuk melengkapi gaya desain ini.

Material Kayu sebagai Elemen Utama

Kayu menjadi salah satu material utama dalam desain Scandinavian, baik untuk konstruksi rumah seperti atap dan dinding, maupun untuk perabotan.

Baca Juga: 5 Masalah Pada Rumah Saat Musim Hujan, Jangan Dianggap Sepele, Buruan Cegah Sebelum Terlambat!

Material kayu ini biasanya dibiarkan alami tanpa finishing untuk menonjolkan kesan natural.

“Kayu yang tidak dipoles memberikan nuansa hangat dan alami yang menjadi salah satu ciri khas desain ini,” ujar Agus.

Selain itu, kayu yang digunakan umumnya memiliki warna monokrom atau lembut, bukan warna mencolok.

Hal ini semakin memperkuat kesan sederhana namun tetap menawan dalam desain interior Scandinavian.

Lantai Kayu yang Berkesan Alami

Sejalan dengan elemen kayu lainnya, lantai rumah berdesain Scandinavian juga menggunakan material kayu.

Warna yang dominan untuk lantai kayu ini cenderung gelap atau pucat, memberikan keseimbangan pada keseluruhan tampilan rumah.

Namun, penggunaan lantai kayu sebaiknya dihindari untuk area basah seperti kamar mandi.

Baca Juga: Memilih Hunian Asri dan Ideal, Tidak Hanya View, Udara Segar dan Type Rumah Sesuai dengan Kebutuhan, Ini Salah Satunya

Jendela Lebar untuk Cahaya Maksimal

Kawasan Eropa Utara yang memiliki intensitas cahaya matahari rendah, khususnya di musim dingin, memengaruhi desain rumah dengan jendela lebar.

Hal ini memungkinkan cahaya alami masuk maksimal ke dalam ruangan.

Di Indonesia yang beriklim tropis, penggunaan jendela lebar tetap relevan jika disesuaikan dengan kebutuhan.

Misalnya, memasang jendela yang menghadap ke arah utara dan selatan untuk menghindari paparan matahari langsung.

Namun, jika rumah Anda berada di daerah dengan intensitas cahaya rendah, seperti wilayah pegunungan, pemasangan jendela lebar bisa menjadi solusi untuk memaksimalkan pencahayaan alami. ***