POJOKSATU.id- Tarawih merupakan bentuk jamak dari kata tarwihah. Secara bahasa berarti jalsah atau duduk. Shalat malam dan witir merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam.
Nabi Muhammad SAW secara rutin melaksanakan shalat malam dan witir sebagai bentuk ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Kemudian perbuatan duduk pada bulan Ramadhan setelah selesai shalat malam 4 rakaat disebut tarwihah; karena dengan duduk itu orang-orang bisa beristirahat setelah lama melaksanakan qiyam Ramadhan.
Tata Cara Shalat Malam dan Witir Menurut Sunnah Nabi Muhammad SAW. Berikut adalah contoh artikel mengenai tata cara pelaksanaan shalat malam dan witir sesuai dengan Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
Shalat Malam (Tahajjud)
Shalat malam, atau yang sering disebut juga sebagai tahajjud, merupakan ibadah yang dilakukan di antara waktu tidur malam. Rasulullah SAW seringkali bangun di tengah malam untuk melaksanakan shalat tahajjud sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Tata cara shalat malam menurut Sunnah Nabi Muhammad SAW adalah sebagai berikut:
1. Bangun dari tidur malam dengan niat untuk melaksanakan shalat tahajjud.
2. Lakukan wudhu dengan penuh kesungguhan dan kebersihan.
3. Berdiri untuk melaksanakan shalat, memulai dengan membaca niat sesuai dengan jenis shalat yang akan dilakukan.
4. Sujud, ruku', dan tahiyat seperti dalam shalat fardhu.
5. Bacaan Al-Qur'an dilakukan dengan khushu' dan tadabbur.
6. Setelah rakaat terakhir, melakukan salam.
Shalat malam merupakan ibadah yang sangat dianjurkan, karena pada saat itu langit telah hening dan hati lebih tenang untuk berkomunikasi dengan Allah SWT.
Shalat Witir
Shalat witir adalah shalat sunnah yang dilakukan pada malam hari, setelah shalat sunnah tahajjud atau setelah shalat sunnah tarawih pada bulan Ramadan. Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk melaksanakan shalat witir sebagai bentuk penutup ibadah malam.
Berikut adalah tata cara pelaksanaan shalat witir sesuai dengan Sunnah Nabi Muhammad SAW:
1. Witir dapat dilakukan dalam satu rakaat tunggal, tiga rakaat dengan satu salam di rakaat terakhir, atau tiga rakaat dengan dua salam di rakaat kedua dan ketiga.
2. Mulai shalat witir dengan niat yang ikhlas untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
3. Lakukan gerakan-gerakan shalat seperti biasa, yaitu takbiratul ihram, membaca Al-Fatihah, membaca surat atau ayat-ayat Al-Qur'an, ruku', sujud, duduk di antara dua sujud, dan tasyahud akhir.
4. Pada rakaat terakhir, setelah membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek, melakukan doa qunut sebelum ruku'.
5. Shalat witir merupakan ibadah yang sangat dianjurkan, dan Rasulullah SAW menjelaskan bahwa witir adalah hak bagi setiap muslim untuk menjaganya.
Dengan melaksanakan shalat witir, kita mendapatkan keberkahan dan keampunan dari Allah SWT.
Menegakkan Shalat malam atau tahajud atau tarawih dan shalat witir di bulan Ramadhan merupakan amalan yang sunnah. Bahkan orang yang menegakkan malam Ramadhan dilandasi dengan keimanan dan mengharap pahala dari Allah akan diampuni dosa-dosa yang telah lalu
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«مَنْ قاَمَ رَمَضَانَ إِيـْمَاناً وَاحْتِسَاباً غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ »
Siapapun yang menegakkan bulan Ramadhan dengan keimanan dan mengharap pahala dari Allah maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Muslim)
Adapun jumlah rakaat shalat malam atau shalat tahajud atau shalat tarawih dan witir yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah lebih dari 11 atau 13 rakaat.
Shalat tarawih dianjurkan untuk dilakukan berjamaah di masjid karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga melakukan hal yang sama walaupun hanya beberapa hari saja
Tata Cara Shalat Malam
Perlu kita ketahui bahwa tata cara shalat malam atau tarawih dan shalat witir yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam itu ada beberapa macam. Dan tata cara tersebut sudah tercatat dalam buku-buku fikih dan hadits.
Shalat tarawih sebanyak 13 rakaat dengan perincian sebagai berikut:
1. Beliau membuka shalatnya dengan shalat 2 rakaat yang ringan.
2. Kemudian shalat 2 rakaat dengan bacaan yang panjang.
3. Kemudian shalat 2 rakaat dengan bacaan tiap rakaat yang lebih pendek dari rakaat sebelumnya hingga rakaat ke-12.
4. Kemudian shalat witir 1 rakaat.
Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Zaid bin Kholid al-Juhani, beliau berkata: “Sesungguhnya aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat malam, maka beliau memulai dengan shalat 2 rakaat yang ringan, Kemudian beliau shalat 2 rakaat dengan bacaan yang panjang sekali,
kemudian shalat 2 rakaat dengan bacaan yang lebih pendek dari rakaat sebelumnya, kemudian shalat 2 rakaat dengan bacaan yang lebih pendek dari rakaat sebelumnya, kemudian shalat 2 rakaat dengan bacaan yang lebih pendek dari rakaat sebelumnya, kemudian shalat 2 rakaat dengan bacaan yang lebih pendek dari rakaat sebelumnya, kemudian shalat witir 1 rakaat.” (HR. Muslim
Doa Qunut dalam Shalat Witir
Doa qunut nafilah yakni doa qunut dalam shalat witir termasuk amalan sunnah yang banyak kaum muslimin tidak mengetahuinya. Karena tidak mengetahuinya banyak kaum muslimin yang membid’ahkan imam yang membaca doa qunut witir. Kadang-kadang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memakai qunut dalam shalat witir dan terkadang tidak.
Hal ini berdasarkan hadits:
كَانَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يَقْنُتُ فِي رَكْعَةِ الْوِتْرِ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terkadang membaca qunut dalam shalat witir.”
(HR. Ibnu Nashr dan Daraquthni dengan sanad shahih)
يَجْعَلُهُ قَبْلَ الرُّكُوْعِ
“Beliau membaca qunut itu sebelum ruku.” (HR. Ibnu Abi Syaibah, Abu Dawud dan An-Nasa’i dalam kitab Sunanul Qubro, Ahmad, Thobroni, Baihaqi dan Ibnu ‘Asakir dengan sanad shahih
Dengan melaksanakan shalat malam dan witir sesuai dengan tata cara yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, kita dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mendapatkan berbagai keberkahan serta keampunan-Nya. Semoga kita senantiasa istiqamah dalam melaksanakan ibadah ini untuk mendapatkan ridha dan surga-Nya. Aamiin***Nurlaela Sakban



