POJOKSATU.id - Kasus kekerasan yang menimpa anak selebgram asal Malang, Aghnia Punjabi tengah menjadi perbincangan publik saat ini.

CA yang baru berusia 3,5 tahun mengalami trauma dan luka fisik akibat dianiaya pengasuhnya IPS (27). Dan kini sedang mendapatkan perawatan intensif.

Aghnia Punjabi mengklaim bahwa, ia merekrut pengasuh atau babysitter untuk anaknya itu melalui jasa konsultan yang lumayan terkenal. Namun, ia masih bisa kecolongan.

Baca Juga: Puasa Ramadhan, Renungan Diri Agar Manusia Selalu Bersyukur Merasakan Nikmat Allah

Ramainya pemberitaan ini tentutnya membuat para ibu pekerja atau working mom dalam kebimbangan, karena harus menitipkan buah hati mereka saat bekerja.

Memilih babysitter bukanlah hal yang mudah, orang tua perlu memastikan bahwa penjaga si kecil merupakan orang yang bisa memberikan rasa aman dan pengasuhan yang baik.

Hal ini agar para orang tua yang bekerja tidak khawatir harus meninggalkan sang anak bersama orang lain.

Baca Juga: Timnas Indonesia Naturalisasi: Piala Dunia 2026 (Bukanlah) Mimpi

Dalam memilih babysitter yang cocok dan sesuai dengan keinginan orang tua, dapat meminta rekomendasi teman, keluarga, atau kerabat untuk mendapatkan pengasuh yang handal, bertanggungjawab, dan dapat dipercaya.

Beberapa hal berikut ini dapat dilakukan orang tua untuk memilih babysitter:

1. Cari babysitter yang berpengalaman
Perhatikan usia babysitter yang akan menjaga Si Kecil di rumah. Jika memungkinkan, pilihlah babysitter yang usianya cukup matang dan tidak terlalu muda karena biasanya lebih berpengalaman.

Baca Juga: Pegawai Harian Lepas, Apa Saja Haknya dan Bagaimana Aturan Hukumnya

Orang tua bisa menanyakan riwayat pekerjaan calon babysitter dalam merawat dan mengasuh anak-anak sebelumnya untuk mencari tahu seberapa banyak pengalaman yang ia miliki.

2. Lakukan wawancara terlebih dahulu
Meski telah mendapatkan rekomendasi dari kerabat atau saudara, sebaiknya para orang tua tetap melakukan wawancara dengan calon babysitter terlebih dahulu.

Jangan lupa untuk menyiapkan daftar pertanyaan penting, seperti pengalaman mengasuh dan merawat anak serta sertifikat yang menunjukkan ia pernah mengikuti pelatihan babysitter.

Baca Juga: Resmikan Galeri Sejarah Tionghoa, Hassanudin Sebut Bagian Dari Kehidupan Sosial dan Ekonomi Sumut

Babysitter yang baik tidak hanya dapat mengasuh dan merawat anak saja, tetapi juga harus bisa memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), apabila suatu saat anak sakit atau mengalami cedera.

3. Perhatikan interaksi antara babysitter dengan anak
Saat melakukan wawancara dengan babysitter di rumah, lihat bagaimana ia berinteraksi langsung dengan Si Kecil.

Para orang tua juga bisa mengajukan pertanyaan dalam bentuk contoh kasus, misalnya apa yang akan ia lakukan bila Si Kecil rewel atau melakukan sesuatu yang tidak baik, seperti melempar mainan.

Baca Juga: Masa Angkutan Lebaran 2024, Tiket KA Daop 2 Bandung SudahTerjual Hampir 50%

Perhatikan juga bagaimana cara babysitter menghibur, menegur, atau mengajak Si Kecil bermain.

4. Tetap awasi babysitter dengan baik
Selama beberapa hari pertama babysitter bekerja, orang tua sebaiknya berada di rumah untuk mengawasi dan memberi tahu rincian tugas yang menjadi tanggung jawabnya.

Amatilah pekerjaannya dan bagaimana cara ia berinteraksi dan mengasuh Si Kecil.

Memilih babysitter yang cocok memang tidaklah mudah. Jika orang tua sudah mendapatkannya, jagalah hubungan baik dengan babysitter agar ia merasa nyaman serta betah merawat dan menjaga Si Kecil.

Baca Juga: Masa Angkutan Lebaran 2024, Tiket KA Daop 2 Bandung SudahTerjual Hampir 50%

Bila masih ragu untuk menggunakan jasa babysitter, orang tua bisa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu, terlebih jika Si Kecil memiliki kebutuhan khusus.

Dokter mungkin bisa merekomendasikan kriteria babysitter yang tepat untuk keluarga anda. ***