POJOKSATU.id - Pada era modern dengan penuh digital saat ini, rasanya tidak aneh jika seseorang menggunakan media sosial.

Apalagi media sosial bisa dimiliki semua orang tanpa verifikasi yang rumit dan kemudahan dalam mengunggah apapun tanpa melanggar ketentuan di setiap media sosial.

Media sosial sering juga disebut medsos adalah sebuah media online, dengan para penggunaannya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual.

Artinya, media sosial menjadi wadah bagi setiap orang untuk berinteraksi dengan berbagai komunikasi baik itu menggunakan sebuah tulisan, gambar, maupun video. Setiap orang juga berinteraksi dengan sesama pengguna dengan minat yang sama.

Baca Juga: Banyak Keuntungan bisa Didapat dari Membangun Komunitas di Medsos

Sedangkan interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara individu dengan individu atau kelompok dengan kelompok. Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri.

Interaksi sosial adalah kunci dari semua kehidupan sosial, tanpa adanya interaksi sosial tidak akan mungkin ada kehidupan secara bersama-sama (Xiao A, 2018).

Dapat disimpulkan bahwa interaksi sosial adalah hubungan timbal balik secara dua arah atau lebih. Terdapat interaksi sosial secara langsung yang dimana dua orang atau lebih berkomunikasi secara Real Time.

Adapun interaksi sosial secara tidak langsung yang dimana dua orang atau lebih tidak bertatap muka tetapi melangsungkan proses komunikasi lewat perangkat elektronik atau media lainnya.

Baca Juga: Waspadai Medsos jadi Sumber Kebodohan Baru

Sebenarnya, seberapa jauh media sosial dapat memengaruhi proses interaksi sosial secara langsung maupun tidak langsung? Yuk simak penjelasan selengkapnya!

Melansir statiska.com, saat ini pengguna media sosial secara aktif bertambah dari tahun ke tahun khususnya di Indonesia. Pada bulan Februari 2022, Indonesia memiliki sekitar 191,4 juta pengguna yang aktif menggunakan media sosial.

Hal ini membuat Indonesia menduduki peringkat ketiga setelah negara Tiongkok dan India di Kawasan Asia Pasifik. Artinya, Sebagian besar masyarakat lokal Indonesia banyak terpapar apa yang ada di media sosial setiap harinya.

Melansir databoks, penduduk Indonesia menggunakan media sosial dalam kurun waktu satu hari sebanyak 3,3 jam pada kuartal I-2020. Lama waktu penggunaan tersebut membuat Indonesia menjadi kedua tertinggi setelah negara Filipina di Kawasan Asia.

Perubahan yang terjadi bisa berkaitan dengan proses komunikasi, gaya bahasa, dan hubungan yang sudah dibuat antar individu dengan individu ataupun kelompok dengan kelompok.

Baca Juga: 167 Juta Orang Indonesia Gunakan Medsos, Tantangan Baru untuk Penyelenggara Pemilu

Pengaruh media sosial terhadap interaksi sosial secara langsung biasanya mengalami perubahan gaya bahasa yang dipakai.

Seperti yang kita ketahui bahwa media sosial bisa dikategorikan sebagai penyedia informasi yang cepat dan terkini setiap harinya.

Contohnya gaya bahasa yang dipakai banyak menggunakan istilah baru dengan topik pembahasan yang sedang hangat di media sosial.

Istilah-istilah baru tersebut dibawa sampai tatap muka sekalipun antar individu dengan individu atau kelompok dengan kelompok.

Adapun pengaruh media sosial terhadap interaksi sosial secara tidak langsung yang biasanya menggunakan perantara lain justru menambah potensi interaksi sosial yang lebih luas.

Artinya, media sosial menjadi jendela dunia bagi mereka yang menggunakan untuk berinteraksi dengan banyak orang.

Apalagi setiap individu bisa berinteraksi dengan berbagai pilihan seperti menggunakan teks, audio maupun menggunakan visual.

Hal tersebut membuat interaksi sosial bisa terjadi dalam jarak yang jauh dalam satu waktu yang sama.

Yuk simak apa saja dampak positif dan negatif adanya media sosia dalam interaksi sosial manusia di masyarakat sebagai berikut.

Baca Juga: Mengenal Prinsip-prinsip dalam Menggunakan Medsos agar Tak Rugikan Diri Sendiri dan Orang Lain

Dampak Positif

1. Interaksi Sosial Menjadi Praktis dan Efisien

Adanya media sosial yang semakin berkembang sampai sekarang, interaksi sosial yang dilakukan bisa dilakukan dimana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja pada media sosial yang ada.

Artinya, interaksi sosial bisa terjadi walaupun terhalang jarak dan tidak memerlukan waktu yang banyak untuk melakukan interaksi.

2. Memperluas Jaringan atau Pertemanan

Media sosial bisa menjadi tempat atau ajang setiap invidu untuk menambah relasi secara luas dalam skala nasional maupun internasional.

Hanya karena terhubung dengan internet, setiap orang juga bisa terhubung ke berbagai negara.

3. Menambah Ilmu Secara Luas

Akibat terhubung dengan banyak orang dengan waktu yang cepat, setiap individu bisa menerima informasi terbaru dalam setiap harinya dengan berinteraksi satu sama lain.

Entah itu sebagai pemberi informasi atau sebagai penerima informasi.

Baca Juga: Tanggung Jawab untuk Diri Sendiri dan Orang Lain Agar Medsos jadi Optimal

Dampak Negatif

1. Kecanduan dalam Menggunakan Media Sosial

Media sosial bisa menjadi Boomerang bagi pengguna nya jika sudah berada di tahap kecanduan. Seseorang yang sudah kecanduan tentunya sangat kebergantungan dan akan menimbulkan perasaan sedih, marah, atau gelisah Ketika tidak mengakses media sosial.

Biasanya mereka yang sudah bergantung pada media sosial cenderung tidak tertarik dengan interaksi sosial secara langsung dan menutup diri pada kehidupan di masyarakat.

2. Menjauhkan Orang-orang yang Sudah Dekat dan Sebaliknya

Mungkin sudah tidak asing dengan kalimat menjauhkan orang-orang yang sudah dekat dan mendekatkan orang yang jauh.

Hal ini bisa terjadi karena adanya faktor kenyamanan dalam melakukan interaksi sosial.

Baca Juga: Kuasai Hal ini untuk Hasilkan Banyak Uang dari Medsos

Pada orang dengan jarak yang jauh bisa melakukan interaksi yang lebih dekat dan pada orang-orang yang dekat, media sosial bisa menjadi sumber masalah bagi mereka yang dibawa pada kehidupan secara langsung.

Sehingga bisa dikatakan bahwa pengaruh media sosial terhadap interaksi sosial secara langsung bisa membawa manfaat yang sangat luas tetapi jika sudah dalam tahap berlebihan atau kecanduan, media sosial bisa menjadi Boomerang yang berpengaruh terhadap interaksi sosial secara langsung.

Apalagi seperti yang kita ketahui bahwa sebaik-baiknya mereka yang hanya kita kenal di media sosial tetap saja kita membutuhkan orang-orang sekitar yang dekat dalam aspek kehidupan. Bagaimana menurutmu? ***