POJOKSATU.ID- Kemajuan teknologi dunia digital menjadi hal yang tidak dapat dihindarkan. Dunia digital saat ini telah diwarnai oleh kehadiran berbagai platform media sosial, tetapi satu aplikasi yang telah merevolusi cara kita berinteraksi dengan konten adalah TikTok.

Dengan jutaan pengguna yang tergila-gila dengan video pendek yang kreatif dan menghibur, TikTok telah menjadi pusat perhatian bagi banyak orang di seluruh dunia.

Namun, di balik kesenangan dan kecanduan yang mungkin muncul, penting untuk mempertimbangkan dampak negatif yang bisa terjadi ketika kita terlalu banyak menghabiskan waktu untuk scroll layar TikTok.

Banyak dari kita mungkin telah mengalami sendiri bagaimana TikTok bisa menjadi sumber hiburan yang tak terbatas.

Baca Juga: Mantan Istri Buka Suara, Begini Perjalanan Kurnia Meiga Dalam Dunia Sepak Bola

Dengan algoritma yang cerdas menyesuaikan konten dengan minat pengguna, platform ini mampu menyajikan video-videonya secara pribadi, menjadikannya sulit untuk berhenti menonton.

Namun, terlalu banyak waktu yang dihabiskan di TikTok tidak hanya mempengaruhi produktivitas dan kondisi mental kita, tetapi juga dapat mengganggu hubungan pribadi dan sosial kita.

Dilansir dari jurnal Hermeneutika yang berjudul “Dampak Penggunaan Aplikasi TikTok Terhadap Perubahan Perilaku Sosial Mahasiswa” menyebutkan ada 5 bentuk perubahan perilaku sosial dalam menggunakan TikTok antara lain.

Baca Juga: Polresta Cirebon Gelar Patroli KRYD Hingga Blue Light Patrol Satlantas, Amankan Miras dan Gagalkan Tawuran

1. TikTok Menjadikan Pribadi yang Kurang Bergaul
Berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari adalah hal yang lazim bagi mahasiswa tingkat satu. Namun, tren saat ini menunjukkan bahwa semakin sedikit mahasiswa yang aktif bergaul secara langsung dengan teman sebaya mereka karena pengaruh media sosial yang menjadi pembatas.

Media sosial telah mengambil peran sentral dalam kehidupan sehari-hari remaja, menghabiskan sebagian besar waktu mereka secara online di platform tersebut.

2. Lebih Eksis Mengikuti Perkembangan Zaman dan FoMo
Kebanyakan mahasiswa saat ini menginginkan pengakuan atau perhatian dari masyarakat sebagai bagian dari keberadaan mereka.

Inilah yang mendorong mahasiswa menggunakan aplikasi TikTok sebagai sarana untuk mendapatkan perhatian dan merasa relevan dengan perkembangan zaman. Perolehan keberadaan yang lebih kuat dianggap sebagai bahan untuk meremehkan teman-teman yang dianggap kurang terlibat, yaitu mahasiswa yang tidak menggunakan TikTok atau tidak aktif di media sosial.

Baca Juga: Meski Bulan Ramadhan, Rekreasi Ragunan Tetap Beroperasional Seperti Biasa

3. Kecanduan yang Berlebih
Penggunaan aplikasi TikTok telah menyebabkan mahasiswa sulit untuk berhenti menggunakan platform tersebut, sehingga banyak dari mereka menjadi kecanduan, seperti halnya mahasiswa lainnya.

Saat ini, jumlah mahasiswa yang menggunakan TikTok lebih banyak daripada orang tua, dan sejumlah besar remaja telah menjadi kecanduan dengan platform ini. Ketergantungan mahasiswa terhadap TikTok begitu kuat sehingga sulit untuk memisahkan keduanya, dengan hubungan saling ketergantungan dan koneksi yang erat di antara keduanya.

4. Meningkatnya Budaya Konsumtif
Dengan adanya aplikasi TikTok, mahasiswa cenderung lebih sering memanfaatkannya untuk melakukan pembelian online, yang kemudian meningkatkan budaya konsumtif remaja di dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut dapat meningkatkan perilaku boros dan merugikan diri sendiri.

Baca Juga: Bansos BPNT 2024 Tahap 2 Rp400 Ribu Sudah Dicairkan Bareng BLT Mitigasi Risiko Pangan, Cek Daftar Nama Penerima di Sini

5. Mengurangi Waktu Istirahat
Penggunaan TikTok secara rutin akan menyebabkan mahasiswa mengalami kekurangan istirahat, karena mereka terlalu terpaku pada aktivitas media sosialnya setiap saat, yang membuat mereka lupa waktu untuk beristirahat.

Ketergantungan yang berlebihan pada media sosial telah mengakibatkan mahasiswa kehilangan waktu untuk memikirkan hal lain, bahkan mereka lebih memilih untuk menggunakan media sosial daripada istirahat.

Dengan ketergantungan yang semakin kuat pada media sosial, mahasiswa kehilangan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dan seringkali tidak menyadari dampak negatif dari kurang istirahat terhadap kesejahteraan mereka.

Mahasiswa diharapkan untuk menggunakan aplikasi TikTok dengan penuh tanggung jawab dan memahami konsekuensi dari penggunaan media sosial ini.

Baca Juga: Peran Kurma Saat Puasa Ramadhan, Serta Hubungannya dengan Nabi Muhammad SAW

Mereka diharapkan untuk berhati-hati dalam menyebarkan informasi dan mempercayai informasi yang diperoleh melalui aplikasi TikTok, serta menghindari jebakan penipuan yang mungkin ada di dalamnya.

Orang tua juga diminta untuk terus mengawasi dan memantau anak-anak mereka saat menggunakan aplikasi TikTok, sambil membatasi eksposur mereka terhadap dampak tak terduga dari aplikasi ini terhadap perilaku mereka. ***Fariq Hasril Adiwardana