POJOKSATU.id - Seorang muslim selayaknya memperbanyak berdoa demi kebaikan dan rahmat di bulan Ramadan. Karenanya, bagi sebagian muslim ada yang menjalankan doa hari pertama Ramadhan hingga hari terakhir.

Pemahaman itu disebabkan bahwa bulan Ramadhan semuanya penuh rahmat dari Allah, semuanya ampunan dan bebas dari neraka. Tidak dikhususkan sebagian tanpa bagian lainnya. Ini termasuk luasnya rahmat Allah SWT. Doa hari pertama Ramadhan dan hari berikutnya tetap ditujukan untuk memperoleh rahmat tersebut.

Baca Juga: Syarat Wajibnya Menunaikan Ibadah Puasa Agar Memperoleh Pahala Kebajikan

Selain itu, doa puasa hari pertama Ramadhan dan hari selanjutnya hanya merupakan anjuran. Sebab di bulan Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah sunnah, termasuk melantunkan doa setiap hari.

Sehingga doa hari pertama Ramadhan sebenarnya bukan merupakan ketentuan atau bagian dari aturan puasa. Namun bisa dipandang sebagai bimbingan saja agar umat muslim termotivasi menyampaikan doa setiap hari seiring dibukanya pintu-pintu rahmat dan ditutupnya pintu jahanam.

Baca Juga: Inilah Hikmah yang di Syariatkan Puasa Ramadhan, Salah Satunya Memunculkan Kekuatan Spiritual pada Diri Sendiri

Diriwayatkan Muslim dari Abu Hurarah radhiallahu anhu berkata, Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا كَانَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الرَّحْمَةِ ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ ، وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِينُ

“Kalau masuk Ramadhan, maka dibuka pintu-pintu rahmat, ditutup pintu-pintu Jahanam dan syetan dibelenggu.”

Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW telah mengungkapkan keistimewaan yang luar biasa dari berpuasa setiap hari di bulan Ramadhan. Beliau juga terbiasa menyampaikan doa-doa setiap hari lebih dari hari lainnya, sebab Ramadhan mengandung keutamaan dan pahala yang lebih besar.

Baca Juga: Manfaat Puasa Ramadhan yang Kamu Wajib Ketahui, Salah Satunya Mencegah Kangker Loh

Doa Hari Pertama (ke-1) Puasa Ramadhan adalah sebagai berikut:

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ صِيَامِي فِيْهِ صِيَامَ الصَّائِمِيْنَ، وَقِيَامِي فِيْهِ قِيَامَ الْقَائِمِيْنَ، وَنَبِّهْنِي فِيْهِ عَنْ نَوْمَةِ الْغَافِلِيْنَ، وَهَبْ لِي جُرْمِي فِيْهِ يَا اِلَهَ الْعَالَمِيْنَ، وَاعْفُ عَنِّي يَا عَافِياً عَنْ الْمُجْرِمِيْنَ

Allâhummaj’al shiyâmî fîhi shiyâmash shâimîn, wa qiyâmî fîhi qiyâmal qâimîn, wa nabbihnî fîhi ‘an nawmatil ghâfilîn, wa hablî jurmî fîhi yâ Ilâhal ‘âlamîn, wa’fu ‘annî yâ ‘âfiyan ‘anil mujrimîn.

Baca Juga: Berlomba-lomba dalam Kebajikan, Ini Dia Keajaiban Shadaqah di Bulan Ramadhan

Artinya : Ya Allah, jadikan puasaku di bulan ini sebagai puasa orang-orang yang berpuasa sebenarnya, shalat malamku di dalamnya sebagai orang yang shalat malam sebenarnya, bangunkan daku di dalamnya dari tidurnya orang-orang yang lalai. Bebaskan aku dari dosa-dosaku wahai Tuhan semesta alam. Maafkan aku wahai Yang Memberi ampunan kepada orang-orang yang berbuat dosa.”

Orang yang berdoa selayaknya menyampaikan dengan khusyuk, melembutkan suara, memulai dengan pujian dan berprasangka baik atau berhusnudzon kepada Allah SWT dalam meminta, memperbanyak doa yang ma’tsur dan tidak melampaui batas serta menjaga adab dalam berdoa. ***