POJOKSATU.ID- Peristiwa penurunan ayat pertama yang menetapkan kewajiban puasa dalam bulan Ramadan terjadi pada bulan Sya'ban tahun kedua Hijriyah (tahun kedua setelah hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah).
Kejadian ini terkait dengan peristiwa-pertistiwa dalam hidup Nabi Muhammad SAW dan penurunan wahyu Al-Qur'an.
Peristiwa ini dicatat dalam sejumlah riwayat hadis yang menggambarkan momen ketika ayat pertama tentang puasa di bulan Ramadan diturunkan.
Baca Juga: Hari Pertama Tarawih Geng Motor Sudah Resahkan Warga Binjai Barat, Satu Unit Sepeda Motor Terbakar
Salah satu riwayat yang terkenal adalah kisah penurunan ayat tersebut ketika Nabi Muhammad SAW sedang memberikan khutbah di hadapan para sahabat di Masjid Nabawi di Madinah.
Ketika bulan Sya'ban mendekati akhir, Nabi Muhammad SAW memberikan khutbah kepada umat Islam di Masjid Nabawi.
Dalam khutbah tersebut, beliau menyampaikan bahwa Allah SWT telah mewajibkan puasa di bulan Ramadan sebagai bentuk ibadah yang baru.
Baca Juga: Jarang Diungkap! Ternyata inilah Kelemahan Terbesar Killer Bee yang Menjadi Celah Bagi Lawan
Beberapa riwayat menyebutkan bahwa saat itu Nabi sedang berdiri di mimbar (pelaminan) di dalam masjid.
Selama khutbah tersebut, tiba-tiba turunlah wahyu pertama tentang puasa, yaitu ayat 183 dari Surat Al-Baqarah:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa."
Ayat ini menetapkan wajibnya puasa di bulan Ramadan untuk umat Islam, dan ayat ini dianggap sebagai satu momen bersejarah dalam perjalanan ajaran Islam.
Setelah penurunan ayat tersebut, umat Islam mulai menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan sebagai salah satu rukun Islam yang lima. ***



